Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
56


__ADS_3

Brroooomm.......


Mobil yang ditumpangi oleh 3 orang berlalu meninggalkan gedung tempat Ivanka melakukan pemotretan.


Sementara dalam perjalanan, Widya yang duduk di depan kemudian menoleh ke arah Ivanka sembari menggertakan giginya perempuan itu berkata, "Apa yang kau lakukan?!! Kau tidak mendengarkan ibumu yang berbicara dan malah terus melakukan pemberontakan terhadap ucapan ibumu?!! Apa susahnya berhenti dari dunia hiburan?!!"


Ivanka yang mendengarkan ucapan ibunya dengan nada amarah Hanya duduk dengan tenang sembari menatap keluar jendela dengan ponsel perempuan itu merekam pembicaraan mereka.


Sementara Widya yang sudah lelah berteriak pada perempuan yang ada di belakangnya namun tidak dijawab kini menjadi semakin kesal sehingga dia menghela nafas dengan kasar lalu balik menatap ke depan.


"Inilah perbedaanmu antara kedua kakakmu, kedua kakakmu sangat mendengarkan orang tua mereka, sangat patuh terhadap orang tua mereka sehingga mereka bisa menjadi orang yang sukses. Berbeda denganmu yang dibicarai oleh orang tua malah berpura-pura tidak mendengar!! Memang sekarang kau sangat bangga dengan apa yang kau lakukan, sekarang karena kau bermimpi akan menjadi model terkenal, tapi Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk menjadi model? Kau tidak memiliki bakat apapun! Tidak ada modal apapun pada dirimu kecuali wajahmu yang saat ini bisa menjadi model, tetapi itu hanyalah sebuah pameran untuk mempermalukan seluruh keluargamu!!! Melakukan operasi plastik demi menjadi model, memangnya kau pikir semua senang dengan perubahanmu?!" Ucap Widya sembari terus menjalankan lalu perempuan itu terus berbicara tentang ceramahnya pada perempuan yang ada di belakangnya.

__ADS_1


Ivanka yang mendengarkan ceramah ibunya sepanjang perjalanan ke rumah pun merasa bahwa telinganya sangat panas, tetapi perempuan itu tetap menahan diri sampai akhirnya mobil berhenti di tempat parkir rumah mereka.


Semua orang turun dari mobil, tak akhirnya terkecuali Ivanka yang juga turun dari mobil lalu perempuan itu mengikuti ayah dan ibunya masuk ke rumah.


"Duduk!" Perintah askara pada putrinya ketika mereka tiba di ruang tamu.


Maka Ivanka pun menuruti ucapan ayahnya perempuan itu duduk di salah satu sofa yang ada di sana Lalu melihat ke arah ayahnya yang tampak sangat marah.


"Tanda tangani berkas itu sekarang juga!!" Perintah atau skala pada putrinya langsung membuat Ivanka mengambil berkas yang ada di atas meja lalu dia membukanya untuk membacanya.


"Tidak perlu dibaca! Langsung tanda tangani saja!" Kesal Widya sembari menyerahkan pena pada putrinya.

__ADS_1


Tetapi, Ivanka yang menerima pena itu tidak mendengarkan ucapan Widya dan dia terus membaca berkas itu sampai akhirnya dia menutup berkas itu lalu kembali meletakkannya di atas meja.


Setelah meletakkan berkasnya, Ivanka kemudian menatap kedua orang tua yang ada di depannya dan dengan tenang perempuan itu berkata, "Kenapa kalian menyuruh untuk keluar dari agensi? Bukankah seharusnya ayah dan ibu sangat senang karena aku akhirnya bisa melakukan sesuatu yang berguna? Aku akan menjadi seperti kakak kedua, menjadi terkenal dan memberikan banyak uang untuk kalian jadi--"


"Cukup!" Sela Askara, "Jangan coba mengajari kami, cepat tanda tangani berkas itu sekarang juga sebelum Ayah bertindak kasar padamu untuk memaksamu!!!"


Perintah dari ayahnya benar-benar membuat Ivanka tersenyum lebar lalu dia menatap ke arah lantai 2 di mana tidak ada siapapun di sana, yang menandakan bahwa kedua orang tuanya memperkirakan tidak adanya Davi di rumah barulah mereka mengancamnya.


"Hah,,, ayah dan ibu benar-benar,,, Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran kalian, tapi apapun itu, Aku tidak akan pernah menandatangani berkas ini dan aku tidak akan pernah keluar dari agensiku!!!" Tegas Ivanka lalu perempuan itu berdiri dan dia berjalan untuk pergi ke kamarnya ketika lengannya dicekal oleh Widya.


"Anak kurang ajar!!! Bisa-bisanya kau membantu kedua orang tuamu?!!" Bentak Widya bersamaan dengan askara yang juga berdiri untuk memberi pelajaran pada putrinya.

__ADS_1


Pria itu mengangkat tangannya untuk menampar Ivanka hingga membuat Ivanka menggertakan giginya dengan kelakuan dua orang tua itu.


__ADS_2