
"Anak kurang ajar!!! Bisa-bisanya kau membantah kedua orang tuamu?!!" Bentak Widya bersamaan dengan askara yang juga berdiri untuk memberi pelajaran pada putrinya.
Pria itu mengangkat tangannya untuk menampar Ivanka hingga membuat Ivanka menggertakan giginya dengan kelakuan dua orang tua itu.
🤠🤠ðŸ¤
Perempuan itu dengan cepat mengangkat tangannya lalu menahan tangan ayahnya sembari berkata, "Aku bukan Ivanka yang dulu lagi yang bisa kalian perlakukan semau kalian jadi kuperingatkan supaya berhenti mengatur ngatur aku!!!"
Widya dan Askara sangat terkejut dengan keberanian Ivanka, tetapi mereka belum berbicara apapun ketika Ivanka telah melepaskan tangan ayahnya lalu perempuan itu segera naik ke lantai dua untuk pergi ke kamarnya.
Begitu tiba di kamar, Ivanka mengunci pintu kamarnya lalu dia kemudian mengirim rekaman pembicaraannya dengan Ibunya dan ayahnya pada Kakak pertamanya.
'Dasar kalian, emangnya kalian pikir aku terlalu bodoh? Kalau kalian membuat Kak Dafi tidak berada di rumah saat sedang mengajariku, maka aku yang akan membuat dia mengetahui semuanya!!!' ucap Ivanka dalam hati sembari tersenyum merendahkan lalu dia meletakkan ponselnya dan memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Saat ia masuk, dia mendengar suara pintu yang digedor-gedor Tetapi dia tidak memperdulikannya dan hanya mengambil earphone miliknya lalu memasangnya supaya dia tidak mendengar suara berisik itu.
Perempuan itu berendam lalu mandi, dan setelah mandi Dia kemudian keluar dari kamar.
'Kenapa tidak ada yang berusaha untuk membuka pintuku?' ucap Ivan ke dalam hati yang merasa aneh bahwa Ayah dan Ibunya sudah berhenti untuk berbicara dengannya.
Tetapi kemudian, ketika dia melihat ke lantai bawah, ia melihat Davi sedang memasuki rumah dengan langkah yang cepat hingga membuat perempuan itu langsung mengerti bahwa orang tuanya menghentikan kelakuan mereka karena anak pertama mereka telah kembali.
"Kakak!" Ucap Ivanka langsung memulai sandiwaranya dengan perempuan itu segera berlari ke lantai bawah dan memeluk kakaknya dengan erat.
"Maaf, tadi ada kegiatan di luar Sekarang di mana Ayah dan Ibu?" Tanya Davi yang saat ini berada dalam keadaan marah.
"Hm, sepertinya mereka di kamar, tapi apa yang ingin Kakak bicarakan dengan ayah dan ibu?" Tanya Ivanka langsung membuat Davi mengulurkan tangannya mencubit pelan pipi Ivanka.
__ADS_1
"Ini urusanku dengan ayah dan ibu, sekarang kembali ke kamarmu dan istirahat," ucap Davi langsung membuat Ivanka menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu pun naik ke kamarnya dengan perasaan penuh semangat.
Dia sudah tahu apa yang akan terjadi, sehingga perempuan itu hanya masuk ke dalam kamarnya dan bermain ponsel sepanjang hari itu.
Pada sore hari, pintu kamarnya kembali diketuk oleh seseorang hingga kemudian membuat Ivanka membuka pintu tersebut.
Clek.
"Kakak," ucap Ivanka melihat Davi yang berdiri di ambang pintunya lalu perempuan itu membiarkan Davi masuk ke kamarnya hingga mereka berdua duduk di sofa.
"Hah,, Kakak minta maaf, kakak tidak tahu kalau selama ini ayah dan ibu terus menghalangimu untuk menjadi apa yang ingin kau mau. Tapi mulai sekarang, kau bisa melakukan apapun yang kau mau karena kakak akan selalu mendukungmu. Ah,, Kakak sudah melihat salah satu iklan yang ada di majalah, Kau sangat cantik di sana," ucap Davi yang mana tadi ketika dia keluar bersama dengan teman-temannya dia tak sengaja melihat foto adiknya di sebuah majalah yang membuat pria itu sangat terkejut.
"Benarkah?!" Ivanka bertanya dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Hm, ayah dan ibu sudah berjanji bahwa mereka tidak akan memarahimu lagi." Ucap Davi benar-benar membuat Ivan kamera sangat senang hingga Dia kemudian memeluk pria itu dengan senang.
"Terima kasih Kakak, Kakak adalah yang terbaik!!!" Kata Ivanka.