
Perempuan itu masih belum menjadi bagian dari keluarga mereka, tetapi Sudah berani berbicara seperti itu pada anggota keluarga mereka. Apalagi nanti jika sudah menjadi bagian dari keluarga mereka, maka Ivanka yakin perempuan itu akan lebih berani lagi untuk berbicara sembarangan.
Oleh sebab itu, Ivanka berkata, "tolong jaga ucapanmu, kau masih belum menjadi bagian dari keluarga kami jadi kau tidak punya hak sedikitpun untuk mencampuri urusan keluarga kami. Dan kau juga harus ingat bahwa keluarga kami bukan keluarga sembarangan yang akan membiarkan siapapun mengadu domba kami termasuk orang sepertimu!!!"
💮💮💮
Askara yang mendengarkan ucapan putrinya tentunya sangat setuju dengan putrinya, sebab perempuan itu terdengar ingin mengadu domba kedua putrinya.
Padahal, Apa yang terjadi hari itu tentunya tidak diinginkan oleh siapapun yang ada di sana.
Tetapi ketika dia mengingat bahwa perempuan itu ialah perempuan pertama yang dibawa oleh David ke rumah mereka, maka dia pikir putranya sangat menyukai perempuan itu dan tentunya dia tidak ingin bertengkar dengan putranya karena masalah perempuan sehingga askara kemudian menghela nafas.
"Ivanka, jangan terlalu dekat berbicara padanya, dia adalah kekasih kakakmu," ucap askara.
__ADS_1
Ivanka yang mendengar ucapan ayahnya langsung tersenyum miring dan berkata, "hm, aku rasa Ayah jauh lebih tahu menilai sikap seseorang dibanding diriku."
Askara yang mendengar ucapan putrinya benar-benar terkejut, karena biasanya putrinya tidak berbicara seperti itu, apalagi memiliki keberanian untuk berbicara secara tegas dan menyinggung seperti itu pada ayahnya sendiri.
Tetapi menyadari bahwa saat itu mereka sedang bersama dengan seorang perempuan yang merupakan kekasih dari, maka Askara berusaha menahan dirinya agar tidak mengatakan sesuatu yang buruk pada putrinya.
Oleh sebab itu, pria itu berkata, "saat ini kita sedang dalam kecemasan karena Adila, jadi tidak perlu membesar-besarkan sesuatu yang tidak perlu dibesar-besarkan."
Meski Ivanka tidak suka dengan jawaban ayahnya, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun lagi dan dia hanya diam sembari menatap keluar jendela.
Tetapi karena perempuan itu tidak mendapat pesan apapun, maka dia kembali menyimpan ponselnya sembari terus duduk tenang menunggu mobil mereka tiba di rumah sakit.
Bip!! Bip!!!
__ADS_1
Askara menekan klakson ketika mereka menghadapi kemacetan, dan pria itu kemudian keluar dari mobil sembari menahan kekesalannya sebab Dia sedang terburu-buru untuk melihat putrinya tapi malah ada kita kemacetan seperti itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya askara pada salah satu pengemudi jalan yang juga keluar dari mobilnya karena tidak biasanya di tempat seperti itu terjadi kemacetan.
"Entahlah kau mati tapi seseorang yang baru saja kembali dari sana mengatakan bahwa ada kecelakaan di sana," jawab sang pria yang ditanyai oleh askara.
"Ahh,, baiklah," ucap askara kembali ke dalam mobil dan pria itu tidak berniat lagi untuk terus ber panas-panas di luar mobil setelah mengetahui bahwa terjadi kecelakaan sehingga ada kemacetan.
"Ada apa paman?" Tanya Irene pada askara ketika pria itu sudah memasuki mobil.
"Katanya di depan ada kecelakaan jadi kita mungkin agak lambat tiba di rumah sakit," ucap askara langsung dianggap oleh Irene.
Sementara itu, Ivanka yang duduk di tempatnya ponselnya langsung berdenting yang menunjukkan sebuah pesan dari Elsa.
__ADS_1
Perempuan itu cepat-cepat membuka pesan dari Elsa lalu melihat isi pesan tersebut, *baru saja terjadi kecelakaan Thomas dan yang kecelakaan itu ialah salah satu dari orang yang menyembelihmu di pantai, namanya Gea.*
'Gea?' ucap Ivanka dalam hati kembali mengingat foto-foto yang ditunjukkan oleh Elsa padanya, dan dia ingat bahwa Gea adalah perempuan cantik yang bekerja sebagai seorang kostumer service di sebuah bank internasional.