
Satu Minggu setelah pulang dari villa sikap Sandra kepada ku sedikit berubah semenjak kita membahas persoalan anak.
Hari ini aku mengantar Sandra kepasar untuk membeli bahan kebutuhan dapur.Pasar ini katanya adalah pasar langganan mami nya Sandra.Dan ini juga pertama kali nya Sandra menginjak kan kaki nya belanja ke pasar.
"Sini mas bawa in belanjaan nya."Kataku sembari meraih belanjaan Sandra.
Sandra pun memberikan bawaan belanjaan nya kepadaku dengan memasang wajah datar .
"Apa yang belum?"Tanyaku kepada Sandra untuk mencairkan suasana hati.
"Sembako...!"Jawab Sandra dengan dingin sembari berjalan ke pusat toko sembako.
"Oh tinggal sembako.Yuk kesini..."Kata ku dengan antusias dengan menggandeng tangan Sandra ke salah satu toko sembako.
Dan kami pun berhenti di salah satu toko sembako.
"Kak Dewa....?"Sapa Rika dengan senyum sumringah nya.
Aku juga membalas sapaan Rika denga mengulas senyum.
Dan aku melihat sikap nya Sandra yang mulai dingin ketika aku mengulas senyum kepada Rika.
"Kata nya mau membeli sembako."Kata ku kepada Sandra untuk mencair kan suasana yang dingin.
"Ayo kita masuk..."Ajak ku kepada Sandra sembari menarik tangan Sandra untuk masuk kedalam toko grosir milik orang tua Rika.
"Ayo kak masuk...."Seru Rika kepada Sandra.
"Enggak usah loe dan dia saja yang masuk.Enggak enak jadi nyamuk."Jawab Sandra asal.
Aku merasa tidak enak hati kepada Rika dengan sikap nya Sandra.
"CK,Sandra... Kok gitu sih?"Kataku yang menggerutu kepada Sandra.
Sandra pun menipis tangan ku.
"Loch..... Dewa.....?"Sapa ibu haji ibu Rika.
"Assalamualaikum Tante."Sapa ku kepada ibu Rika.
"Waalaikum salam.Kata nya kamu sudah menikah kata pak RT?Kok kamu enggak undang-undang saya dan bapak nya Rika ya."Kata ibu Rika sembari melirik Sandra dengan tatapan anehnya.
Untung saja Sandra masih bisa nge-Slow... Melihat lirikan aneh nya dari ibu Rika.
"Dia istri kamu Dewa?"Tanya Ibu Rika sembari menunjuk Sandra.
"I... Iya Tante.Sandra namanya."Jawab ku kepada ibu Rika.
"Dewa... Dewa... Bisa-bisa nya kamu menikah dengan perempuan lain dengan diam-diam.Sedang kan dulu nya kamu itu loh susah minta tolong nya sama siapa?Kalau bukan dengan keluarga saya."Ucap ibu Rika dengan menyindir.
Sandra pun langsung menatap ku dengan tatapan tajam di depan Rika dan ibu nya.
"Memang sesusah apa sih Bu Dewa dulu..?Sampai-sampai anda mengungkit pemberian anda kepada Dewa hm?"Tanya Sandra dengan kedua tangan nya yang bersendekap.
__ADS_1
"Ini isteri kamu Dewa?Seperti ini atitude nya kepada orang tua?"Tanya ibu Rika dengan kesal.
Sandra emosi karena dikatain tidak memiliki attitude.Dia pun mengacak pinggang dengan kedua tangan nya.
"Ibu ngatain saya tidak punya attitude?Ngaca Bu!!! Anak ibu itu lebih tidak punya attitude.Sudah tau Dewa sudah punya isteri masih saja kirim rantangan nasi."Sahut Sandra.
"Murahan tau anak ibu itu."Pekik Sandra lagi.
"Hey...."Tunjuk ibu Rika kepada Sandra.
"Apa...?"Bentak Sandra lagi.
"Ibu.........."Kata Rika kepada ibu nya.
"Sandra.... Sudah-sudah.Ayok pulang."Kataku sembari mau memeluk nya.
Namun dia mendorong ku.
