
Ivanka sedang berada dalam mobil yang merupakan mobil sutradara yang mengajaknya untuk pergi melihat sebuah syuting film pendek yang disponsori oleh sebuah brand ternama.
Perempuan itu merasa senang, karena ketika masanya menjadi model, masih jarang hal-hal seperti itu sehingga dia tidak punya terlalu banyak pengalaman dalam syuting film pendek.
Oleh sebab itu, Ivanka merasa begitu bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat momen tersebut meski dia tidak akan mengambil bagian dalam film itu, namun menontonnya sudah terasa cukup baginya.
"Sebenarnya aku mengajakmu untuk melihat ini karena ada sebuah proyek yang akan ku kerjakan dalam 2 minggu lagi, aku berencana untuk memasukkanmu sebagai salah satu pemeran di dalam proyek itu, meski itu hanya peran kecil, tapi aku tidak mau memilih orang lain selain kamu. Kau memiliki bakat yang terlalu bagus untuk diabaikan!" Ucap sang sutradara yang saat itu duduk di samping Ivanka sembari memegang majalah di tangannya.
Ivanka yang mendengarkan itu merasa sangat senang, namun dia menahan kesenangannya dan tetap tenang, lalu berkata, "pujian dari sutradara terlalu berlebihan, Saya baru saja memulai karir saya, jadi masih banyak yang perlu dipelajari."
Sang sutradara yang mendengarkan itu tersenyum, "kau memang seperti yang diceritakan oleh Tuan Ang, dia juga merekomendasikan padaku untuk memperhatikanmu karena aku dengar Manager asilah memilihmu secara pribadi?" Tanya sang sutradara.
__ADS_1
"Ya, itu memang benar," jawab Ivanka.
Sang sutradara mengangguk dengan tenang bersamaan dengan nada ponsel Ivanka yang tiba-tiba saja berdering.
Dering ponsel itu membuat Ivanka mengerutkan keningnya, karena dia tidak menunggu telepon dari siapapun, apa lagi di pagi-pagi buta seperti itu.
Namun begitu, saat ia melihat nomor baru yang menelpon maka perempuan itu tetap mengingat panggilan teleponnya.
"Ya!! Semalam kau tidak pulang ke rumah!! Kemana kau pergi?!!" Teriyaki Widya dari seberang telepon langsung membuat Ivanka menjauhkan ponsel itu dari telinganya sebab merasa terganggu dengan nada suara itu.
Sang sutradara yang ada di sana pun menatap ke arah Ivanka dan dia cukup risih mendengarkannya, tetapi kemudian Ivanka tersenyum padanya lalu perempuan itu kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya sembari berkata, "kemarin malam aku pulang larut, jadi tidak ingin mengganggu orang di rumah. Aku menginap di apartemen temanku, jadi ibu tidak perlu khawatir."
__ADS_1
"Siapa yang khawatir padamu?!! Sekarang juga kembali ke rumah karena ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu ayahmu juga sangat marah padamu, jadi jangan membuatnya menunggu!!!" Teriak Widya yang amat kesal pada putrinya.
Karena perempuan yang ada di seberang telepon berteriak pada Ivanka, jadi meski volume ponsel Ivanka sudah kecil, tetapi sang sutradara yang duduk di samping Ivanka masih tetap bisa mendengarnya.
Dia merasa aneh dengan sikap ibu Ivanka, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja.
Sedangkan Ivanka, dia dengan suara yang tenang kembali lagi berbicara pada ibunya, katanya, "ibu, aku dalam perjalanan bersama dengan sutradara untuk--"
"Anak kurang ajar!! Jadi kau masih pergi juga untuk bekerja?!! Kau mau mempermalukan Semua keluargamu dan menghancurkan karir kedua kakakmu???! Cepat akhiri semua itu sebelum ayahmu meledak!!!" Kembali teriak Widya dari saya barang telepon benar-benar membuat sutradara kini menatap ke arah Ivanka karena dia tidak mengerti dengan pembicaraan kedua orang itu.
Bagaimana bisa Ivanka menghancurkan karir kedua kakaknya dan mempermalukan semua keluarganya??
__ADS_1