Mengulang Kembali Waktu Untuk Balas Dendam Yang Sempurna

Mengulang Kembali Waktu Untuk Balas Dendam Yang Sempurna
Chapter 39


__ADS_3

Hubungan Lucy dan Timothee yang tampaknya tidak begitu baik dan keluarga Jordan yang tidak menyembunyikan rasa tidak suka mereka terhadap Lucy membuatku semakin penasaran tentang alasan mereka membebaskan Lucy dan ibunya dari penjara. Terlebih tadi mereka membiarkannya ikut acara makan malam yang diperuntukkan untuk membahas pertunanganku dengan Alexander. Terlalu banyak hal janggal di sini.


“Kamu dari mana?” tanya Alexander.


Laki-laki itu tampaknya tidak mengetahui keributan yang sebelumnya sempat terjadi antara aku, Timothee dan Lucy. Ekspresinya tampak biasa saja.


“Dari toilet,” kataku.


Ia hanya mengangguk-angguk. Tidak ada lagi percakapan yang terjadi di antara kami setelahnya.


Aku sebenarnya ingin menyuarakan rasa penasaran yang terus tertanam di dalam hatiku sejak tadi. Tapi aku ragu ia akan memberikan jawaban yang kuinginkan. Ia juga tidak pernah memulai percakapan tentang hal itu.


Kami berjalan menuju halaman belakang rumah keluarga Jordan dan duduk di kursi yang terdapat di halaman belakang rumah. Ada sebuah taman kecil di sana.


“Kenapa Lucy bisa ada di sini?” tanyaku kembali membuka percakapan.


Alexander tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya terdiam sambil menatap ke arah depan.


Aku memperhatikannya sambil menunggu ia menjawab pertanyaanku. Cukup lama ia terdiam sampai akhirnya ia mulai bersuara.


“Ia dan Timothee bertunangan.”


Jawabannya membuatku tertegun. ‘Apa ini karena foto mereka yang tersebar beberapa hari yanglalu? Foto yang menunjukkan bahwa mereka telah tidur bersama,’ batinku.


“Jadi, ini alasan orang tuamu membebaskan mereka dari penjara?”


Aku tertawa hambar. Takdir terkadang begitu lucu dan picik. Aku tidak pernah membayangkan akan menjadi satu keluarga lagi dengan orang yang hampir membunuhku.


Tidak. Mereka bahkan sudah membunuhku tiga kali. Aku tentu tidak lupa bahwa orang yang paling sering membunuhku adalah adiknya, Timothee, mantan tunanganku.

__ADS_1


Alexander kembali terdiam. Suasana menjadi canggung di antara kami. Ia tentu tahu apa yang menyebabkan dua orang itu mendekap di balik jeruji besi beberapa hari yang lalu. Fakta bahwa keluarganya membebaskan dua orang itu dari sana tentu bukan hal yang baik untuk hubungan kami saat ini.


Tapi aku bisa apa? Aku dan keluargaku bahkan tidak bisa protes tentang keputusan mereka karena mereka memegang nyawa perusahaan ayahku saat ini. Salah langkah saja bisa membuatku dan ayahku jatuh ke dalam kesengsaraan yang lebih lagi.


“Takdir itu memang segila ini ya?” Pertanyaan yang sebenarnya tidak kutujukan pada siapa pun. Aku hanya ingin menyuarakan pendapatku tentang takdir menyebalkan yang tengah kualami saat ini.


Bahkan setelah menjadi calon tunangan pewaris JJ Group, keselamatanku juga masih terancam. Orang yang paling berbahaya untukku bahkan bisa berkeliaran di dekatku dengan bebas. Tidak ada yang benar-benar bisa membuatku merasa lebih aman.


Aku menghembuskan nafas kasar. Alexander yang duduk di sebelahku terus berdiam sejak tadi. Semua hal yang terjadi hari ini benar-benar terasa sangat menyebalkan.


***


Rasa penasaranku semakin bertambah karena Lucy justru menjadi tunangan Timothee. Jujur saja, keluarga Jordan cukup kuat untuk membereskan masalah foto yang beredar dan membuat Lucy semakin menderita di dalam penjara. Tapi anehnya, mereka tidak melakukan hal itu meskipun mereka tidak menyukai Lucy.


