Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 36 # Malas berdebat


__ADS_3

"Perut nona Sandra mengalami benturan atau guncangan yang sangat kuat dan itu menyebabkan calon bayi nya tidak terselamat kan.Maka dari itu kami harus melakukan tindak curetasi."Jelas dokter Wulan.


"Dalam arti keguguran."Tambah dokter Wulan.


Mendengar ucapan dari dokter Wulan,raut wajah Dewa kini tambah terlihat sedih.Kedua mata nya mulai berusaha menahan buliran air mata yang akan membasahi pipi nya.


"Sabar tuan Dewa."Ucap dokter Wulan kepada Dewa.


Dewa pun mengangguk kan kepala dan permisi undur diri dari ruangan dokter Wulan.


Dengan lesu,Dewa menghampiri keluarga Sandra yang sedang duduk di depan ruang tunggu IGD.


Mami,papi dan Ayu pun langsung menghampiri Dewa.


"Bagaimana hasil nya Dewa?"


"Nak,bagaimana keadaan Sandra dan anak nya?"


"Kak... Bagaimana keadaan kak Sandra?"


Aku menghela nafas panjang dan mengatur nafas ku sebelum menjawab pertanyaan papi mami mertua serta Ayu adik ipar ku.


"Pi,Mi.... Dan Ayu.Dokter telah melakukan Curetasi karena bayi Sandra tidak tertolong karena akibat benturan yang keras."Ucap Dewa yang sedih.


"Innalilahi wainailahi rojiun....."Ucap papi,mami dan Ayu bersamaan.


"Hiks... Hiks..."Dewa yang tiba-tiba menangis Sendu.


Mami pun memeluk anak menantu nya itu.


"Sabar nak ya... "


"Perjuangan sekali mi untuk mempertahan kan anak Dewa.Dan semua harus berakhir dia pergi."Ucap Dewa yang curhat kepada mami nya.


"Sabar kak... Ini bukan akhir dari segalanya.Insa Allah ,Allah akan segera memberi kepercayaan lagi untuk kak Dewa dan kak Sandra."Kata Ayu sembari menepuk punggung Dewa yang dipeluk mami nya.


Dewa pun melepas pelukan mami nya.


"Mi,Pi... Dewa mau me makam kan dulu janin Sandra."Ucap Dewa yang berpamitan kepada mami papi nya.


"Iya Dewa.Sekalian kamu pulang dan ganti baju mu."Ucap papi Sandra dan Dewa pun mengangguk kan kepala.

__ADS_1


Dewa pun melangkah kan kaki nya menuju koridor ke arah pintu keluar.


Sementara mami papi dan Ayu masih menunggui Sandra di depan ruang IGD yang belum sadarkan diri karena pengaruh obat.


Dua jam kemudian Sandra di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP.Disana masih setia mami papi beserta Ayu yang menunggui nya.Sementara Dewa masih di pemakaman untuk me makam kan janin Sandra.


Perlahan dengan perlahan Sandra mulai membuka mata nya dengan perlahan.


"Alhamdulillah nak,kamu sudah sadar...?"Ucap mami kepada Sandra yang duduk dikursi di samping brankar Sandra.


Papi dan Ayu yang tadi terduduk di sofa kini beranjak berdiri dan mendekat ke arah Sandra.


"Mi..... "Kata Sandra lirih sembari menggigit bibir bawah nya yang menahan sakit.


"Iya nak.....?"Jawab mami sembari menyibak anakan rambut Sandra kesamping.


"Mi,perut Sandra nyeri sakit sekali.Apa yang terjadi dengan Sandra mi?"Tanya Sandra kepada mami nya.


Mami pun menatap papi dan menatap Ayu dan sejenak terdiam.


"Mi...... Mami tidak sedang merahasiakan sesuatu kan?"Tanya Sandra yang mulai mencurigai mami nya.


"A-anak,anak Sandra bagaimana keadaan nya mi?"Tanya Sandra lagi kepada mami nya.


"M-maksud nya?A-anak ,anak aku kenapa Ayu?"Tanya Sandra yang mulai menaikan alis nya.


