
Ting!
Ivanka tertawa dalam hati saat ia mendentingkan gelasnya bersama seorang pria di depannya yang tak lain adalah kekasih kakaknya sendiri.
"Kenapa Kak Doni datang kemari? Bukankah seharusnya saat ini Kak Doni menghibur kakakku, sebab saat ini dia sedang dalam suasana hati yang buruk?" Tanya Ivanka yang saat itu berada dalam mobil dalam perjalanan menuju ke acara perayaan brand xx.
Dia tidak menduga bahwa di tengah perjalanannya, mobilnya akan dihentikan oleh Doni lalu pria itu naik ke mobilnya membawa sebotol anggur.
"Hm, aku rasa kau jadi jauh lebih menarik dari kakakmu, aku tidak mungkin membiarkan kau begitu saja bukan?" Ucap Doni sembari menghabiskan setengah gelas anggurnya lalu pria itu pun mengulurkan tangannya menyentuh dagu Ivanka.
Melihat pria di depannya benar-benar terjebak, maka Ivanka dengan cepat berdiri lalu dia berpindah duduk di pangkuan Doni sembari mengulurkan tangannya membuka satu persatu kancing kemeja pria itu.
"Akhirnya Kak Doni mengerti juga," ucap Ivanka sembari memainkan tangannya di dada polos pria tersebut.
Doni merasa sangat senang mendapat sentuhan perempuan cantik di depannya, hingga pria itu juga mengulurkan tangannya mengangkat ujung gaun Ivanka dan memegang paha perempuan itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau setelah kau menghadapi acara brand xx kita bersama-sama di apartemenku?" Tanya Doni yang sudah tidak sabar lagi untuk mencicipi tubuh perempuan di depannya.
Ia ingin merasakan bagaimana perbedaan tubuh Ivanka dengan tubuh kakaknya, juga mau melihat seberapa hebat permainan perempuan itu di atas ranjang.
"Ahh,, tentu, kalau begitu nanti aku akan pulang ke apartemen Kak Doni," ucap Ivanka sembari memainkan telinga pria itu dengan tangan kirinya.
Sementara tangan perempuan itu sudah menyelinap menuju bagian bawah tubuh pria itu ketika tiba-tiba saja sang supir menepikan mobil.
Tanpa memandang ke arah belakang di mana dua orang sedang berpangkuan, maka sang supir kemudian berkata, "Kita akan segera sampai, Apakah kita berhenti dulu atau--"
"Lanjut saja," kata Ivanka menyelah ucapan sang sopir sembari perempuan itu pun turun dari pangkuan Doni dan dia kembali duduk di kursinya.
Saat itu, Ivanka yang turun dari mobil sengaja berlama-lama berdiri di depan pintu mobil hingga orang-orang memotretnya di sana dan dia berharap ada sesuatu yang akan terjadi di dalam mobil meski saat itu Doni berusaha bersembunyi di sana.
Cekrek cekrek cekrek...
__ADS_1
Suara kamera yang menjabat Ivanka terus bergema dengan Ivanka yang berdoa dalam hati agar ada sesuatu yang terlihat.
Benar saja, tepat sebelum Ivanka melangkah menuju karpet merah, seorang wartawan yang ada di sana kemudian berkata, "sepertinya ada seseorang di atas mobil, apakah kau diantar kemari oleh seseorang?"
"Benar sekali, Sepertinya itu seorang pria, Apakah itu kekasihmu?" Timpal wartawan yang lainnya benar-benar ingin membuat Ivanka bersorak senang dalam hati.
Meski dia tidak suka ada skandal tentang dirinya, tetapi kebersamaannya dengan Doni bukanlah suatu hal yang akan menjadi sebuah skandal, sebab hubungannya dengan pria itu tidak akan membuat orang keheranan bila mereka bersama-sama.
"Ahh itu," Ivanka menghela nafas sembari melihat ke dalam mobil dan dia terlihat tidak ingin memperlihatkan sosok itu.
Tetapi para wartawan yang cukup penasaran sebab beberapa waktu terakhir nama Ivanka sedang ramai diperbincangkan sebab Dia adalah model pendatang terbaru yang langsung mengisi beberapa iklan-iklan besar yang menarik banyak perhatian orang.
Oleh sebab itu, wartawan terus mendesak Ivanka sehingga Doni yang ada di atas mobil mau tidak mau harus turun dari mobil.
Doni menatap semua wartawan, lalu dia kemudian berkata, "aku menggantikan manajer asilah mengantarnya kemari."
__ADS_1
Melihat bahwa ternyata Doni lah yang ada di sana, maka semua wartawan menjadi kecewa, tetapi tetap saja mereka mengambil potret Ivanka bersama-sama dengan Doni sebelum Ivanka melangkahkan kakinya meninggalkan mobil.
'Bagus, berita ini akan sampai ke pada perempuan ular itu!' ucap Ivanka dalam hati yang kini merasa puas bahwa dia berhasil menjebak pria itu dan akan membuat kakaknya menjadi sangat marah.