
Setelah cukup lama berbicara di depan gerbang, maka Ketiga orang itu kemudian memasuki rumah dengan Ivanka yang memegang paper bag di tangannya.
'Semuanya harus berjalan lancar hari ini,' ucap Ivanka dalam hati sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil yang ia bawa lalu dia mengirim pesan singkat pada seseorang yang mana orang itu juga berada di ruangan tersebut.
'Aku membayar bahan orang ini hanya untuk memberi pelajaran pada kakak perempuan sialan itu, jadi seharusnya berjalan dengan lancar,' ucap Ivanka dalam hati sembari mengetik sebuah pesan pada perempuan itu dan juga sesekali melihat ke arah depan melangkahkan kakinya di samping kakaknya.
Setelah mereka tiba di depan, maka Ivanka juga selesai mengirim sebuah pesan lalu dia menyimpan ponsel itu ke dalam tas kecilnya dan dia menatap kakaknya sembari melemparkan sebuah senyuman.
'Hai kakak,,, aku datang untuk memberi pelajaran pada Kakak,' ucap Ivanka dalam hati.
Meski Adela tidak mengenal Ivanka, tetapi perempuan itu yang melihat bahwa Ivanka datang bersama dengan kakaknya langsung bersikap hangat pada Ivanka dengan melemparkan sebuah senyuman dan tatapan hangatnya.
"Kakak!!" Ucap Adela langsung memeluk kakaknya dan tak lupa pula juga mereka cipika-cipiki hingga membuat Irena yang ada di sana merasa agak kesal sebab pikir perempuan itu bahwa dia tidak suka seorang pun perempuan muda menyentuh kekasihnya seperti itu.
Namun berpikir bahwa dia harus sabar lagi sebab Adela juga adalah adik dari Davi, maka perempuan itu berusaha bersikap baik-baik saja dan menjaga image-nya di depan semua orang yang sedang memperhatikan mereka.
Lagi pula kau mah di tempat itu ada calon ayah dan ibu mertuanya, jadi dia benar-benar harus terlihat sempurna di depan mereka supaya dia bisa direstui bersama-sama dengan Davi.
__ADS_1
"Selamat atas penghargaanmu sebagai model terbaik, Oh ya kenalkan ini adalah Irene," ucap Davi langsung membuat Adella kemudian menatap Irene dan mereka kemudian berpelukan bersama.
"Selamat datang di rumah kami, semoga kau bersenang-senang malam hari ini," ucap Adela dengan suara yang begitu hangat menyambut perempuan itu hingga membuat Irene kemudian menganggukkan kepalanya dengan sebuah senyum terukir indah di wajahnya.
"Selamat atas penghargaan kakak ipar, semoga kedepannya karir kakak ipar jauh lebih baik," ucap Irene benar-benar membuat Adela merasa senang dan dia menganggukkan kepalanya.
"Hm, Terima kasih atas doanya kamu," ucap Adela.
Lalu kemudian Davi mengulurkan tangannya merangkul bahu Ivanka dan menatap Adela, "aku bertemu dengan Ivanka di depan, Bukankah dia sekarang tampak sangat cantik?" Tanya Davi pada Adela langsung membuat Adela mengerutkan keningnya menatap Ivanka.
Davi yang mendengarkan pertanyaan adiknya langsung tersenyum dan melihat semua orang yang ada di sana, "adik kita baru pergi berapa bulan tetapi kau sudah membuat candaan yang tidak lucu seperti ini." Ucap Davi yang tentunya tidak mau memperlihatkan pada semua orang tentang Adela yang tidak mengenali adiknya sendiri.
Maka Davi kemudian menatap semua orang sembari berkata, "ini adalah adik kami, namanya Ivanka. Sepertinya kalian semua belum mengenalnya, karena selama ini dia memang selalu suka berada di rumah dan jarang sekali keluar."
Ucapan Davi sangat mengejutkan adela, bahkan Widia dan suaminya yang ada di sana juga sangat terkejut.
Oleh sebab itu, Adela menatap kakaknya dengan penuh rasa bingung dan keheranan terhadap apa yang dikatakan oleh perempuan itu, tetapi Davi langsung mendekatkan bibirnya ke arah perempuan itu dan membisikkan sesuatu.
__ADS_1
Setelah mendapat bisikan dari kakaknya, maka Adela mengerjakan matanya dan dia benar-benar tak percaya bahwa perempuan yang datang bersama dengan kakaknya ternyata adalah adik mereka yang dulunya sangat jelek dan buruk rupa.
Namun, karena tidak ingin terlihat bodoh di depan semua orang yang ia undang ke tempat itu dan terlebih,, tidak buruk juga mengakui adiknya sekarang karena adiknya sudah tampak sangat cantik maka adalah kemudian berusaha bersikap manis dan merangkul Ivanka.
"Adikku sayang, tadi kakak hanya bercanda, tapi Sepertinya kau tidak terkejut dengan candaan kakak. Mungkin karena selama ini Kakak selalu bercanda denganmu sehingga kau mungkin sudah bosan dengan candaanku," ucap Adela sembari memeluk Ivanka dengan Ivanka yang merasa sangat ingin mencabik-cabik perempuan itu, namun dia tetap menerima pelukan perempuan itu.
"Candaan Kakak sudah tidak mempan lagi buatku, tapi Oh ya selamat untuk penghargaan yang kakak dapatkan, dan ini adalah hadiah yang kubelikan untuk kakak, semoga Kakak menyukainya dan memakainya Saat Kakak berlibur ke pantai," ucap Ivanka langsung membuat Adela mengambil hadiah itu dan dia kembali memeluk adiknya dengan hangat.
Setelah berpelukan, Ivanka kemudian menghampiri ayah dan ibunya lalu dia memberi salam kepada dua orang itu dan dia bisa melihat bahwa ayah dan ibunya tampak sangat terkejut melihatnya, namun perempuan itu tetap saja tersenyum lalu duduk bersama dengan kedua orang itu untuk berbincang-bincang.
Ivanka merasa begitu aneh, karena ibunya langsung terlihat begitu akrab padanya, padahal sebelumnya perempuan itu tampak sangat tidak memperdulikannya.
Tetapi Ivanka tidak terlalu memikirkannya dan hanya berpikir bahwa perempuan itu melakukannya untuk menjaga image di depan semua orang sehingga dia kemudian mengikuti permainan orang tuanya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1