
Cekrek cekrek cekrek...
Ivanka melakukan pemotretan terakhirnya pada hari itu, dan meski dia sudah kelelahan karena sejak seharian dia sudah mendatangi 3 tempat pemotretan, tetapi perempuan itu masih totalitas melakukan pemotretannya sampai pekerjaannya selesai.
Dia pun keluar dari ruang pemotretan dan hendak pergi menemui manajernya untuk segera pulang ketika tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Doni.
"Kak Doni!" Ucap Ivanka terkejut menatap pria itu.
"Ikut denganku!" Tegas pria itu langsung menarik Ivanka ke sebuah tempat sepi.
Setelah tiba di tempat sepi, Doni langsung menekan Ivanka ke dinding dan tangan pria itu menjadi pelan leher Ivanka sembari berkata, "selama 3 hari ini kau terus menghindariku. Sepertinya kau tidak benar-benar berniat untuk bersama-sama denganku? Kau hanya datang padaku agar bisa menghancurkan kakakmu bukan?!"
"Ahh,, apa yang Kak Doni bicarakan? Saat ini kakakku sedang ada di rumah sakit, jadi tidak mungkin aku bermain di belakang Kakakku, sementara aku mau bertanya pada Kak Doni, apakah kau sudah pergi mengunjungi kakak ku yang masih ada di rumah sakit??" Tanya Ivanka sembari melirik ke arah seorang perempuan yang saat itu sedang memegang ponselnya merekam pembicaraan mereka.
__ADS_1
Perempuan itu hendak pergi ketika melihat lirikan dari Ivanka, tetapi Ivanka secara diam-diam memberi kode dengan tangannya agar melanjutkan rekaman itu.
"Kau!!! Kau mencari masalah denganku?!!" Tegas Doni dengan suara yang pelan mencegah agar orang-orang melihat mereka, bahkan percakapan mereka juga masih dengan suara yang begitu pelan karena takut menarik perhatian orang.
"Kak Doni jangan berkata seperti itu, Aku melakukan semuanya benar-benar karena beberapa waktu yang lalu aku tertarik padamu, tapi sekarang aku sudah menyesali dan menyadari bahwa apa yang kulakukan itu salah dan sekarang, ughhh!!!" Ivanka memegang tangan Doni yang ada di lehernya sebab Doni memperkeras cengkramannya pada leher Ivanka.
"Beraninya kau!! Kau pikir aku tidak berani berbuat macam-macam padamu?!!" Bentak Doni akhirnya mengangkat perempuan itu ke atas menggunakan kedua tangannya yang ada di lehernya hingga membuat Ivanka semakin kesakitan dan meronta-rempahkan kakinya yang tergantung, sudah tidak menapaki lantai.
Perempuan yang merupakan staf yang sempat merekam kejadian itu langsung berlari menghampiri Ivanka.
"Kau baik-baik saja?" Tanya perempuan itu dengan suara yang pelan langsung membuat Ivanka menunggu meski dia masih merasa sakit pada lehernya.
Saat itulah Asyila tiba di sana, dan dia terkejut melihat Ivanka yang berada dalam keadaan tidak baik bahkan ada memar yang besar di lehernya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Asyila sangat terkejut.
"Tolong antarkan aku ke rumah sakit," ucap ivanka pada Aisyilah sembari menatap pada perempuan yang ada di sana.
"Tolong kirimkan aku video yang baru saja kau rekam," kata Ivanka langsung membuat sang perempuan dengan cepat membesarnya lalu dia pun mengirim video tersebut ke nomor ponsel Manager Ivanka Sebab Dia tidak memiliki nomor ponsel Ivanka.
"Aku sudah mengirimnya ke ponsel Manager mu," ucap perempuan itu dianggap oleh Ivanka sehingga Ivanka pun berpisah dengan perempuan tersebut.
Saat itu, Ivanka sudah berada dalam mobil bersama managernya dan seorang sopir mengendarai mobil.
"Apa yang terjadi?" Tanya Asyila pada.
"Manajer bisa melihatnya rekaman yang diambil oleh salah satu staf, sekarang aku mau istirahat sebentar." Ucap Ivanka memejamkan matanya.
__ADS_1