
Pagi hari yang cerah aku melihat Sandra yang sedang sibuk membersihkan rumah.Aku pun meraih sapu yang di pegang nya.
"Mas bantu.Kata dokter kamu harus banyak istirahat."Kata ku kepada Sandra dan dengan wajah datar nya dia melangkah kan kaki menuju dapur.
Tok... Tok... Tok...
"Pagi-pagi sudah ada yang bertamu."Gumam ku sembari menaruh sapu di dekat lemari dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek,
"Assalamualaikum..."
"Wa-alaikum salam...."Jawab ku yang terbata ketika melihat siapa yang datang.
"Bu Ratna...?"
"Mas Dewa,bagaimana sudah ada uang kontrakan nya kah?Soal nya saya sedang ada keperluan mendadak."Tanya Bu Ratna kepada ku.
Bu Ratna adalah pemilik kontrakan rumah yang ku tempati bersama Sandra saat ini.Bulan ini aku memang terlambat membayar uang kontrakan karena beberapa hal salah satu nya melunasi biaya rumah sakit Sandra yang lumayan merogoh tabungan ku.
Tapi ini semua adalah tanggung jawab ku karena Sandra adalah isteri ku.Biarpun Sandra adalah seorang CEO aku tidak pernah sepeser pun untuk meminta uang dari hasil kerja nya.
Dan untuk masalah kontrakan ini Sandra memang tidak mengetahui nya.
"Bagaimana mas Dewa sudah ada kah?"Tanya Bu Ratna lagi dan aku pun tergugah dari lamunan ku.
"Bu Ratna,bisa tidak beri saya waktu lagi?Insa Allah jika saya ada uang,saya akan segera membayar nya."Kata ku yang meminta keringanan.
"Maaf mas Dewa enggak bisa."Jawab Bu Ratna.
"Ada apa mas?"Tanya Sandra yang tiba-tiba datang dan menghampiri ku.
"Nona Sandra."Sapa Bu Ratna.
"Iya ibu Ratna ada apa ya pagi-pagi sudah bertamu ke kontrakan?"Tanya Sandra kepada Bu Ratna.
"Begini nona,mas Dewa bulan ini belum membayar uang sewa kontrakan.Kemarin lusa janji mau membayar hari ini jadi saya datang kesini untuk menagih."Jawab Bu Ratna.
"Oh.. Iya Bu tunggu sebentar ya.Boleh tolong sebutkan nomor rekening nya?Saya transfer sekarang."
Kemudian ibu Ratna pun menyebutkan nomor rekening nya.Dan Sandra fokus dengan layar handphone nya.
"Sudah masuk ya Bu."Ucap Sandra sembari menunjukan notifikasi transferan m-banking melalui handphone nya.
"Terimakasih banyak nona.Kalau begitu saya permisi dulu.Assalamualaikum...."Pamit Bu Ratna.
"Waalaikum salam...."Jawab ku bersamaan dengan Sandra.
Setelah Bu Ratna menjauh,Sandra kembali masuk ke dalam rumah dengan kembali mode dingin nya.
__ADS_1
Aku pun mengekor di belakang nya tanpa menutup pintu rumah.
Aku begitu gemas sekali kepada sikap Sandra yang akhir-akhir ini begitu dingin kepada ku.
Aku menghampiri dia yang sedang sibuk mencuci piring di wastafel.
"Terimakasih ya...."Kata ku yang mengawali bicara.
"Untuk apa?"Kata Sandra ketus sembari fokus mencuci piring.
"Ya kamu sudah membantu mas untuk membayar kontrakan."Jawab ku.
"Ya itu memang sudah tugas isteri untuk membantu suami nya kan."Jawab Sandra dan menatap ku.
"Lagian mas,kenapa mas diam saja tidak mau ngomong sama Sandra kalau mas belum membayar kontrakan rumah?"
"Mas hanya enggak enak sama kamu.Karena semua ini kan tanggung jawab mas."Jawab ku.
"Enggak enak apa gengsi?"Sahut Sandra dengan ketus.
