
"Sialan!!" Bentak Adela menepis tangan Doni sembari melototi pria tersebut,
🌟🌟🌟
"Sepertinya kau sudah bersenang-senang dengannya selama kalian dalam perjalanan bukan? Apa kalian berciuman di dalam mobil? Saling merayu di dalam mobil? Bahkan saling menyentuh satu sama lain?!!!" Teriak Adella yang saat itu tidak bisa lagi mengendalikan amarahnya setelah mengetahui adiknya berselingkuh dengan kekasihnya.
Lebih sialnya lagi, adalah tidak mengerti mengapa kekasihnya tertarik dengan adiknya, padahal pria itu sendiri jelas melihat Bagaimana tampang adiknya yang benar-benar buruk sebelum melakukan operasi plastik di setiap inci bagian tubuhnya.
"Apa yang kau bicarakan? Mana ada aku menyentuh perempuan itu, kau tahu sendiri kalau sendiri aku sangat tinggi, hanya kau yang bisa memenuhi seleraku tersebut." Kata Doni berusaha membujuk perempuan di depannya dan mengulurkan tangannya untuk memeluk perempuan itu.
Tetapi sayang sekali, tangannya kembali ditepis oleh Adela lalu Adela kemudian menggerakkan giginya sembari menatapnya dengan marah.
"Pria sialan!!! Sekali lagi aku melihatmu bersama-sama dengan perempuan itu, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!!!" bentak Adella mengayunkan tangannya ke arah Doni lalu menampar pipi pria itu dengan keras.
Plak!
__ADS_1
"Jangan hubungi aku sampai aku yang menghubungimu lebih dulu!!!" Bentak Adela sembari berjalan menjauhi Doni lalu perempuan itu pun mengambil barang-barangnya dan dia pergi dari apartemen itu dengan membanting pintu apartemen.
Doni yang melihatnya hanya bisa tersenyum karena baru kali itu dia dimarahi dan terlebih ditampar oleh seorang perempuan dan perempuan itu benar-benar tidak tahu diri.
💞💞💞
Ivanka yang meninggalkan apartemen Doni merasa sangat puas hingga ketika dia tiba di parkiran apartemen pria itu, dia duduk di dalam mobil sembari menatap keluar jendela mobil.
"Apakah kita pergi sekarang?" Tanya sang supir yang bersama-sama dengan Ivanka.
Dan sesuai harapannya, Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dia melihat kakaknya keluar dari lift dan perempuan itu berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya lalu mobil perempuan itu dengan cepat meninggalkan parkiran.
Maka, Ivanka langsung mengeluarkan ponselnya lalu dia menekan tombol panggil pada nomor Doni.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
__ADS_1
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo," ucap seorang pria dari seberang telepon yang mana saat itu pria tersebut sedang berada di depan cermin memperhatikan wajahnya yang baru saja ditampar oleh kekasihnya sendiri.
"Kak Doni, aku sangat minta maaf karena tadi aku tidak melihat pesan terakhir darimu, jadi aku tetap datang ke apartemenmu Namun ternyata kak Adella ada di sana. Ahh,, untungnya tadi kau meninggalkan dompetmu di mobil, jadi aku menggunakan alasan dompet itu untuk datang ke apartemenmu. Tapi baru saja mobil Kak Adella melewati mobilku, Apakah kalian bertengkar karena aku?" Tanya Ivanka dengan nada suara yang sedih.
"Jangan khawatir, bertengkar dengannya pun tidak akan merubah apapun, karena aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya." Suara Doni dari seberang telepon benar-benar membuat Ivanka bersorak kegirangan dalam hati sebab inilah yang ia inginkan, saat semua orang-orang yang diandalkan oleh Adela menjauhi perempuan itu.
"Itu,, kalian tidak berpisah karena aku bukan?" Tanya Ivanka dengan nada suara penuh rasa bersalah.
"Jangan khawatir, memang sudah dari dulu Aku ingin memutuskan hubunganku dengannya. Ah,, Bagaimana kalau kau datang ke apartemenku besok malam?" Ucap Doni pada ivankah langsung membuat Ivanka mencibir dalam hati.
Siapa yang mau pergi dengan pria itu?
Ivanka tetap mengiyakan ucapan pria dari seorang telepon lalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.
__ADS_1