Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
58


__ADS_3

Pada malam hari ketika Adela kembali ke rumah, perempuan itu berada dalam suasana hati yang sangat baik sebab dia berpikir bahwa adiknya yang telah dijemput oleh kedua orang tuanya kini telah menandatangani berkas yang disediakan oleh Doni.


Tetapi ketika perempuan itu memasuki rumah ia mengerutkan keningnya saat melihat Ivanka sedang memakai sebuah long dress yang terlihat mewah.


Apalagi saat ia mengenali long dress itu berasal dari sebuah brand ternama, maka dia langsung berkata, "Kau hendak ke mana?"


Pertanyaan perempuan di depannya langsung membuat Ivanka tersenyum, karena dia sudah mengetahui apa yang ada di pikiran perempuan itu sehingga Ivanka dengan percaya diri menatap kakaknya.


"Hari ini aku diundang untuk mengikuti sebuah acara dari brand Xx. Ahh,,, kakak pasti belum tahu kalau aku baru saja dihubungi oleh manajer ku dan malam ini juga aku resmi menjadi brand ambassador mereka." Ucap Ivanka langsung membuat Adela melototkan matanya.


Meski brand xx bukan brand internasional, tetapi brand itu juga merupakan salah satu brand terbesar di negara mereka, Jadi sangat mustahil jika Ivanka yang Baru beberapa hari bergabung di dunia permodelan sudah langsung mendapat tawaran dari mereka.


"Kau!! Bukankah seharusnya kalau sudah menandatangani surat yang diberikan oleh ayah dan ibu agar kau mengundurkan diri dari dunia permodelan?!!" Bentak adalah melototi perempuan di depannya.

__ADS_1


Hal itu membuat Ivanka tersenyum dan dia hendak berbicara ketika tiba-tiba saja sebuah suara dari belakang membuatnya menahan ucapannya namun memilih berbalik menatap orang yang berbicara.


"Apa yang baru saja kau katakan?!!" Tanya Davi sembari menghampiri kedua adik perempuannya itu dengan tatapan pria itu tertuju pada Adella.


Adela pun sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa kakaknya akan muncul di tengah-tengah pembicaraan mereka, apalagi sepertinya pria itu telah mendengar apa yang ia katakan.


Oleh sebab itu, Adela yang harus membela dirinya kemudian berkata, "itu--"


"Apa kau yang sudah menghasut ayah dan ibu?!!" Sela Davi, "menyuruh mereka untuk memaksa Ivanka menandatangani surat pengunduran diri dari agensinya?!!" bentak Davi yang kini tidak menahan lagi amarahnya terhadap adik perempuannya, sebab pria itu benar-benar tidak menyangka bahwa adik perempuannya yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata selalu berusaha untuk menghalang-halangi jalan adik bungsu mereka.


"Sudah! Kau pergilah istirahat, kau pasti juga sudah lelah seharian bekerja," ucap Davi pada Adela sebab pria itu tidak ingin mendengar banyak alasan lagi dari perempuan itu.


Setelah berbicara, maka Davi pun menatap Ivanka, "pergilah sekarang, jangan sampai kasar lambat untuk pertemuan yang penting," ucap Davi yang cemas bahwa pertengkarannya dengan Adela sudah menyita beberapa waktu perempuan itu.

__ADS_1


Ivanka mengangguk dengan pelan, "baik kak," jawab Ivanka lalu perempuan itu pun berjalan keluar rumah meninggalkan dua kakaknya yang masih berdiri di tempat mereka masing-masing.


Setelah Ivanka pergi, maka Davi kembali menatap adalah, tetapi Adela segera membuang muka lalu perempuan itu cepat berjalan ke lantai atas meninggalkan Davi.


Rasa kesalahan memenuhi hati perempuan itu, dan sekarang entah kenapa dia merasa cemas bahwa dia benar-benar akan tersaingi oleh adiknya sendiri.


Maka Setelah tiba di atas kamarnya, perempuan itu menggerakkan giginya sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasihnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...

__ADS_1


Sayang sekali panggilan teleponnya tidak diangkat hingga perempuan itu kembali lagi mengulanginya namun meski beberapa kali terus menelpon namun Doni sama sekali tidak menjawab panggilan telepon nya.


"Sial!!!" Teriak adalah sembari melemparkan ponselnya ke atas ranjang lalu perempuan itu mengacaukan seluruh alat make up yang ada di atas meja riasnya.


__ADS_2