Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
70


__ADS_3

Ketika Davi dalam perjalanan menuju apartemen Ivanka, pria itu menggertakan giginya saat dia yang berada dalam taksi melihat berita tentang apa yang terjadi pada adiknya dan saat ini pelakunya telah ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.


"Sial!!" Pria itu menggertakan giginya dengan marah sambil mengangkat wajahnya menatap sang supir taksi, "tolong percepat laju taksinya!" Ucap Davi yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan adiknya.


Sopir taksi pun menganggukkan kepalanya lalu dia mempercepat laju taksinya sampai mereka akhirnya tiba di apartemen.


Davi buru-buru keluar dari taksi lalu dia memasuki lift dan pergi ke apartemen milik adiknya.


Ding dong! Ding dong!


Begitu apartemen terbuka, Davi langsung melihat adiknya yang masih menggunakan cervical collar soft.


Hal itu membuat Davi menjadi sangat kesal "pria bejat itu, berani-beraninya dia memperlakukanmu seperti ini!!" Geram Davi dengan perasaan tidak tenang menatap adiknya.


Melihat pria di depannya sangat marah, maka Ivanka tersenyum, "Kakak Tenang saja, aku baik-baik saja. Ayo masuk," ucap Ivanka sambil menarik tangan kakaknya ke dalam apartemennya dengan Davi yang masih tidak terima melihat keadaan adiknya.

__ADS_1


"Aku akan menyewa pengacara terbaik untuk membelamu di pengadilan, pria itu harus dipenjara dengan tuduhan pembunuhan berencana!" Geram Davi.


"Agensi sudah menanganinya untukku, jadi kakak tidak perlu khawatir, ah,, Bagaimana keadaan kak Adela?" Tanya Ivanka ketika mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Keadaannya mulai membaik, dia sudah mulai berbicara," ucap Davi meski dia merasa begitu sedih setiap kali mengingat Adella yang sudah bisa berbicara bukannya menyesal atas apa yang ia lakukan terhadap Ivanka dan menyesali perbuatannya yang ugal-ugalan di jalan, tetapi perempuan itu malah terus menyalakan Ivanka.


Hal itu jugalah yang membuat Davi selalu mencegah Ivanka untuk pergi ke rumah sakit, sebab dia takut Ivanka mungkin akan sedih kalau dia mendengar ucapan Adela.


"Syukurlah kalau begitu, aku berencana mau pergi ke sana, tapi karena sekarang sedang sakit juga, jadi aku tidak bisa kemana-mana. Lagi pula di gerbang ada banyak sekali wartawan yang menunggu, kakak baik-baik saja waktu masuk dari sana?" Tanya Ivanka yang jelas tahu bahwa ada wartawan yang menunggunya Jika dia keluar dari apartemen, Sebab mereka semua tentunya ingin mengetahui berita lebih lanjut tentang kasus yang menimpa Ivanka.


"Terima kasih Kak," ucap Ivanka yang merasa senang pada pria di depannya yang selalu mendukungnya.


Keduanya terus berbincang-bincang sampai akhirnya Davi meninggalkan apartemen Ivanka karena pria itu masih memiliki beberapa hal yang harus ia urus terkait dengan penanganan kesehatan Adela.


Ivanka pun tidak mencegah pria itu pergi, dia membiarkannya pergi sebelum Ivanka kembali lagi ke dalam kamar.

__ADS_1


Saat tiba di kamar, Ivanka mengambil ponselnya lalu dia menghubungi Elsa.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Halo," jawab Elsa dari seberang telepon.


"Sekarang hanya tinggal memberi pelajaran pada pria yang kau bilang merupakan cucu dari presiden, Apakah kau punya rencana untuk itu?" Tanya Ivanka yang kini merasa bingung harus memulai dari mana.


"Ahh,,,. Aku tidak tahu, dia sudah banyak memiliki kesalahan jadi aku rasa cukup mudah bagimu untuk mencari celah dari kesalahannya. Tapi,,, kau harus berhati-hati karena meski dia memang cucu yang tidak diperhatikan tetapi keluarganya tetap tidak mau ada rumor yang menyebar sehingga mereka masih selalu menutupi keburukan pria itu." Ucap Elsa yang merasa cemas pada Ivanka.


"Aku tahu, aku menelponmu sebenarnya hanya ingin kau membantuku untuk mencari tahu keluarga dari orang-orang yang digunakan kambing hitam untuk mengakui Setiap kejahatan yang dilakukan oleh pria itu!" Ucap Ivanka.


"Ah,,, Itu, nanti aku akan berbicara dengan pria yang terakhir kali membantu kita," jawab Elsa dari seberang telepon membuat Ivanka merasa puas.

__ADS_1


__ADS_2