
Tok... Tok... Tok...
"Assalamualaikum....."
Tok... Tok... Tok...
"Assalamualaikum..."
"Duh... Siapa sih pagi-pagi begini ganggu saja."Sandra yang ngedumel didepan meja rias sembari menggulung rambut nya dengan handuk yang nampak basah.
"Kemana sih Dewa.."Gerutu nya dengan bibir berkerucut ke depan.
Sandra pun merapikan baju kimono nya sebelum dia beranjak membuka kan pintu.
Ceklek....
"Waalaikum salam......"
"M... Maaf !Mbak siapa kok berada di kontrakan kak Dewa?"Tanya gadis itu terkejut sembari membawa rantangan nasi.
"Lach situ siapa?Saya juga enggak kenal dengan situ!"Jawab Sandra dengan ketus.
"Saya Rika mbak,saya anak nya pemilik kontrakan ini."Kenal Rika kepada Sandra.
"Oh... Anak nya pemilik kontrakan ini?Lain pacar nya Dewa?"Tanya Sandra yang kesal sembari kedua mata nya yang tidak bersahabat melirik keatas dan kebawah penampilannya Rika.
"Bu... Bukan mbak."Jawab Rika.
"Kalau bukan pacar nya Dewa lalu untuk apa kamu datang pagi-pagi begini sambil membawa rantangan nasi?"Tanya Sandra lagi dengan judes.
"Emmmm......"
"Rika....?"Kata Dewa yang baru datang dari arah luar rumah.
"Eh,kak Dewa."Sahut Rika.
"Cocok sudah."Ucap Sandra dan Dewa pun terdiam.
Sandra pun mulai masuk kedalam rumah dan pergi meninggalkan obrolan Dewa dan Sandra.
"Siapa dia kak?"Tanya Rika kepadaku tanpa ragu.
"Dia Casandra Liem,istri saya Rika."Jawab ku berterus terang kepada Rika.
"A... Apa kak isteri?"Ulang nya yang terkejut dengan mata yang mulai berbinar-binar.
"Ouh... Kapan kakak menikah?Kok kakak enggak memberi kabar ataupun undangan kepada Rika?"Tanya Rika dengan menahan sesuatu.
Kedua manik-manik mata nya tidak bisa membohongi kalau dia sedang sedih mendengar aku sudah menikah.
"Maaf Rika.Acara nya mendadak.Aku tidak sempat untuk memberi tahu mu."Ucap ku.
"Ahhh,iya kak.Enggak apa-apa kok.Semoga keluarga kakak menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah kak ya."Ucap Rika yang mendoakan.
"Ya,sudah kalau begitu Rika pamit dulu ya kak.Dan ini buat kakak dan kak Sandra tadi Rika masak banyak seperti biasa."Kata Rika sembari memberi rantangan makan untuk ku.
"Eh... Jangan-jangan Rika.Buat kamu saja,maaf sa..."
"Enggak apa-apa kok kak.Rika pamit pulang.Assalamualaikum..."Ucap Rika yang memaksa ku untuk menerima rantangan nasi nya dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Aku pun mulai menarik tuas pintu rumah sembari membawa rantangan nasi dari Rika.
Ceklek,
Aku membuka pintu dan berjalan ke arah kamar untuk melihat Sandra.
Aku pun menghampiri Sandra yang sedang berdiri di depan cermin hias.
"Ini tadi Rika kesini membawa makanan untuk kita."Ucap ku kepada Sandra.
"Untuk kita apa untuk Loe?"Sindir Sandra dengan ketus.
"Ya... U ... Untuk kita lah."Jawab ku terbata.
"Kamu makan sendiri.Aku mau kerja."Kata Sandra beranjak pergi dari meja rias.
Aku pun meraih lengan Sandra.
"Ihh,lepas..."Tanganku yang dikibas oleh nya.
"Kamu kenapa sih kok malah marah-marah begini?"Tanyaku yang mulai kesal dengan perangai Sandra.
"Kenapa loe enggak terima?Sekarang loe balikin rantangan nasi itu ke pacar loe itu."Jawab Sandra sembari menunjuk rantangan nasi itu yang tak berdosa.
"Rika bukan pacar aku Sandra."Kata Dewa dengan mimik melas.
"Gue enggak butuh alasan Loe.Gue hanya ingin loe balikin rantangan nasi itu."Kata Sandra.
"Ihhh... Sini,lama loe."Kata Sandra sambil meraih rantangan nasi dari Rika.
