Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
68


__ADS_3

Ivanka yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit, dan ketika dia tiba di rumah sakit, dia langsung ditangani oleh para perawat yang ada di sana.


Tetapi, entah dari mana kabar tersebut malah terdengar oleh semua wartawan hingga mereka mengerumuni rumah sakit dan berusaha mencari tahu tentang keadaan Ivanka.


Hal itu membuat Ivanka yang sedang diperiksa oleh dokter menjadi mengerutkan keningnya menatap manajernya, "Ada apa di luar sangat ribut?" Tanya Ivanka.


"Entahlah, tidak perlu pedulikan itu dan sekarang yang paling penting adalah kesembuhanmu," kata manajer sambil memperhatikan Ivanka yang diobati oleh dokter yang ada di sana.


Setelah pemeriksaan selesai, manajer berbicara dengan dokter, bersamaan dengan salah satu perawat yang memasuki ruangan dan perempuan itu berhenti beberapa saat melihat Ivanka yang tampak sangat cantik duduk di atas Brankar.


Sang dokter yang melihat perawat yang bekerjasama dengannya tampak tidak sopan langsung menegur perempuan tersebut, "Ada Apa denganmu?!"

__ADS_1


Pertanyaan itu langsung membuat sang perawat terlepas dari keterpuruannya pada Ivanka lalu dia pun berjalan mendekati dokter.


"Di luar ada banyak sekali wartawan yang datang untuk meliput Dewi Ivanka, jadi saya datang kemari untuk memberitahukannya pada dokter untuk berjaga-jaga," ucap perawat tersebut membuat manajer dan Ivanka saling berpandangan satu sama lain.


Setelah itu, manajer menatap dokter yang ada di sana sambil berkata, "apakah ada jalan lain untuk kami meninggalkan tempat ini selain melewati pintu utama?"


Dokter langsung memperlihatkan raut wajah menyesalnya, "sayang sekali, hanya ada satu pintu di ruangan ini. Tapi saya akan menyuruh pihak rumah sakit agar membubarkan para wartawan," ucap dokter sambil menatap ke arah perawat yang ada di sana hingga perawat tersebut menganggukkan kepalanya lalu keluar dari sana.


Saat itu, seporang wartawan telah mengambil salah satu nomor antrian yang ada di sana Lalu dia duduk dalam penyamarannya sambil bermain ponsel, sehingga ketika para petugas Rumah sakit datang membubarkan wartawan yang membuat keributan, dia tetap berada di sana.


Selain memotret Ivanka dan manajernya, wartawan itu juga berdiri lalu mengikuti Ivanka dan manajernya secara diam-diam sampai ia melihat kedua orang itu menaiki sebuah mobil yang diletakkan di salah satu parkiran tersembunyi rumah sakit.

__ADS_1


Maka wartawan tersebut tidak lagi mengikuti keduanya dan dia hanya melihat hasil fotonya di ponselnya yang mana Di sana memperlihatkan Ivanka memasang penyangga cervical collar soft di lehernya.


"Apa yang terjadi padanya?" Ucap wartawan yang merasa penasaran sambil berlari meninggalkan tempat itu untuk pergi ke mobilnya.


Sementara Ivanka dan manajernya yang ada di dalam mobil, mereka berdua tampak tenang di mobil sampai ashilla berkata, "Aku tidak menyangka Doni melakukan hal seperti ini! Tapi kau tenang saja, aku akan membawa kasus ini pada para petinggi agensi supaya mereka bisa memberikan keadilan untukmu!"


"Terima kasih manajer," ucap Ivanka merasa lega lalu perempuan itu pun memejamkan matanya untuk tertidur.


Saat mobil telah tiba di apartemen Ivanka, tiba-tiba saja Ivanka bangun dalam keadaan terkejut dan kening dipenuhi keringat.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Manager ashila yang merasa khawatir pada perempuan di depannya.

__ADS_1


Ivanka mengangguk, "ya," jawab Ivanka dengan singkat meski saat itu dia sedang mengingat mimpi buruk yang baru saja ia alami.


'Astaga, aku lupa, pria itu masih hidup dan dia telah membunuh semua orang yang ada di pantai.' ucap Ivanka dalam hati sambil turun dari atas mobil lalu dia pun ditemani oleh manajernya naik ke apartemennya.


__ADS_2