"Gue kasian ya sama loe.Loe tau kan Dewa sudah punya bini seharus nya loe sadar diri.Enggak laku kah loe?Sampai laki orang mau loe embat!Jangan mau jadi pelakor!"Tambah Sandra lagi.
"Sandra......!"Bentak ku kepada Sandra.
"Astagfirullah hal adzim...!"Aku yang beristigfar.
Sandra pergi meninggalkanku setelah aku membentak nya.Aku pun lari dan mengejar nya.
"Sandra tunggu... Sandra tunggu...."Panggil ku kepada Sandra namun Sandra tidak menghiraukan panggilan ku.
Aku tidak bisa mengejar nya karena mobil itu sudah berjalan.
Lalu aku kembali ke tempat parkir mobil dan menyusul Sandra.Aku yakin Sandra pasti pulang kerumah orang tuanya.
Sementara itu........
"Hiks... Hiks.... Hiks...."
Sopir taxi online itu hanya bisa melihat Sandra yang menangis dari kaca spion dalam mobil nya.
"Mau kemana non...?"Tanya sopir taxi itu.
Sandra pun mengusap air mata nya.
"Ke perumahan mewah lama pak ya."Jawab Sandra ke sopir taksi online itu.
"Baik non."
Kurang lebih 25 menit kemudian Sandra tiba dirumah orang tua nya.Terlihat suasana pagi kedua orang tua Sandra sedang bersantai.
"Sandra..... Sandra..."Panggil mami nya yang duduk di teras yang tidak di hiraukan oleh Sandra.
Sandra berlalu lalang langsung berjalan kedalam rumah menaiki tangga lantai 2.
"Mi.. Ada apa dengan anak manja mu itu?"Tanya papi kepada mami.
__ADS_1
"Enggak tau Pi."Jawab mami.
"Coba mi,datangin dia."Titah papi.
Tak berapa lama kemudian Dewa datang dan memarkirkan mobil Sandra.
"Assalamualaikum.... "Sapaku kepada papi dan mami mertua.
"Maaf Pi mi.Apa ada Sandra?"Tanya ku dengan keadaan gugup kepada kedua mertua ku.
"Ada Dewa.Dia sedang ada di atas dikamar nya.Tolong di jelaskan dengan baik-baik ya kalau kalian berdua sedang ada masalah."Jawab papi mertua ku.
"Iya Pi... Kedatangan Dewa kesini ingin meluruskan kesalah pahaman yang terjadi diantara kita."Jawab ku kepada papi mertua.
"Susul dia nak.Tenangkan hatinya."Kata mami mertua dengan tutur kata nya yang lemah lembut.
Aku pun meminta izin kepada papi dan mami untuk menyusul Sandra yang berada di kamar nya.
Setelah sampai didepan kamar nya aku memulai untuk mengetuk pintunya.
Tok.... Tok.... Tok....
"Assalamualaikum.... Sandra... Ini mas."Kata ku sembari mengetuk pintu kamar Sandra.
Tok.... Tok... Tok....
"Sandra... Mas mau bicara sebentar.Mas mau minta maaf sama kamu.Tolong dong dibukain pintu nya."Kata ku sembari mengetuk pintu.
"Sandra... Mas ma....."
Ceklek,
Sandra membuka pintu kamar nya dan berdiri didepan pintu dengan bersendekap.
"Sandra....?"Kata ku dan mengulas senyum kemudian meraih tangan nya.Dan dia pun menepis tangan ku.
"Kamu itu suami macam apa sih mas?Isteri di rendahin seperti itu kamu malah diam saja."Protes Sandra.
"Iya mas salah mas minta maaf.Kita pulang ya... Mas enggak enak sama papi dan mami."Pinta ku kepada Sandra.
"Pulang sana,Sandra mau disini.Sandra kecewa sama kamu mas kali ini.Sampai tega kamu dengan aku yang kamu bentak di depan umum apalagi itu didepan pacar kamu dan ibu nya.Kecewa aku sama kamu."Tunjuk Sandra kepadaku.
"Astagfirullah .... Sandra,dia bukan pacar ku.Kamu isteri ku."Jelas ku lagi.
"Mas minta maaf karena mas sudah bentak kamu.Mas hanya refleks Sandra."Pintaku memelas kepada Sandra.
Brakkkkkk
Sandra kembali menutup pintu kamar nya.
Bersambung...........
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1