Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
40


__ADS_3

Setelah meninggalkan kantor polisi, Ivanka Langsung kembali ke rumahnya dan mengurung diri di kamar untuk mempelajari informasi yang ia curi dari kantor polisi.


Cukup lama perempuan itu duduk di depan komputernya membaca semua informasi sampai akhirnya pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok...


Ivanka langsung menoleh ke arah pintu lalu dia mendengar suara dari balik pintu yang berkata, "ini aku, cepat buka pintunya!!"


Suara itu dikenali Ivanka sebagai suara dari kakak perempuannya yang langsung membuat Ivanka menghela nafas dan mematikan komputernya.


Setelah itu, Ivanka mendekati pintu lalu membuka pintu kamarnya.


Clek.

__ADS_1


Adela yang berada di depan pintu langsung menerobos masuk dan menutup pintu sebelum menatap Ivanka dengan tatapan tegasnya.


"Saat ini kau sudah sangat berani ya? Bukannya datang padaku minta maaf atas apa yang terjadi, kau malah bersenang-senang dengan berjalan-jalan keluar dan kembali ke rumah mengurung diri di kamar. Apakah sekarang karena kau berhasil melakukan operasi plastik dan mengubah seluruh tubuh dan wajahmu, maka kau menjadi lupa diri dan tidak tahu menghormati kakakmu sendiri?!!" Geram Adella yang merasa sangat marah pada perempuan yang ada di depannya.


Biasanya jika perempuan itu berbuat sedikit saja kesalahan, maka akan langsung meminta maaf padanya Tetapi entah kenapa sekarang perempuan itu terlihat sengaja mengibarkan bendera permustahan di antara mereka, dan bahkan membuat masalah yang seharusnya tidak dilakukan oleh perempuan itu.


Tetapi, Ivanka yang mendengarkan ucapan kakaknya hanya bisa menghela nafas, lalu lanjut berkata, "hm, Kakak ini apa-apaan? Kakak mengusirku dari rumah sakit, Lalu setelah itu menyuruhku untuk datang membawakan pakaian untuk kakak, dan aku tidak lagi ke sana karena takutnya Kakak akan mengusirku lagi.


"Tapi kenapa sekarang kakak menjadi marah-marah dan bahkan berpikir bahwa aku harus datang kepada kakak untuk minta maaf? Sayang sekali, tapi aku memiliki lebih banyak pekerjaan daripada harus mengurus hal-hal kecil yang tidak seharusnya aku pikirkan!" Kesal Ivanka.


Plak!


"Sialan!!! Berani beraninya kau! Kau pikir dengan menjadi cantik seperti ini maka derajatmu sudah naik lebih tinggi daripada aku?!!" Teriak Adella.

__ADS_1


Sementara Ivanka yang baru saja di tampar, dia memegangi pipi nya yang telah memerah dan tersenyum memandang kakaknya, "memangnya siapa yang menentukan derajat seseorang? Kak, biar ku beritahu pada Kakak, sebentar lagi aku akan melampaui Kakak dan kakaklah yang akan bersujud meminta maaf kepadaku atas segala yang telah Kakak lakukan selama ini!!!" Tegas Ivanka lalu dia berbalik meninggalkan kakaknya menuju kamar mandi untuk membasahi pipinya yang terasa begitu panas.


Adela yang ditinggalkan sendirian hanya bisa mengirtakan giginya dan dia benar-benar ingin memberi pelajaran yang lebih pada adiknya, tetapi kemudian dia tidak melakukannya lagi sebab pintu kamar Ivanka diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu itu langsung membuat Adela menghela nafas dan dia berusaha mengatur nafasnya sebelum membuka pintu kamar.


"Ada apa kalian teriak-teriak?" Tanya Davi yang tadinya mendengar suara teriakan dari dalam kamar, dia bahkan mendengar suara sesuatu yang dipukul dengan keras.


Adela yang melihat Kakak pertamanya langsung berakting dan berkata, "aku hanya berbicara sedikit dengan adik, tapi tidak perlu khawatir karena semua baik-baik saja."


Setelah berbicara, adalah keluar dari kamar lalu menutup pintu kamar Ivanka sembari memandangi kakaknya dan lanjut lagi berkata, "Aku sangat ingin makan pangsit, bisakah Kakak menemaniku pergi membelinya?"

__ADS_1


Meski masih merasa ada yang salah dengan kedua adiknya, tetapi perempuan di depannya yang tampak memelas dan mengetahui juga bahwa perempuan itu sedang dalam proses penyembuhan, maka Dani akhirnya menganggukkan kepalanya lalu dia menemani perempuan itu keluar dari rumah.


__ADS_2