Mengubah Nasib Gadis Jelek

Mengubah Nasib Gadis Jelek
49


__ADS_3

Di rumah keluarga Ivanka.


Widya yang menahan kantuknya menunggu kepulangan Putri terakhirnya kini merasa kesal bahwa sudah tengah malam seperti itu tetapi putrinya belum kembali juga.


'Hah,, Apakah dia bekerja sampai pagi?' kesal perempuan itu dalam hati bersamaan dengan seorang pria yang turun dari lantai atas dan kebingungan melihat ibunya yang masih terjaga.


"Kenapa Ibu belum tidur?" Tanya Davi.


"Hah,, Ibu menunggu adikmu, katanya ayahmu ingin berbicara dengannya tapi perempuan itu belum kembali juga padahal ini sudah tengah malam," ucap Widya.


"Ahh,, kalau begitu Tunggu saja besok pagi baru dibicarakan, Ibu pergilah beristirahat," ucap Davi yang merasa cemas akan kesehatan perempuan itu.


"Ahh,, itu memang sudah mengantuk, Kalau begitu Kau gantikanlah Ibu berjaga di sini, Kalau adik mau pulang nanti, cepat bangunkan ibu." Ucap Widya langsung dianguki oleh Davi lalu pria itu melihat ibunya telah pergi ke kamar.


Setelah pintu kamar ibunya tertutup, maka Davi kembali ke kamarnya sembari menggelengkan kepalanya karena dia tidak mengerti Hal apa yang harus dibicarakan dengan adik terakhirnya sampai ibunya harus menunggu seperti itu?

__ADS_1


Dan pada keesokan paginya, ketika Widya terbangun, perempuan itu langsung naik ke lantai 2 dan mengetuk-ngetuk pintu kamar Ivanka.


Tok tok tok...


"Ivanka!!" Teriak Widya yang sudah benar-benar tidak sabar untuk berbicara dengan anaknya serta memberi ceramah pada perempuan itu supaya dia tidak pergi melakukan sesuatu yang akan merusak karir kedua kakaknya dan mempermalukan keluarga mereka.


Tetapi Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada jawaban dari dalam kamar hingga dia kembali lagi berteriak, "Ivanka bangun dan buka pintunya!! Ivanka!!"


Teriakan Widya langsung membuat dua orang yang berada di lantai yang sama kini bangun dari tidur mereka dan masing-masing membuka pintu kamarnya melihat ke arah Ibu mereka yang kini bukan lagi mengetuk pintu kamar Ivanka namun menggedor pintu tersebut.


"Ivanka buka pintunya!!" Widya kembali lagi berteriak.


Adela yang saat itu mendengar kebisikan benar-benar kesal pada ibunya dan ia hendak meneriaki ibunya supaya menghentikan aksinya ketika dia menyadari bahwa Davi ada di sana.


Maka perempuan itu hanya bisa menahan diri dan membiarkan Raffi berjalan ke arah ibunya sementara dia kembali masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ibu, apa yang ibu lakukan?" Tanya Davi dengan wajah yang masih mengantuk karena saat itu masih pagi-pagi sekali masih pukul 6.


Widia menghela nafas, "Ibu perlu berbicara penting dengan adikmu, tapi dia bahkan tidak mendengarkan teriakan ibu dan tidak membuka pintunya!!" Kesal Widya dengan tangannya menggoyang-goyang handle pintu kamar Ivanka.


"Aahh,, sepertinya kemarin malam dia tidak pulang, Jadi kamar ini hanya kamar yang kosong saja," kata Davi yang memang kemarin malam ketika dia kembali ke kamar, dia masih tidak tidur sampai beberapa jam lagi tetapi ia tidak merasakan ada seseorang yang membuka pintu di lorong kamar mereka bertiga sehingga pria itu merasa yakin bahwa adik terakhirnya tidak pulang.


"Apa?!" Widia sangat terkejut hingga dia menyertakan giginya lalu perempuan itu pergi meninggalkan Davi untuk mengambil ponselnya.


Ia hendak menghubungi putrinya ketika dia bahkan tidak tahu nomor ponsel putrinya.


Maka perempuan itu hanya bisa meminta nomor ponsel putrinya pada anak lelakinya.


"Bagaimana bisa Ibu tidak memiliki nomor ponsel Ivanka?" Tanya Davi sembari mengambil ponselnya untuk mengirimkan nomor Ivanka ke ponsel ibunya.


"Ibu lupa mintanya," jawab Widya yang tidak mau mengakui bahwa dia tidak ingin menyimpan nomor ponsel perempuan itu, karena selama Ivanka selesai melakukan operasi plastik, perempuan itu tidak pernah lagi membuatnya tenang selalu saja membuatnya kesal dan menciptakan kekacauan!!

__ADS_1


Dia malah berharap supaya waktu bisa diputar kembali dan dia tidak pernah melahirkan anak ketiganya.


__ADS_2