Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
60


__ADS_3

Adela yang berada di kamarnya masih terus berada dalam keadaan kacau, perempuan itu ke sana kemari menghancurkan barang hingga membuat semua orang mengetuk pintu kamar perempuan itu.


Tok tok tok..


"Sayang, Apa yang sedang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Widia dari seberang pintu.


Tetapi Adela yang mendengarkan ucapan ibunya tidak peduli pada ucapan tersebut, dia terus melakukan kekacauan hingga akhirnya dia merasa lelah lalu perempuan itu duduk bersandar di dinding memandangi kamarnya yang sangat kacau.


'Sial!! Bagaimana bisa kakak lebih membela Ivanka dibanding aku? Bagaimana bisa Kakak mengetahui semua masalah yang terjadi?!' kesal Adela yang jelas tahu bahwa Ivanka tidak akan berani menceritakan masalah tersebut pada Kakak pertamanya.


Bahkan jika Ivanka mengatakannya, tetapi Davi pasti tidak akan percaya begitu saja, sehingga perempuan itu berpikir bahwa kedua orang tuanya lah Yang mungkin memberitahukan masalah itu pada Davi.


Masih sementara terus berada dalam pikirannya yang Sesak, tiba-tiba saja ponselnya berdering hingga membuat perempuan itu menjadi semakin kesal.


Dia berjalan ke arah ranjang yang telah kacau lalu menyibak selimut, menyibak spreinya sebelum mendapatkan ponselnya yang sudah tergeletak di samping alat make up nya yang tadi terhambur sampai ke atas ranjang.

__ADS_1


Saat melihat nama penelpon adalah seorang informannya, maka perempuan itu dengan cepat menekan tombol terima dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.


"Ada informasi apa?!" Tanya Adela dengan ketus.


"Uh,, Nona harus melihat acara brand XXI yang sedang viral di internet!!! Aku sudah mengirimkan link-nya," ucap sang pria dari seberang telepon langsung membuat Adela mengerutkan keningnya lalu perempuan itu kemudian mematikan panggilan teleponnya dan beralih mengetuk sebuah pesan link yang dikirim oleh informannya.


Begitu Adella membuka link tersebut, perempuan itu langsung menggertakan giginya saat melihat salah satu foto yang ada di sana di mana Ivanka berdiri bersama dengan Doni di samping sebuah mobil.


Apalagi ketika dia membuka sebuah video singkat yang ada di sana, Di mana dalam video tersebut Doni mengungkapkan alasannya mengantar Ivanka ke acara tersebut.


"Sial!! Perempuan sial!!! Berani beraninya dia menggoda kekasihku?!!" Teriak Adela benar-benar marah hingga dia yang tak bisa menahan kemarahannya kini berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamarnya.


Begitu pintu terbuka, didapatinya ibunya bersama ayahnya dan beberapa pelayan sedang berdiri di depan pintunya dan terlihat jelas bahwa mereka semua khawatir terhadapnya.


Tetapi Adela tidak melihat Davi hingga perempuan itu menjadi semakin marah dan lebih kesal lagi karena dia merasa bahwa Davi memang lebih memihak adiknya ketimbang dia.

__ADS_1


"Sayang, kau baik-baik saja kan?!" Tanya Widia dengan cepat memperhatikan putrinya, sebab bagaimanapun, putrinya adalah seorang model, tidak boleh ada luka sedikitpun pada tubuh Perempuan itu.


Tetapi Adela tidak memperdulikan kekhawatiran ibunya, dia hanya melenggang pergi menerobos para pelayan, lalu dia turun ke lantai bawah dengan Widya yang mengejarnya.


"Hei,, tunggu sebentar, apa yang terjadi?" Tanya Widya diabaikan oleh Adela dan perempuan itu terus masuk ke dalam mobil.


Sembari berkendara, Adela mengingat kembali berapa kali dia menelpon kekasihnya, namun Doni tidak pernah mengangkatnya, ternyata hal itu terjadi sebab saat itu Doni sedang bersama-sama dengan Ivanka.


"Sial!! Beraninya, beraninya perempuan itu membuat masalah denganku?!! Dia pikir dia siapa?!!!" Kesal Adela sembari terus mengemudi.


Saat dalam perjalanan, ponsel perempuan itu tiba-tiba saja berdering hingga membuat Adela mengambil ponselnya lalu melihat panggilan telepon dari Doni.


'baru sekarang menelponku setelah bersenang-senang dengan perempuan itu?!!' geram Adela dalam hati sembari menekan tombol terima pada ponsel itu lalu berteriak, "enak?!! Enak sudah digoda oleh perempuan itu?!! Bagaimana bisa kau mengabaikan teleponku dan memilih pergi mengantarnya?!!"


Doni yang ada di seberang telepon terkejut mendengarkan ucapan perempuan itu, tetapi dia dengan tenang berkata, "manajer arsila memintaku, dan aku tidak enak menolaknya sebab terakhir kali dia juga membantuku."

__ADS_1


"Heh,,, sialan! Aku akan ke apartemenmu sekarang!" Teriak Adela segera menutup panggilan telepon itu lalu dia melajukan mobilnya menuju apartemen Doni.


Pria itu perlu di beri pelajaran!!


__ADS_2