
Dalam mobil yang melaju di jalanan yang cukup ramai, Ivanka menatap ke arah Doni yang saat itu dengan tenang memegang ponselnya mengirim sebuah pesan pada kekasihnya.
"Apakah kakakku tidak keberatan lagi kalau aku masuk ke dalam dunia model?" Tanya Ivanka memulai pembicaraan komas sebab beberapa menit terakhir mereka hanya terus diam saja, tetapi untungnya karena saat itu agak macet, Jadi mereka cukup sudah cukup lama berada dalam mobil sehingga Ivanka merasa bahwa akan ada cukup waktu untuk berbicara dengan pria yang bersama-sama dengannya.
Doni yang mendengarkan pertanyaan Ivanka mematikan layar ponselnya lalu menatap perempuan yang duduk di sampingnya.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya balik Doni langsung membuat Ivanka tersenyum tipis.
"Hm, sangat mustahil jika kakak terus mengijinkanku, tapi,,," Ivanka menahan ucapannya sembari perempuan itu berpindah tempat duduk semakin dekat pada Doni dan mendekatkan wajahnya ke wajah pria itu, "Bagaimana kalau Kak Doni membantuku dan aku bisa melakukan apapun yang Kak Doni inginkan?"
__ADS_1
Wangi parfum dari tubuh Ivanka yang begitu menyengat hingga merasuki pikiran Doni benar-benar membuat pria itu mengepal kuat tangannya, dan ketika dia melihat wajah cantik perempuan itu serta kulit yang begitu terawat seperti tidak pernah memiliki penampilan yang buruk sebelumnya membuat pertahanan pria itu semakin goyah.
Ivanka yang menyadari hal itu langsung mengulurkan satu tangannya dan menyentuh dada pria itu hingga ia merasakan degup jantung pria itu yang kini sudah tak karuan lagi.
Hal tersebut membuat Ivanka semakin senang hingga dengan bibir seksinya perempuan itu berbicara dengan suara erotisnya, katanya, "Aku benar-benar ingin menjadi seorang model, jadi aku hanya membutuhkan kak Doni untuk membantuku menahan kakakku. Aku bisa melakukan apapun yang Kak Doni inginkan, aku pasti akan berusaha untuk memenuhinya."
Doni yang mendengarkan ucapan Ivanka benar-benar merasa panas dingin, dan tanpa sadar tangan pria itu bergerak ke pinggang Ivanka dan menarik tubuh Perempuan itu semakin dekat dengannya.
"Kak Doni mau membantuku kan?!" Tanya Ivanka dengan suara yang begitu menggoda serta tangan perempuan itu telah beralih membuka kancing kemeja Doni lalu menyelipkan tangannya menyentuh dada polos pria itu.
__ADS_1
Benar-benar seperti disetrum, Doni merasakan dirinya tidak bisa dikendalikan lagi karena melihat begitu indahnya tubuh perempuan di depannya yang sedang menggodanya.
Hal itu membuat Doni akhirnya melepaskan pertahanannya dan menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Ivanka ketika tangan Ivanka lebih cepat mencegah bibir pria itu menyentuh bibirnya.
"Kita akan segera sampai, Jadi bagaimana kalau kita lanjutkan lain kali saja?" Ucap Ivanka sembari mengedipkan sebelah matanya dibarengi dengan mobil yang kini berhenti di lahan parkir yang cukup ramai.
Hal itu membuat Doni akhirnya melepaskan tangannya pada pinggang Ivanka lalu pria itu membuka mobil dan turun dari mobil sembari menatap ke arah sang supir memberi kode pada pria itu agar tetap menutup mulutnya, apalagi di depan Adela.
Ivanka yang melihat itu langsung bersorak kegirangan dalam hati sembari berjalan memasuki gedung tempat mereka akan melakukan pemotretan.
__ADS_1
Baru saja memasuki gedung, adalah langsung menyambut Doni dan kedua orang itu saling cipika-cipiki dengan Ivanka yang melihat hal itu benar-benar merasa jijik.