Preng.....
"Astagfirullah hal adzim..."Aku berucap istigfar ketika aku melihat Sandra dalam keadaan emosi nya yang membanting rantangan nasi itu.
"Gue mau pulang kerumah mami.Kalau loe enggak mau beres-beresin barang-barang loe dan pindah cari kontrakan yang baru gue enggak mau pulang."Ancam Sandra.
"Sandra... Please dong jangan seperti itu."
"It's Ok,berarti loe enggak mau untuk pindah."Kata Sandra sambil mengambil koper dan memasukan baju-baju nya.
Sandra pun melangkah kan kaki nya dan pergi keluar membawa koper nya.
"Astagfirullah hal adzim..."
Aku yang beristigfar dan terduduk dipinggir ranjang sembari mengacak rambut ku.
Sementara itu...
Mobil Sandra sudah terparkir rapi di rumah orang tuanya.
Tap ... Tap... Tap...
Sandra yang asal masuk kedalam rumah tanpa salam itu langsung berjalan menaiki tangga.
"Sandra... Sandra..."Panggil Papi.
"Ada apa dengan kak Sandra ya mi Pi?"Tanya Ayu kepada kedua orang tua nya.
"Coba mami lihat dulu."Jawab mami beranjak berdiri.
__ADS_1
"Ayu ikut mi..."Sela Ayu.
"Eh... Jangan,nanti kakak kamu tambah marah-marah."Kata mami kepada Ayu.
"Biar mami yang naik keatas."Kata mami dan berjalan melangkah kan kaki menaiki lantai dua.
Sesampainya mami di depan pintu kamar Sandra,mami menarik tuas pintu kamar dan mulai masuk ke kamar nya.
Sandra saat itu yang terdiam memiringkan badan sembari memeluk guling.
"Sandra....."Panggil mami yang duduk dipinggiran ranjang yang dibelakangi punggung Sandra.
"Sandra kenapa?Sandra apa ada masalah dengan Dewa?"Tanya Mami lagi sembari mengusap rambut panjang putri cantik nya.
"Enggak kenapa-kenapa Mi.Sandra capek."Jawab Sandra lirih.
"Coba Sandra cerita kepada mami.Mami mau dengerin."Bujuk mami kepada Sandra dengan lembut.
Setelah dibujuk oleh mami nya,akhir nya Sandra menyandarkan kepala di pangkuan mami tercinta nya.
"Ceritalah nak,apa kamu sedang ada masalah dengan Dewa?"Tanya mami sembari mengusap-ngusap puncak kepala anak nya.
"Sandra sedang kesal mi sama Dewa."Cerita Sandra.
"Kesal kenapa?"Tanya mami lagi.
"Jadi,tadi pagi tuh ada cewek datang kerumah bawa in rantangan nasi buat Dewa."
"Terus masalah nya dimana?Kok sampai kamu tiba-tiba pulang kerumah dengan membawa koper segala hm?"Tanya mami lagi.
"Ya kesel mi... Dari hari pernikahan Sandra kesal banget sama Dewa.Enggak tau kenapa."
Jawab nya ketus.
"Memang nya siapa cewek yang bawa rantangan itu?"Tanya mami yang kepo.
"Ih... Mami kepo banget deh."Sahut Sandra kesal.
"Anak yang punya kontrakan Dewa.Dengan nada sombong nya dia ngomong seperti itu.Aku kasih tau kepada Dewa untuk mencari kontrakan baru,kalau Dewa enggak mau cari kontrakan baru Sandra enggak mau pulang."Jelas Sandra.
"Kenapa harus pindah kontrakan nak?"Tanya mami lagi.
"Ya harus lah mi.Sandra enggak mau tinggal disitu lagi.Apalagi harus bertetanggaan dengan cewek itu."Kata Sandra dengan ketus.
"Itu tandanya kakak sedang jealous..."Sahut Ayu yang tiba-tiba datang masuk ke kamar Sandra.
Plukkk
"Asal aja loe kalau njeplak!"Ucap Sandra sembari melempar Ayu bantal guling.
"Ya benar dong kata Ayu.Kalau kakak enggak cemburu ngapain harus pindah ke kontrakan baru?Bilang aja loe takut kan kalau kak Dewa diambil sama tuh cewek.."Goda Ayu ke pada Sandra.
"Ayu....."Pekik Sandra.
"Tu kan... Loe mulai bucin sama kak Dewa."Ayu yang mulai meledek lagi.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1