Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
62


__ADS_3

Ding dong!


Ding dong!


Suara bel apartemen yang berbunyi langsung membuat Adela menatap ke arah ruang kerja Doni yang mana ruang tersebut masih tertutup.


'Apa dia punya tamu?' ucap perempuan itu dalam hati namun dia tidak melihat Doni keluar dari ruangannya.


Hal itu membuatnya menghela nafas, lalu dia kemudian berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.


Namun, ketika dia melihat ke arah layar monitor, Dia sangat terkejut bahwasanya yang ada di depan pintu ternyata adalah adiknya sendiri, Ivanka.


Maka sambil menggertakkan giginya, Adela kemudian membuka pintu apartemen dan menatap Ivanka dengan tatapan melototnya.

__ADS_1


"Kau!! Apa yang kau lakukan di sini dan bagaimana kau bisa mengetahui alamat apartemen Doni?!!" Teriak Adella pada perempuan yang ada di depannya.


"Ahh kakak, Kenapa Kakak begitu marah kalau aku datang kemari? Aku hanya datang kemari untuk mengembalikan dompet Kak Doni yang tertinggal di mobil. Mungkin saja dia membutuhkannya dalam waktu dekat. Ah,, aku juga mengetahui apartemen Doni lewat pesan yang ia kirimkan padaku karena sebenarnya dia mengundangku untuk kapan-kapan saja datang kemari," ucap Ivanka yang memang ketika dia berpura-pura naik ke pangkuan pria itu, dia sengaja membuat pria itu lengah lalu mengambil dompetnya dan menyembunyikannya.


Adela yang mendengarkan ucapan adiknya langsung mengambil dompet dari tangan Ivanka, lalu dia melototi perempuan itu sembari berkata, "Jangan berpikir macam-macam, apalagi jika kau berniat merebut Doni dariku karena kau tidak punya kemampuan apapun untuk melakukan itu!!! Sekarang, Cepat pergi dari sini sebelum aku mengamuk!!!"


Melihat kakaknya yang sangat marah, maka Ivanka menjadi sangat puas, perempuan itu tersenyum menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian berbalik untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara Adela, dia menggertakkan giginya mendengar bahwa ternyata kekasihnya sendirilah yang mengirimkan alamat apartemen pada perempuan itu, dan bahkan mengundang Ivanka untuk sesekali datang ke apartemennya.


Saat mengambil kartu tersebut, kening Adella semakin mengkerut saat ia melihat bahwa ternyata itu bukanlah kartu, namun sebuah origami yang Mana kertasnya bisa dibuka.


Saat Adela membukanya, betapa terkejutnya dan berubah warnanya wajah adalah saat ia melihat bahwa di kertas itu ternyata ialah sebuah foto antara Doni dan Ivanka yang sedang bermesraan di mobil.

__ADS_1


Sedang berpelukan dan terlihat jelas Doni merangkul pinggang Ivanka dengan mesra sementara Ivanka mengulurkan tangannya ke dalam kemeja Doni.


"Sial!!!" Teriak Adella langsung meramas kertas tersebut lalu melemparkannya ke tempat sampah, dan dia pun terjatuh di lantai karena tidak menyangka bahwa pria itu akan melakukan hal seperti itu di belakangnya.


Doni yang berada di ruangan kerjanya mengerutkan keningnya ketika mendengar yang berteriak sehingga pria itu keluar menghampiri Adella.


"Ada apa?!" Tanya Doni yang terkejut melihat Adela sudah terduduk di lantai dan perempuan itu terlihat sangat marah.


Melihat Doni yang mendekat ke arahnya maka Adela langsung berdiri lalu dia melemparkan dompet pria itu pada Doni.


"Sial!! Apa yang sudah kau lakukan bersama dengan Ivanka? Dan dia bahkan datang membawakan dompetmu?!!!" Bentak Adela pada Doni.


Doni pun terkejut mendengar ucapan perempuan di depannya, karena dia tidak mengerti Bagaimana bisa Ivanka datang ke tempatnya dan bagaimana bisa perempuan itu ternyata memiliki dompetnya?

__ADS_1


Namun karena melihat perempuan di depannya sangat marah, maka Doni dengan cepat menyimpan dompet tersebut, lalu dia kemudian semakin mendekati Adela untuk membujuk perempuan itu, "Ini,, sepertinya tertinggal di atas mobil saat aku mengantarnya ke sana, tapi aku--"


"Sialan!!" Bentak Adela menepis tangan Doni sembari melototi pria tersebut.


__ADS_2