"Sandra,janin yang berada di dalam perut kamu harus di kuretasi karena tidak tertolong saat kamu jatuh di pusat perbelanjaan tadi siang nak."Jelas mami sembari menggenggam telapak tangan Sandra.


"Itu artinya Sandra keguguran mi?"Tanya Sandra sembari menahan kedua manik-manik matanya yang berbinar.


"Sabar ya nak....."Ucap mami yang menguatkan Sandra saat Sandra mulai meneteskan air mata nya.


Ceklek,


"Assalamualaikum...."


"Waalaikum salam..."Jawab semua orang yang menoleh ke arah sumber suara.


Dewa datang dengan mengenakan baju Koko dan ber songkok warna hitam.Dia menyalami papi dan mami mertua nya.


Dia pun melangkahkan kaki nya mendekat ke arah brankar Sandra.

__ADS_1


"Sandra mau sendiri... Tolong tinggalin Sandra."Ucap Sandra mengusap air mata dan memalingkan wajah nya ke arah lain ketika Dewa mendekati nya.


"Sandra...."Kata Dewa lirih.


"Tinggalin aku sendiri.Kamu paham enggak!"Pekik Sandra kepada Dewa.


"Kak Dewa yuk kita keluar dulu kak.Biar kak Sandra sendiri dulu.Kita beri waktu kepada nya."Kata Ayu yang menarik tangan ku untuk menjauh dari brankar Sandra.


Aku melihat papi dan mami yang menganggukan kepala dan membenarkan kalimat yang Ayu ucap kan.


Kami pun keluar dari ruangan Sandra.


Sementara di balik pintu ruang rawat Sandra terlihat sangat sedih dan menangis.Tangis nya memang tak bersuara hanya saja dia mengekspresikan dengan mengepalkan tangan nya yang berulang kali di hantup-hantupkan di brankar nya.


"Hiks... Hiks.... Kenapa disaat aku mulai menyayangi anak ku aku malah kehilangan anak ku.Apa dosa ku sangat besar Ya Allah,sehingga engkau belum bisa memberi ku sebuah kepercayaan untuk merawat nya."Gumam Sandra sembari menitikan air mata nya.


"Hiks... Hiks..."Tangis nya yang sendu.


Sementara itu di depan pintu rawat inap Sandra....


"Astagfirullah hal adzim.... Papi keterlaluan sekali.Itu namanya papi dan kak Dewa mempermain kan perasaan kak Sandra."Ucap Ayu yang mengomeli papi nya dan juga kakak ipar Dewa sembari bersendekap.


"Kalian berdua bener-bener keterlaluan ya.Papi enggak mikir apa bagaimana sedih nya Sandra sewaktu dalam kecelakaan Dewa saat itu?Kok bisa-bisa nya papi merangkai cerita seperti ini."Tambah mami yang mengomeli suami nya dan Dewa.


"Mi... Ayu,papi melakukan semua ini agar Sandra itu mau merubah sikap nya.Yang selalu mengancam bercerai dari Dewa."Jelas papi kepada mami dan Ayu.


"Tapi kan masih ada cara yang lain Pi.Bukan dengan cara seperti ini.Nah... Ini akibat nya Sandra jadi kehilangan calon anak nya."Tambah mami yang mulai naikan nada.


"Astagfirullah hal adzim mi.... Qodarrullah mi,"Sahut Dewa dengan lembut.


"Astagfirullah hal adzim... Maafkan hamba mu ini."Ucap mami yang sambil mengelus dada nya.


Perdebatan Papi,Mami,Ayu dan Dewa pun akhir nya terhentikan.Mengingat karena ini dirumah sakit.


Sementara Sandra yang tadinya menangis terisak kini kembali memejamkan mata nya yang memang masih terasa ngantuk akibat efek dari obat bius nya yang masih terasa.


Rasa hati yang sebenar nya ingin sekali dia membuat perhitungan kepada papi dan suaminya.Kenapa mereka begitu tega mempermainkan perasaan nya.


Terpaksa Sandra menahan semuanya karena dia merasa malas untuk berdebat dalam keadaan kondisi nya yang masih sakit.


Bersambung.........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2