
Begitu tiba di rumah, Ivanka langsung masuk ke kamar dan membersihkan dirinya, dan setelah itu, dia mendengar suara pintu kamar yang diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
Ivanka tidak langsung membuka pintu, perempuan itu berdiri di belakang pintu sembari berkata, "siapa?"
"Buka pintunya!!" Bentak Adella dari seberang pintu langsung membuat Ivanka menghela nafas sebab dia tahu bahwa perempuan itu pasti datang untuk membuat masalah.
Tetapi karena Ivanka tahu ada Kakak pertamanya di rumah maka perempuan itu pun membuka pintu kamar tersebut dan melihat Adela langsung mengangkat tangannya untuk menamparnya.
Karena merasa kesal, maka Ivanka dengan cepat kembali mendorong pintu hingga tangan perempuan itu malah memukul pintu.
Brak!
__ADS_1
"Akhh!!!" Adela menjerit kesakitan pada tangannya yang serasa ingin patah Sebab Dia tidak menahan sedikitpun kekuatannya saat ia hendak menampar Ivanka.
Jeritan perempuan itu langsung membuat Davi keluar dari kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Davi sembari melangkah mendekati 2 perempuan yang masih berdiri di antara pintu kamar Ivanka.
"Kak Adela ingin menampar ku, tapi tangannya malah mengenai pintu," ucap Ivanka dengan nada suara yang kesal langsung membuat Davi menatap Adella yang tampak meringi kesakitan karena tangannya.
Saat itulah Adela langsung menggertakan giginya, lalu dia menatap Ivanka yang tampak tenang di hadapannya dan memalingkan wajahnya menatap kakaknya.
"Apakah kakak tahu apa yang telah dilakukan oleh adik kesayangan Kakak ini?!! Dia baru saja merayu kekasihku Bahkan mereka bersama-sama di dalam mobil, saling berpangkuan!!" Ucap Adela dengan geram membuat 2 orang yang ada di lantai bawah kini keluar dari kamar mereka karena keributan dari lantai atas.
Sementara Davi yang mendengarkan ucapan adiknya, perempuan itu mengerutkan keningnya lalu dia menatap Ivanka dan dia benar-benar tak percaya jika apa yang dikatakan oleh Adela itu benar.
__ADS_1
Meski begitu, Davi tetap menatap Ivanka, "Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Davi.
"Kak Adela cemburu karena tadi ketika aku dalam perjalanan menuju acara, Aku diantar oleh kekasihnya sebab manajer asila tidak dapat mengantarku karena ada kesibukan. Lalu karena dompet Manager Doni tinggal di atas mobil aku pergi ke apartemennya untuk mengembalikannya, lalu bertemu dengan Kak Adela, dan dia menjadi sangat marah Sebab Dia telah salah paham," ucap Ivanka benar-benar membuat Adela kesal dengan perempuan itu.
Adela langsung melototi Ivanka sembari berkata, "Sial!! Jangan mengada-ngada!! Jelas kau sengaja menaruh foto kalian berdua di dalam dompet Doni dimana foto itu kau sedang duduk di pangkuan Doni! Jadi pastilah kau pergi merayu kekasihku!!! Memangnya apa yang bisa dilihat darimu sehingga kau begitu percaya diri untuk bersaing denganku?!!! Hanya seorang perempuan bodoh yang--"
"Cukup!!!" Sela Davi yang merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Adela sudah semakin keterlaluan, "bisa-bisanya kau berkata seperti itu pada Ivanka? Apakah kau pikir semua yang terbaik sudah ada pada dirimu sehingga kau berani berkata seperti itu pada adikmu sendiri?!! Benar-benar tidak menghargai orang lain!!!" Ucap Davi sembari menarik tangan Ivanka lalu membawa Ivanka pergi dari tempat itu.
Adela bersama kedua orang tuanya yang melihat Davi benar-benar membela Ivanka hanya bisa merasa kesal dalam hati mereka masing-masing.
Sekarang sudah tidak ada lagi jalan bagi mereka untuk menindas perempuan itu sebab Davi benar-benar memperhatikannya!!
"Perempuan sialan!! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesal atas apa yang sudah kau lakukan!!" Geram Adella sembari berbalik pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan hati perempuan itu yang sangat berkecamuk ingin memberi pelajaran pada Ivanka.
__ADS_1