
Baru saja saat itu Ivanka keluar dari rumah sakit ketika ponselnya bergetar lagi yang mana seseorang mengirim informasi tentang Gea.
Maka, Ivanka menghentikan langkahnya dan membuka informasi tersebut ketika tiba-tiba saja sebuah notifikasi pemberitahuan muncul di bagian atas layar ponselnya.
"Ada apa ini?" Ucap Ivanka yang sangat terkejut bahwa terjadi kecelakaan lain yang mana kecelakaan itu menewaskan dua orang.
Lebih parahnya lagi bahwa dua orang yang tewas itu ialah sepupu Bi Na.
Ivanka baru saja melepaskan pandangannya dari ponselnya ketika dia melihat ambulans yang membawa dua jenazah yang telah tewas itu kini telah tiba di UGD.
Maka Ivanka dengan cepat berlari ke arah UGD untuk memastikan jenazah yang datang benar-benar pria yang ada di ingatan Ivanka.
'Ya ampun!' ucap Ivanka dalam hati ketika dia melihat wajah dari mayat yang telah dipindahkan itu.
'Siapa yang sedang melakukan pembunuhan secara berturut-turut ini?' ucap Diana dalam hati sembari memperhatikan seorang polisi yang ada juga di tempat itu karena dia datang bersama dengan ambulans.
__ADS_1
Ivanka yang melihat itu kemudian mendekati sang polisi dan berkata, "maaf, Bagaimana bisa keduanya kecelakaan?"
Sang polisi yang mendengarkan pertanyaan Ivanka langsung memperhatikan Ivanka dengan seksama lalu bertanya, katanya, "kau siapa?"
"Ah,, Aku adalah teman mereka," ucap Ivanka berbohong.
"Ah,, kau temannya. Pengemudinya berkendara dalam keadaan mabuk, lalu di jalanan dia menabrak pembatas jalan sehingga mobilnya keluar dari jalur lalu tertabrak oleh beberapa mobil lainnya." Jawab sang polisi langsung membuat Ivanka mengerutkan keningnya.
"Seseorang mabuk di siang bolong seperti ini?" Tanya Ivanka langsung membuat sang polisi merasa gugup.
Sang polisi menganggukkan kepalanya, "tentu saja Nona, kami pasti akan menyelidiki masalah ini deng--"
Polisi tersebut tidak melanjutkan lagi ucapannya ketika menyadari bahwa perempuan yang berbicara dengannya tiba-tiba saja jatuh pingsan sehingga dia kemudian mengulurkan tangannya dan menangkap tubuh Perempuan itu.
Saat itulah ketika dia digendong oleh sang polisi, maka Ivanka menjalankan tangannya lalu mengambil dompet polisi tersebut.
__ADS_1
Saat dibangunkan di ranjang Rumah sakit, Ivanka menyelinapkan dompet itu ke dalam bajunya sehingga tidak disadari oleh sang polisi.
"Tolong periksa dia, dia pingsan!" Ucap polisi pada petugas medis langsung membuat dua orang petugas medis memeriksa Ivanka.
"Tenang saja, dia hanya pingsan biasa jadi biarkan dia beristirahat sebentar," ucap salah satu petugas medis langsung membuat sang polisi mengunggulkan kepalanya lalu pria itu kemudian menemui rekannya yang baru saja tiba di depan UGD.
Sementara itu, Ivanka yang ditinggalkan kini duduk di atas ranjang lalu dia menutup tirai dan membuka dompet milik sang polisi.
"Ini tanda pengenalnya," ucap Ivanka mengambil tanda pengenal milik polisi tersebut Lalu menyimpannya sebelum menjatuhkan dompet itu ke bawah lantai dan dia kembali berpura-pura tidur.
Terus berpura-pura tidur, beberapa saat kemudian dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan terburu-buru ke arahnya.
Tap tap tap..
"Ah rupanya jatuh di sini," ucap sang polisi yang kehilangan dompetnya sembari mengambil dompetnya lalu memeriksanya sekilas sebelum menyimpannya dan meninggalkan Ivanka.
__ADS_1