
"Kakak tidak percaya bahwa kau benar-benar pergi melakukan perawatan hanya karena orang-orang itu, Sepertinya kau mengalami hal sulit selama beberapa bulan terakhir," ucap Davi yang merasa sedih untuk adiknya.
Tetapi Ivanka malah tersenyum dalam pelukan pria itu sembari Dia berkata, "aku tidak sampai saya kesulitan itu sehingga Kakak sangat sedih seperti ini. Tapi,, Kakak sudah berjanji padaku bahwa kita akan pergi ke gunung jadi aku akan menagih janji kakak."
Davi langsung teringat akan percakapan mereka di meja makan keluarga pada beberapa bulan yang lalu sehingga pria itu kemudian menganggukkan kepalanya menatap adiknya.
🍣🍣🍣
"Baiklah, kalau begitu kita bisa pergi kapanpun kau mau karena beberapa waktu ke depan Kakak akan terus berada di rumah," ucap Davi langsung membuat Sang Perempuan yang ada di samping Davi merasa kesal sebab tentunya perempuan itu berharap bahwa dalam negeri akan memberikan lebih banyak waktu untuknya bersama-sama, tapi sekarang malah sudah membuat janji dengan seorang perempuan lain.
Meski perempuan itu adalah adik dari Davi, namun dia tetap saja kesal karena perempuan itu menghalanginya untuk lebih dekat dengan Davi.
Apalagi ketika dia mengingat Bagaimana tatapan yang diberikan Ivanka kepadanya, maka perempuan itu menjadi semakin kesal dan merasa bahwa Ivanka hanya datang untuk mengacau saja hingga harus disingkirkan.
Oleh sebab itu, perempuan tersebut berkata, "Apakah dia benar-benar adikmu? Bukankah kau bilang kemarin bahwa adikmu Hanya dua ada dua, yang satu adikmu yang bernama Ivanka yang memiliki tubuh gemuk dan kulit berwarna hitam, dan seorang model yang bernama Adella. Dia bukanlah perempuan yang memiliki ciri-ciri dari kedua adikmu, Jadi kenapa dia juga adikmu?"
__ADS_1
Ucapan perempuan itu langsung membuat Ivanka merasa kesal pada perempuan itu, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya menahan amarahnya dalam hati sembari melihat ke arah kakaknya sebab Dia menunggu pria itu untuk membelanya.
"Ahh,, ini juga adikku Ivanka, namun dia sudah melakukan perawatan sehingga,, hah,, padahal kakak lebih suka kalau melihatmu seperti yang dulu kau terlihat cantik," ucap pria itu yang merasa rindu melihat adiknya yang tampak menggemaskan dengan pipi yang gembung dan rambut yang selalu diikat.
Berbeda sekali dengan saat ini di mana adiknya terlihat sangat kurus dan memprihatinkan seperti perempuan yang kekurangan gizi.
"Hm,, kakak, aku selalu dibully dengan penampilan dulu ku, jadi kakak tidak perlu mengatakan hal itu lagi. Tapi,, Siapa perempuan yang bersama dengan kakak ini?" Tanya Ivanka sembari mengulurkan tangannya memeluk pinggang kakaknya sebagai pertanda pada perempuan itu bahwa Davi adalah miliknya, pria itu adalah kakaknya dan perempuan yang ada di depannya jika ingin memiliki hubungan yang spesial dengan kakaknya maka perempuan itu juga harus menghargainya.
Karena kalau tidak, maka dia tidak akan pernah merestui perempuan manapun yang dekat dengan kakaknya jika perempuan itu tidak memiliki sikap yang baik kepadanya.
"Lepaskan tanganmu dari kekasihku!!" Geram Irene kemudian menarik tangan Ivanka terlepas dari pinggang Davi lalu perempuan itu juga menarik Davi ke sisinya sembari lanjut berkata, "kau jangan percaya pada perempuan ini, Mana mungkin perempuan yang kemarin kau tunjukkan fotonya itu berubah menjadi seperti dia? Jangan-jangan dia hanya seorang penipu saja seperti yang dikatakan oleh penjaga gerbang rumah mu!!"
Davi yang mendengarkan itu langsung menghela nafas, "dia ini benar-benar adikku, aku bisa mengenalinya dari matanya, Dia memiliki mata yang selalu bersemangat dan bola matanya juga memiliki warna yang berbeda," ucap Davi memperhatikan mata berbinar Ivanka dan dia jelas melihat bahwa itu adalah mata adiknya.
Sebab, setiap kali dia melihat adik mata adiknya, maka dia selalu teringat pada neneknya sebab dua perempuan itu memiliki mata yang sama, bola matanya yang sebelah kanan memiliki warna yang berwarna hitam gelap, sementara yang sebelah kiri agak kecoklatan.
__ADS_1
Meski dari pandangan Yang sekilas terlihat bahwa bola matanya tampak sama, namun jika diperhatikan lebih dalam dan seksama maka langsung bisa menemukan bahwa warna retina pada mata perempuan itu memiliki perbedaan antara mata kiri dan kanannya.
Ivanka yang mendengarkan ucapan kakaknya sangat terkejut, sehingga dia menatap kakaknya dengan mata yang semakin berbinar, "benarkah? Aku pikir tidak ada yang mengetahui kalau warna mataku memiliki warna yang berbeda, warna mataku sama seperti mata nenek, nenek juga memiliki mata yang sama seperti ini," ucap Ivanka yang jelas mengetahui dari ingatan perempuan yang ia masuki tubuhnya dia kembali mengingat ketika perempuan itu sangat suka memandangi mata nenek perempuannya yang memiliki warna yang berbeda.
Davi yang mendengarkan ucapan adiknya langsung mengulurkan tangannya mengacak rambut perempuan itu sembari tersenyum dan berkata, "tentu saja kakak tahu, kakak paling suka melihat matamu dan mata nenek."
Irene yang mendengarkan ucapan Davi langsung merasa sangat kesal, tetapi perempuan itu hanya menyertakan giginya dan dia berdiri diam di tempatnya sembari menahan kekesalannya.
'Davi sepertinya sangat menyukai perempuan ini, Dan aku kesal padanya sebab Dia perempuan yang menyebalkan karena dia malah mengajak kekasihku untuk pergi ke gunung, padahal kami sudah memiliki rencana sampai beberapa hari ke depan! Tapi Davi bahkan langsung melupakan rencana kami itu hanya karena mendengar ucapan perempuan ini!!!' kesal Irene dalam hati.
Dia berharap dia bisa melakukan sesuatu pada perempuan itu supaya dia bisa menyingkirkan perempuan itu dari sisi Davi agar tidak menjadi penghalang dirinya semakin dekat dengan Davi.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1