Aku hanya bisa terdiam mendengar ibu rumah tangga yang mengomel.Aku hanya tidak mau memperpanjang masalah.Karena sepintar apa pun mengeles kaum hawa lah selalu menjadi pemenang nya.
Cari aman lebih baik🤗
Aku menghampiri Sandra dan memeluk tubuh nya dari belakang.Dia berusaha untuk melepaskan diri nya.
"Mas!Lepas dong,aku mau masak."
Dengan gemes nya aku memutar tubuh Sandra menghadap ku.
Tangan ku mengeratkan di pinggang nya sementara ke dua tangan Sandra menahan dada bidang ku.
"Jangan macam-macam."Kata Sandra dengan ke dua bola mata yang melototi ku.
"Jangan marah-marah terus dong."Kata ku dan Sandra pun mengalihkan pandangan nya.
"Hey...."Kata ku sembari memegang dagu Sandra dan Sandra pun menoleh ke arah ku.
Tatapan mata ku dan tatapan mata Sandra saling bertemu.Saling bertatapan dengan intens.Tatapan seperti ini lah yang sangat ku rindukan saat bersama Sandra.
Aku melihat bibir pink milik Sandra yang mulai membuatku ingin sekali mengecup dan ******* nya.
CUP
Tanpa aba-aba aku langsung mengecup bibir Sandra.
"Mas.... "Pekik Sandra yang mendorong dada bidang ku.
Aku mengangkat tubuh nya di atas meja dan menangkup kedua pipinya lalu ku kecup kembali bibir pink nya yang membuat candu.Awal nya dia memberontak dan menolak namun lambat laun dia mulai menikmati pagutannya.
__ADS_1
Kami pun melepas pagutan bibir itu dan menarik nafas.Aku menyibak anakan rambut Sandra kesamping yang sedikit mengganggu.
Aku mulai mendekat kan bibir ku lagi sembari memegang dagu Sandra.
"Assalamu....."Salam mami.
"Astagfirullah hal adzim!"Ucap Ayu sembari menutup ke dua mata nya.
Aku dan Sandra menoleh ke arah sumber suara.
"Mami...?"
"Ayu...?"
Aku nampak salah tingkah di pergoki mami mertua dan Ayu adik ipar saat aku akan mengecup bibir Sandra.
Sandra pun lekas turun dari atas meja.
"M-mami s-sud...."Kata Sandra terbata.
"Pintu depan rumah itu mbok Yo di tutup.Kalau ada syetan masuk bagaimana?"Kata mami.
Aku dan Sandra terdiam sembari menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal.
"Mami mau kerumah kok enggak ngabarin Sandra?"Tanya Sandra sembari mencium punggung tangan mami nya.
Aku pun mencium punggung tangan mami sebelum mami dan Sandra berjalan ke arah sofa.
"Iya mami memang sengaja enggak memberi kabar."Jawab mami sembari mengeluarkan wadah makanan yang di taruh di atas meja.
"Apa itu mi...?"Tanya ku kepada mami sambil menunjuk wadah makanan yang berwarna pink itu.
"Ini ikan gabus buat Sandra.Agar luka dalam bekas kuretasi kemarin cepat kering."Jawab mami sembari mengulas senyum.
"Biar mami segera menggendong cucu."Tambah mami lagi.
Raut wajah Sandra seketika berubah ketika mami membahas soal cucu.Ayu yang melihat raut wajah Sandra berubah mencoba untuk menyenggol lengan mami nya.
"Mi..... Sabar dong,kak Sandra baru saja kehilangan calon anak nya."Kata Ayu yang menegur mami dengan lembut.
Mami pun segera memeluk Sandra.
"Maafin mami ya nak.Bukan maksud mami unt...."
"Enggak apa-apa kok mi... Mami doa kan Sandra saja ya biar Sandra bisa segera memberikan cucu untuk papi dan mami."Jawab Sandra sembari mengulas senyum getir.
"Aamiin.... Semoga lekas hadir calon bayi disini."Kata mami sembari mengusap perut datar Sandra.
Bersambung......
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️