Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 10 # Akad Nikah


__ADS_3

Aku pun mulai mengucap kan ijab qobul yang di saksikan oleh Pak Tony wali dari Casandra Liem serta Pak RT lingkungan tempat aku tinggal.


"Bismillahirohman Nirrohim... Saya nikahkan engkau Rio Dewangga Saputra dengan putri saya Casandra Liem binti Tony Bagaskara Liem dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"Ucap Pak Tony sembari menjabat tangan ku.


Dengan lantang tanpa hambatan aku pun mengucapkan ijab qobul itu sembari menjabat tangan papi Casandra Liem.


"Sah..."Ucap pak RT sebagai Saksi.


"Sah...!"


"Sah..."Seru semua orang dan ibu-ibu pengajian.


Pak penghulu pun membimbing dan mendoakan pernikahan kami.


"Ya... Allah.Apakah hamba mu ini sedang bermimpi?"Aku membatin sembari melirik nona eh... Istri ku tercinta yang dari tadi berwajah datar.


Aku tidak tau dengan perasaannya dia kepadaku seperti apa.Tapi seketika aku melihat dia yang mengulas senyum nya dengan terpaksa.


Semoga waktu bisa meluluhkan hati nya.


Suana akad yang hening khidmat dan privasi adalah permintaan dari Casandra Liem.


Seluruh karyawan pun tidak ada yang mengetahui bahkan Panji teman sohib ku pun juga tidak mengetahui.


Hanya Pak Tony mengirimkan 200 kotak nasi untuk karyawan di kantor cabang sebagai tanda syukuran atas pernikahan ku dan Sandra.


Itu semua permintaan dari Casandra Liem.


"Sandra nak,cium punggung tangan suami kamu."Titah mami Sandra.


Dengan wajah ditekuk nya Sandra mencium punggung tanganku.


Walau harus di paksa oleh mami nya.


"Sekarang giliran nak Dewa mencium kening nak Sandra ya..."


"Mi......"Seru Sandra yang menekan kalimat nya.


"Nak...."


"Bu......"Kata ku lirih kepada mami Sandra sembari aku menggelengkan kepala bermaksud untuk tidak memaksa Sandra.


"Silahkan bapak ibu hidangan nya untuk di cicipin."Seru Pak Tony yang mengalihkan semua undangan yang fokus menatap ku dan Sandra.


Ibu-ibu pengajian dan beberapa tetangga dan kerabat memberi selamat kepadaku dan Sandra.


"Pak RT,saya titip anak-anak saya.Apabila nanti Dewa dan juga Sandra tinggal di wilayah nya pak RT.Mohon bantuan nya untuk di beri penjelasan kepada warga nya Pak RT."Pesan Pak Tony kepada Pak RT.


"In Sya Allah Pak Tony akan kami beri penjelasan sesuai keadaan dan berikut Fakta."Ucap pak RT.

__ADS_1


"Dewa... Selamat ya,akhir nya kamu memiliki keluarga kecil.Jadilah imam yang Sholeh dalam membimbing istri dan anak-anak mu kelak.Tugas saya sebagai papi Sandra sudah selesai,selebih nya papi serahkan semua nya kepada mu.Sabarlah dengan dia,cintailah dia setulus nya dan jangan sakiti dia."Pesan Pak Tony sembari melirik Sandra dan meraih tangan Sandra dan tangan ku yang disatukan.


Mendengar wejangan dari Pak Tony atau Papi mertua membuat bulu kuduk ku merinding dan tiba-tiba Sandra mulai berkaca-kaca.


"Pi......."Kata Sandra yang memeluk papi nya dengan sendu.


"Nak.... Surga nya istri ada pada suami.Berbaktilah kepada suamimu.Semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah"Ucap papi Sandra.


"Aamiin....."Jawab ku dan semua orang.


Tak terasa acara pernikahan dadakan ini sudah selesai.Cukup sederhana.Kami pun berkumpul diruang keluarga.


Mami Papi duduk bersandingan di sofa.Sandra dan Ayu duduk bersandingan dan aku duduk sendirian😞.


"Ayu... Duduk sama Papi mami.Dewa duduk samperin istri mu."Titah mami.


