
Hari ini Sandra mengantar ku ke salah satu perguruan tinggi yang sudah ku tunjuk sendiri untuk melanjut kan study ku.
Aku mengambil kuliah di jam setelah pulang bekerja hingga sampai jam 9 malam.
"Mas yakin ingin kuliah disini?"Tanya Sandra sembari melihat ke arah ke sana-sini memperhatikan area lingkungan kampus.
"Iya.Insa Allah sayang.Bagaimana bagus kan?"Tanya ku kepada Sandra.
"Bagus mas.Ya sudah ayok kita ke ruang untuk registrasi."Kata Sandra sembari melangkah kan kaki.
Aku dan Sandra berjalan secara bersamaan menuju ke arah ruang registrasi.Dan langkah kaki kami berdua terhenti ketika dari belakang kami ada yang memanggil ku.
"Kak Dewa...."
Aku dan Sandra pun menoleh ke arah belakang.
"Rika...?"Kata ku dan Rika pun mengulas senyum nya.
Dan pada saat itu suasana hati langsung berubah begitu suram ketika aku melihat raut wajah Sandra yang berubah ketika melihat Rika yang menatap ku.
"Hai,nona...."Sapa Rika kepada Sandra dan Sandra pun hanya mengulas senyum nya dengan terpaksa.
"Kak Dewa kok ada disini?"Tanya Rika.
"Ah,iya Rika saya mau melanjut kan study rencana nya."Jawab ku dengan nada berat karena sambil melirik wajah Sandra yang berubah bt.
"Oh,bagaimana kak?Bagus kan kampus yang Rika recomendasi in?"Tanya Rika dan seketika Sandra menatap ku dengan tatapan dingin.
"Ah,I-iya Ka...."
"Bukan nya kamu bantuin ke dua orang tua kamu jualan di pasar ya?"Sahut Sandra dengan tiba-tiba.
"Iya nona.Saya kuliah sambil bantu in ke dua orang tua saya jualan di pasar."Jawab Rika dengan mengulas senyum nya.
"Oh,ya.. Kak Dewa jadi ambil jurusan apa?"
"Kamu kok kepo ya dengan urusan suami saya?"Sahut Sandra dengan nada ketus nya sehingga membuat Rika menjadi tertunduk.
"Sandra..."Kata ku lirih kepada Sandra.
"Maaf nona.Kalau begitu saya permisi."Ucap Rika dengan menunduk dan melangkah pergi.
"Ri....."Kata ku terpotong karena mendapat tatapan tajam dari Sandra
__ADS_1
"Kenapa enggak di lanjutin mas?Kejar sana kalau mau di kejar!"Kata Sandra dengan ketus sembari melangkah kan kaki menuju arah keluar kampus.
"Sayang....."Kata ku yang mencoba untuk mengekor di belakang Sandra.
Brakkkkk!!!!
Sandra yang dengan kasar membanting pintu mobil.
Klek,
Aku pun ikut masuk ke dalam mobil.Aky melihat raut wajah Sandra yang terlihat sangat kesal.
"Kenapa kamu ada disini?"Tanya Sandra dengan ketus dan menatap ku dengan tatapan sinis.
"Jangan marah dong sayang..."Kata ku kepada Sandra.
"Sandra enggak marah mas!Sandra cuman kesal sama kamu."Kata Sandra.
"Kesal?Kesal kenapa?"Tanya ku dengan bingung.
"Kenapa mas lebih memilih kampus ini?Dari pada kampus yang terbaik terakreditasi nya yang sudah Sandra recomendasiin sama kamu mas?"Tanya Sandra dengan nada emosi nya.
"Astagfirullah sayang... Bukan nya kemarin kamu yang bilang terserah mas mau pilih kampus yang mana?"
"Mas masih suka sama Rika?"
"Astagfirullah hal adzim.... Sayang..."Kata ku yang mencoba memberi ketenangan kepada Sandra dengan cara memegang tangan nya namun di kibas kan nya.
