
Pada keesokan harinya, berita di internet telah viral yang memperlihatkan Bagaimana Ivanka berada di Rumah sakit dan sedang mengenakan cervical collar soft di lehernya hingga membuat banyak fans Ivanka yang sudah terkumpul semenjak Ivanka debut kini melakukan demo besar-besaran.
Mereka ribut di internet menanyakan keadaan Ivanka dan menuntut agensi agar segera melakukan klarifikasi tentang apa yang menimpa model kesayangan mereka.
Sementara Ivanka yang ada di apartemennya yang melihat berita itu, dia hanya bisa menghela nafas karena dia sudah tahu bahwa dia tidak akan bisa menghindari masalah tersebut.
"Lebih baik aku tidur saja," ucap Ivanka melemparkan ponselnya lalu dia pun berbaring sambil menarik selimut ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Ivanka kembali mengambil ponselnya lalu melihat bahwa yang menelponnya ternyata adalah Davi sehingga dia pun mengangkat panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Halo Kak?" Jawab Ivanka.
"Bagaimana keadaanmu? Aku melihat berita di internet, kau sedang terluka?" Tanya pria dari seberang telepon dengan nada suara yang begitu cemas.
"Ah,,, aku baik-baik saja, kemarin hanya terluka sedikit saat melakukan pemotretan. Tapi aku sudah mendapatkan perawatan dari dokter sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Oh ya, apakah Kakak masih ada di rumah sakit?" Tanya Ivanka.
"Hah,, seharusnya kau menjaga dirimu lebih baik, nanti kakak akan datang ke apartemen mu, karena Sekarang kakak masih ada di rumah sakit menemani adela." Jawab Davi dari seberang telepon.
"Baiklah, kalau begitu semangat untuk Kakak, jangan lupa jaga kesehatan juga supaya bisa menjaga keadilan dengan baik. Maaf tidak bisa datang ke situ karena sekarang aku masih istirahat," ucap Ivanka.
"Baik Kak," jawab Ivanka sebelum dia mematikan panggilan telepon itu lalu dia kembali tidur.
Sementara saat itu di agensi, kini Doni dipanggil oleh CEO dan juga para petinggi agensi atas kekerasan yang dilakukan pria itu pada salah satu model mereka.
__ADS_1
Situasi yang tegang di ruang rapat membuat Doni mengepal kuat tangannya karena dia tak menyangka bahwa ternyata apa yang ia lakukan kemarin malah di video oleh seseorang sehingga membuat posisinya terancam.
Manajer asila yang ada di sana menatap Doni dengan tatapan marahnya sambil berkata, "dia tidak layak lagi menjadi manajer di sini. Ivanka sudah menjadi buktinya, Dia melukai Ivanka sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada model lain lagi yang dilukai oleh pria ini! Lagi pula, para penggemar juga sudah meminta klarifikasi, kalau kita tidak memberikan klarifikasi yang bisa mereka terima maka mereka pasti akan terus menyerang kita. Ini tidak baik untuk reputasi perusahaan!!"
Ucapan ashilla sangat mengejutkan Doni, karena tak menyangka bahwa perempuan itu lebih membela Ivanka ketimbang dirinya, Padahal mereka sudah berkenalan selama bertahun-tahun sementara Ivanka baru berkenalan dengannya selama beberapa waktu terakhir.
Tetapi pria itu belum mengatakan apapun ketika CEO yang ada di sana berkata, "aku rasa demi melindungi model yang ada di agensi kita, maka aku setuju dengan ucapan manajer ashilla. Lagi pula, kalau kita menutupi masalah ini dan nanti sampai dibongkar oleh seseorang, maka agensi sendirilah yang akan mengalami kesulitan!"
"Aku juga setuju!"
"Ya, lebih baik manajer Doni dipecat dan video ini dirilis ke publik untuk memperlihatkan keadilan yang kita berikan pada model kita, dengan begitu maka agensi kita akan mendapatkan pandangan yang baik dari masyarakat umum karena kita melakukan sesuatu yang tegas untuk orang yang telah melakukan kekerasan di agensi," ucap salah seorang pemegang saham di perusahaan tersebut langsung membuat Doni semakin gemetar di tempatnya.
Bagian humas yang ada di sana pun mengangkat suara, katanya, "kami juga siap untuk melakukan klarifikasi, karena videonya sudah kami teliti dan kami akan segera menyusun pernyataan yang akan kita bawa ke masyarakat luas."
__ADS_1
Doni yang melihat semua orang setuju untuk melengserkannya akhirnya taksi mampu berkata apapun lagi, pria itu hanya terdiam di tempatnya sambil meramas kedua tangannya dalam keadaan frustasi.