
Karena tidak mengetahui Di mana kamar Adela, maka perempuan itu terus melihat-lihat satu persatu kamar dengan cara mengintip dari jendela kecil yang tersedia di setiap pintu-pintu kamar.
Dan akhirnya, dia tiba di ruangan 15 lalu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
Begitu masih, didapatinya adalah sudah duduk di atas ranjang dengan kekasihnya yang duduk di samping perempuan itu sembari memegang tangan perempuan itu dengan sangat lembut.
💥💥💥
"Apakah kakak baik-baik saja?" Tanya Ivanka yang merasa bahwa perempuan di depannya terlihat sangat segar, sama sekali tidak ada ciri-ciri perempuan itu mengalami sakit.
Pertanyaan Ivanka langsung membuat Adela menatap adiknya dengan kesal, "semua ini gara-gara bikin yang gak usah hadiahkan itu padaku, seandainya kau tidak memberikan bikini itu maka aku mungkin tidak akan pingsan di dalam kamar mandi dan berakhir kedinginan di lantai!!" Gerutu Adela tidak sedikitpun menyembunyikan rasa kesalnya pada adiknya.
__ADS_1
Davi yang mendengarkan ucapan adiknya langsung menatap Adela dengan tatapan peringatannya, "Jangan menyalahkan Ivanka, lagi pula mana dia tahu kalau orang-orang akan menyuruhmu untuk memakai bikini itu? Dia sudah bersusah payah memberikanmu hadiah, tapi kau sama sekali tidak menghargainya. Apakah selama ini kau bersikap buruk begitu pada adik kita?" Tanya Davi sembari merangkul adiknya hingga membuat Ivanka semakin memperlihatkan wajah sedihnya dengan membalas rangkulan pria itu.
Irene yang melihat Ivanka seperti itu benar-benar kisah, tetapi perempuan itu hanya bisa mengepal kuat tangannya di sana sembari mengatup erat-erat giginya melihat seorang perempuan lain dipeluk kekasihnya padahal seharusnya adalah yang diperlakukan sangat baik seperti itu.
Sementara adalah, dia menghela nafas dengan kasar, "Mana mungkin aku memperlakukannya dengan buruk? Aku hanya memberinya sedikit ceramah Karena dia sudah membuatku pingsan di kamar mandi dan menahan kedinginan di lantai. Tapi sekarang juga pun Kakak dinyalakanku jadi sebaiknya ke depannya aku tidak akan menegur dia lagi kalau dia melakukan kesalahan!!!" Ucap Adela dengan tegas kembali perempuan itu membuang mukanya dari kakaknya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin lagi berbicara dengan pria itu.
Sementara Davi yang melihat sikap adik keduanya, pria itu tidak mengatakan apapun kau tetapi dalam hatinya Dia benar-benar merasa bahwa ada sesuatu yang sudah disembunyikan perempuan itu darinya.
Oleh sebab itu, David kemudian berkata, "kau istirahatlah Aku mah lagi pula di sini Ada kekasihmu yang menemanimu Kau mah Jadi kami akan keluar."
Tanpa menunggu jawaban Adella, maka Davi langsung menarik adiknya keluar dari ruangan itu dengan Irene yang menggertakan giginya sebab dia sama sekali tidak dihiraukan oleh Davi.
__ADS_1
Karena berpikir juga bahwa tidak ada gunanya ia tinggal di dalam ruangan itu, maka perempuan itu cepat-cepat menyusul Davi dan Ivanka keluar dari ruangan lalu menutup pintu ruangan dengan kesal.
Setelah menutup pintu, perempuan itu kemudian berlari cepat menghampiri kedua orang itu dan menahannya agar tidak melangkah lebih jauh lagi.
"Apa yang kau lakukan? Kau bahkan melupakan aku yang ada di ruangan itu juga, ahh,, atau Aku sama sekali tidak dianggap di sini? Kalau begitu aku pergi sendiri saja!" Ucap Irene dengan tegas sembari perempuan itu kemudian berbalik meninggalkan kedua orang itu sebab Dia benar-benar percaya diri bahwa Davi pasti akan menghentikannya.
Tetapi, Ivanka yang melihat kepergian itu kemudian tersenyum dan menatap kakaknya sambil berkata, "perempuan itu, aku rasa dia bukan perempuan yang cocok dengan kakak."
Davi yang mendengarkan ucapan adiknya terdiam di tempatnya, karena dia tidak menyangka bahwa adiknya akan menolak hubungannya bersama dengan Irene.
Tetapi kemudian pria itu kembali lagi mendengar Ivanka berkata, "sudahlah, Aku mau kita lihat dulu kau mah kakak kejarlah perempuan itu karena dia pasti agak kesal juga Karena kakak tidak memperdulikannya sejak kita datang di rumah sakit."
__ADS_1
Setelah berbicara, Ivanka tidak menunggu Davin mengatakan apapun lagi tetapi perempuan itu langsung pergi meninggalkan kakaknya karena tentunya dia tidak ingin disebut perempuan keras kepala yang memaksakan kehendaknya menolak hubungan kakaknya dengan seorang perempuan yang disukai oleh kakaknya.