"Ih,apaan sih mi..."Decih Sandra kesal pada mami nya.


"Udah dong.. Jangan ketus-ketus gitu.Mami kan ingin melihat pengantin baru"Jawab Mami sembari mengulas senyum nya.


"Dewa,duduk di situ."Titah mami Sandra dan aku mengangguk dan duduk di samping Sandra.


"Nah... Kalau begini kan enak di pandang."Sahut Papi .


"CK,"Sandra yang berdecih kesal.


"Dewa,segera ya..."Kata Pak Tony yang berkode mata dengan ku.


"Segera apa Pi?"Sahut Sandra sambil melirik ku dan melirik papi nya.


"Dedek lah...."Sahut Ayu sembari mengulas senyum nya.


Sandra pun melotot kan kedua mata nya ke arah Ayu.


"Enggak usah jadi kompor ya.."Sahut Sandra ketus kepada Ayu dengan lirikan tajam nya.


"Loch .. Kok kompor sih kak?Memang benar kan?"Kilah Ayu yang sengaja goda kakak nya.


"Hmmmm jadi enggak sabar dech Ayu dipanggil Aunty,Papi dipanggil kakek ,mami...."


Plukkkkk


Sebuah bantalan sofa mendarat tepat ke arah Ayu adik nya.


"Kakak....."Pekik nya.


"Bodo....!"Sahut Sandra kesal dan beranjak berdiri.


"Loch,mau kemana?"Tanya mami ke Sandra dan Sandra menghentikan langkah nya.

__ADS_1


"Tidur mi... Besok Sandra ada meeting."Jawab Sandra dengan mengerucutka bibir kedepan.


"Meeting apa ngadon?"Goda Ayu lagi sembari ngikik.


Sandra pun menghentakkan kaki nya dan melempar bantalan sofa ke arah Ayu lagi.


Papi Mami pun hanya menggelengkan kepala nya setelah melihat Sandra berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamar nya.


"Ihhh... Gemes sekali sih kamu jahilin kakak kamu."Sela mami sembari mencubit hidung Ayu.


"Kakak itu lucu orang nya enggak bisa untuk diajak bercanda."Sahut Ayu.


"Kak Dewa... Seng sabar-sabar ya sama macan."Kata Ayu memperingati ku dengan candaan aku pun mengulas senyum.


"Dewa... Susulin istri kamu nak.Sudah waktu nya untuk istirahat."Kata Papi mertua.


"Oh,... I... Ya Pi.Kalau begitu Dewa izin keatas dulu ya."Pamit ku kepada Papi mami mertua sembari beranjak berdiri.


"Semangat kak Dewa,tembak banyak-banyak ya."Canda Ayu kepadaku dan aku hanya bisa mengulas senyum mengangguk.


Aku pun menaiki tangga menuju kelantai dua kamar nya Sandra.


Tok... Tok... Tok...


Ceklek...


"Assalamualaikum..."Aku mengucapkan salam ketika masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar kembali.


"Waalaikum salam...."Jawab Sandra dengan bibir mengerucut kedepan yang duduk di meja rias.


Aku berdiri di dekat ranjang sembari melihat dan memperhatikan cantik nya istri ku sembari menelan Saliva.


Dia mengenakan piyama tidur berlengan panjang berwar na pink.Lalu dia berjalan ke arah ranjang.


"Bantal dan guling buat loe."Ucap nya dengan jutek sembari memberikan bantal dan guling kepadaku.


"Kita kan sudah resmi menjadi sepasang suami istri?"Aku yang protes sembari menatap Sandra.


"Iya.Tapi gue belum bisa dan belum siap!"Jawab Sandra.


"Sandra.... Ki.."


"Please stop it.Loe bisa enggak diem dan tutup mulut."Kata Sandra sembari menutup kedua telinganya dengan bantal.


"Loe bisa tidur di sofa dan jangan diranjang.Awas loe cari-cari kesempatan."Peringat Sandra lagi.


Aku pun memahami apa yang dimaksud Sandra.


"Sabar.... Astagfirullah..."Aku yang membatin sembari berjalan menuju kearah Sofa dengan membawa bantal dan guling.

__ADS_1


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2