“Bahkan Timothee tidak menyembunyikan rasa tidak sukanya pada gadis itu meskipun mereka sudah tidur bersama,” gumamku.


Kedua mataku mendapati Lucy dan Timothee yang tengah berjalan sembunyi-sembunyi ke bagian samping rumah. Orang-orang masih sibuk di dalam dan tidak ada yang begitu memperhatikan keduanya.


“Apa yang sebenarnya kamu inginkan!” Timothee memulai pembicaraan dengan nada membentak pada Lucy.


Bukannya ciut dan merasa takut, gadis itu justru tersenyum melihat reaksi Timothee saat ini.


“Bukannya kamu sudah tahu?” ia balik bertanya pada laki-laki itu.


Timothee tampak sangat frustasi karenanya. Ia mengusap kasar rambutnya dan menatap kesal ke sembarang arah.


“Kenapa kamu datang ke sini?” tanya laki-laki itu lagi.


Satu fakta yang baru saja kuketahui adalah Lucy sama sekali tidak diundang untuk hadir dalam acara makan malam kali ini. Ia datang atas keinginannya sendiri. Kedatangannya pun sepertinya tidak disambut dengan baik oleh keluarga Jordan.

__ADS_1


“Kenapa memangnya?” tanyanya dengan  wajah tersenyum dan setengah tertawa.


“Aku juga akan menjadi bagian dari keluarga ini. Salahkah jika aku datang berkunjung saat jam makan malam?”


Timothe mengguncang keras kedua bahu gadis itu saking kesalnya. Wajahnya bahkan memerah karena kesal.


“Kamu sudah gila?!” Laki-laki itu menahan teriakannya.


Ia tampak ingin menelan bulat-bulat Lucy saking kesalnya. Hubungan keduanya tampaknya jauh lebih buruk dibandingkan dugaanku. Lantas mengapa mereka justru bertunangan dan keluarga Jordan membebaskan gadis licik itu dan ibunya dari penjara?


Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di dalam kepalaku. Aku benar-benar tidak mengerti dengan situasi yang kulihat saat ini. Semua sangat janggal bagiku.


“Aku masih waras,” katanya sambil tertawa dan menepis perlahan kedua tangan Timothee yang mencengkram kedua bahunya saat ini.


“Kamu jangan terlalu kasar. Bayi yang ada di dalam kandunganku bisa kenapa-kenapa kalau kamu terus bertingkah seperti ini.”


Aku melongo dengan apa yang baru saja kudengar. Lucy telah hamil. Tidak mungkin hubungan mereka baru terjadi baru-baru ini jika gadis itu sudah hamil sekarang.


Timothee tampak panik setelah Lucy berbicara seperti itu. Ia segera membekap mulut gadis itu dan memperhatikan sekelilingnya seakan-akan tidak ingin satu orang pun tahu tentang hal itu. Tapi aku yakin keluarga Jordan sudah pasti tahu tentang hal ini.


Semua kini tampak masuk akal. Alasan mengapa mereka membebaskannya meskipun hampir membunuhku yang jelas-jelas adalah tunangan Timothee saat itu. Dan alasan mengapa keduanya bisa bertunangan saat ini. Aku tidak menyangka keduanya bahkan sama busuknya dengan apa yang kuingat tentang mereka di kehidupanku sebelumnya.


“Kenapa?” Lucy menepis tangan Timothee yang membekap mulutnya.


“Toh, keluargamu juga sudah tahu. Si j4l4ng Alicia juga tentunya sudah menduga hal ini. Apa yang kamu takutkan?”


“Diam kamu!” Timothee membentak Lucy.


“Satu-satunya si j4l4ng murahan yang menyodorkan dirinya ke sembarangan pria itu kamu! Aku tidak percaya kamu bahkan hamil saat ini. Aku ragu itu adalah anakku!”

__ADS_1


Lucy tertawa mendengar apa yang baru saja Timothee katakan. Ia tampak sangat puas dengan reaksi laki-laki itu.


“Tentu ini anakmu, sayang. Dan sembarangan pria yang kamu maksud tentu saja kamu. Kamu kira aku tidur dengan laki-laki lain selain kamu?” katanya dengan nada mengejek.


__ADS_2