"Mas pilih kampus ini karena biaya nya terjangkau itu saja dan enggak ada maksud lebih dari itu."Jelas ku kepada Sandra.
"Itu maksud dari mulut kamu mas.Tapi mana tau aku isi hati mu."
"Astagfirullah... Kenapa kamu berfikiran seperti itu?"
"Sudah lah mas.Aku enggak mau berdebat dengan kamu.Terserah kamu mau kuliah dimana.Terserah......"Ucap Sandra sembari menggigit bibir bawah nya dengan memegangi perut bagian bawah.
"Sandra....?"Kata ku yang melihat raut wajah Sandra mulai pucat dan mengeluar kan keringat.
"Sandra kamu kenapa sayang?"Tanya ku yang panik.
"Perut aku sakit mas."Rintih Sandra sembari memegangi perut bawah nya.
"Kita kerumah sakit sayang."
__ADS_1
Aku pun mulai menyalakan mesin mobil dan mulai menjalan kan nya.Aku sangat panik melihat Sandra yang merasa kesakitan seperti ini.
Di perjalanan mulut ku tidak tinggal diam untuk selalu beristigfar agar anak dan isteri ku tidak terjadi apa-apa lagi.
Ini salah ku.Seharus nya aku tidak membuat Sandra merasa stress dan tertekan setelah beberapa waktu kami berdebat di dalam mobil.
Aku membawa Sandra ke klinik terdekat agar dia bisa segera di periksa oleh dokter.
"Tolong untuk di jaga dengan baik-baik nona ya kandungan nya.Kandungan nona sangat lah lemah.Tuan tolong di suport isteri nya di jaga dengan baik.Ini ada bercak flek dan itu pengaruh dari perut yang ber kontraksi,saya berikan vitamin dan obat untuk penguat kandungan dan tolong untuk di minum secara rutin."Ucap seorang dokter.
"Tapi keadaan anak saya baik-baik saja kan dok?"Tanya Sandra yang khawatir.
"Alhamdulillah nona dalam keadaan baik-baik saja.Tolong nona ya jangan bad stress.Agar tidak menimbulkan hal-hal seperti ini lagi."
"Bagaimana saya tidak stress dok,suami saya yang membuat saya stress seperti ini."Kata Sandra dengan ceplos dan membuat ku menunduk.
Dokter kandungan itu pun hanya terdiam dan fokus dengan resep yang di buat untuk Sandra.
Setelah selesai menerima resep dari dokter dan menebus nya dari apotik,aku langsung mengantar Sandra kerumah papi dan mami karena sebentar aku kembali menuju kantor untuk melanjutkan pekerjaan ku yang tertunda.
Suasana kantor pagi ini cukup tegang karena saat ini yang mengelola dan mengawasi sementara adalah papi Sandra.
Karena papi sudah memberi izin untuk Sandra agar lebih fokus kepada kehamilan nya dan diminta untuk istirahat agar anak yang di kandung nya tidak terjadi apa-apa.
"Wa,....."Panggil Tiwi.
"Hm,"
"Isteri loe nona Sandra pensiun dini kah?"Tanya Tiwi kepada ku.
"Enggak.Hanya butuh waktu untuk istirahat total."Jawab ku sembari fokus mengetik di keyboard.
"By the way and bus way anak loe cewek apa cowok Wa?"Sahut Panji.
"Belum kelihatan Jul,masih kecil seperti biji jagung."Jawab ku lagi dengan mimik serius fokus ke layar monitor.
"Padahal gue kepo loh sama kehamilan nona Sandra."Sahut Tiwi.
"Makanya jangan jomblo Mulu biar segera punya anak."Panji yang mengolok.
"Sompretttt...."
"Sudah kembali ke ruangan masing-masing banyak CCTV pengintai lohhh.Awas kalian dapat teguran gue enggak bisa nolong.Karena bos nya bukan isteri gue.Tapi mertua gue."Kata ku memperingati Tiwi dan Panji.
__ADS_1
Tiwi dan Panji pun akhir nya kembali ke meja masing-masing setelah mendengar aku memeringati nya.