
Aku dan Sandra berjalan di koridor rumah sakit dengan pelan-pelan menuju tempat parkir mobil.
Langkah Sandra terhenti ketika berada di lobby.
"Mas... Mas... Stop dulu."Kata Sandra sembari memegang perut dan menarik nafas dalam-dalam.
"Kamu kenapa sayang...?"Kata ku yang mengkhawatirkan Sandra sembari membungkuk mengusap perut nya.
Sandra tidak menjawab pertanyaan ku.Dia terlihat menahan sakit di bagian perut sembari menggigit kan bibir bawah nya.
"Sandra... Kamu kenapa sayang??Jangan bikin mas ketakutan.Ada yang sakit kah?"Tanyaku kepada Sandra saat melihat Sandra meringis kesakitan.
"Mas... Perut Sandra tiba-tiba sakit.Awww.... Aduhh..."Rintih Sandra kesakitan memegangi perut nya.
Aku yang tidak mau hal terjadi buruk dengan Sandra dan calon bayi ku segera langsung menggendong nya.
Suster yang melihat pun dengan lihai membantu mengambilkan brankar untuk Sandra dan membawa nya keruangan UGD.
Dengan cemas aku di minta suster untuk menunggu diluar.Mami dan papi pun turut ku hubungi agar mereka tau keadaan Sandra saat ini.
Tak berselang beberapa lama kemudian ke dua orang tua Sandra tiba dirumah sakit dengan raut wajah yang panik.
"Dewa,apa yang terjadi dengan Sandra nak?"Tanya mami mertua yang panik.
"Bagaimana keadaan Sandra beserta anak yang di kandung nya nak?"Tambah mami lagi.
"Masih menunggu dokter mi,dokter masih berada di dalam untuk memeriksa Sandra."Jawab ku.
"Sandra tiba-tiba merasa perut nya sakit.Jadi Dewa bawa Sandra kerumah sakit."Tambah ku.
"Pi,......."Kata mami lirih kepada papi.
"Kita berdoa saja mi,semoga Sandra dan bayi nya tidak kenapa-kenapa."Kata papi yang memberi ketenangan untuk mami seraya memeluk dan mengusap bahu mami.
"Mami takut Pi,kalau terjadi apa-apa dengan Sandra dan bayi nya.Apalagi kandungan Sandra itu lemah di trisemester pertama."Keluh kesah mami seraya menyandarkan kepala di bahu papi dengan sedih.
Aku yang mendengar keluh kesah mami baru tersadar kalau Sandra tidak boleh badmood,capek ,stress dan sebagainya.Apa karena aku mengajak Sandra untuk menjenguk Rika sehingga dia kepikiran dengan omongan ibu Rika tadi?
Astagfirullah hal adzim....
Maafin mas sayang,kalau memang itu yang membuat kamu stress seperti ini."Batin ku."
Ceklek,
Aku dan kedua orang tua Sandra saling bertatapan ketika tuas pintu ruang UGD ada yang membuka.Segera kami berjalan mendekat ke arah sumber suara tersebut.
Dokter laki-laki itu pun keluar dari ruang UGD dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
"Bagaimana dengan keadaan anak saya dan bayi yang dikandung nya dok?"Tanya mami dengan panik kepada dokter yang bernama dokter Ihsan Hakim dipapan nama nya tersebut.
"Dok,isteri saya bagaimana keadaan nya dan bayi yang dikandung nya dok?"Ulang ku lagi.
__ADS_1
"Alhamdulillah keadaan nona Sandra dan bayi yang di kandung nya dalam keadaan baik-baik saja.Nona Sandra hanya mengalami kecapek an dan stres.Disarankan agar nona Sandra untuk istirahat total dulu ya tuan Dewa.Berikut saya berikan vitamin penguat kandungan nya dan tolong segera ditebus dan segera diminum kan."Kata dokter Ihsan sembari memberikan resep kepadaku.
"Baik dok.Mi.. Pi.. Dewa pergi ke apotik dulu."Pamit ku kepada mami dan papi.
"Iya nak."Sahut papi.
Dokter Ihsan memperbolehkan mami dan papi untuk masuk keruangan UGD tersebut.
"Mami..... "
"Papi...."Panggil Sandra ketika melihat mami dan papi nya masuk kedalam ruangan nya dengan nada lirih.
"Mas Dewa kemana mi?"Tanya Sandra.
"Dewa sedang menebus obat di apotik nak."Jawab mami sembari mengusap rambut Sandra.
Sandra pun mengusap perut buncit nya.
"Apa kata dokter mi dengan kandungan Sandra?"Tanya Sandra lagi.
"Kamu hanya kecapek an nak dan stress.Kamu harus banyak istirahat itu salah faktor pemicu perut kamu nyeri."
"Anak Sandra mi,?"Tanya Sandra lagi.
"Alhamdulillah,cucu uti baik-baik saja nak."Jawab mami sambil mengusap perut Sandra.
Sementara itu Dewa yang menebus obat di apotik ber pas-pasan bertemu dengan Panji.Teman sohib nya Dewa di koridor rumah sakit.
"Panjul...?"Jawab Dewa.
"Loe ada disini juga?"Tanya Panji.
"Loe jengukin Rika tapi loe enggak ngabarin gue?"Tambah Panji lagi.
"Iya gue disini.Tadi gue jenguk Rika sama Sandra."Jawab ku.
"Terus... Mana Bu bos loe?"Tanya Panji sembari dua bola mata yang clingukan mencari Sandra.
"Ada.Di UGD"Jawab ku.
"Ha .....?"
"Wa... Loe kalau ngomong serius dong."Kata Panji sembari geplak pundakku.
"Gue serius Jul.Sandra masuk rumah sakit setelah menjenguk Rika."
"Sudah ku duga.Pasti mereka adu kekuatan."Canda Panji.
Aku yang gemas dengan ucapan Panji segera meremas mulut nya dengan tangan ku.
Panji pun menepis tangan ku.
__ADS_1
"Apaan sih loe Wa!"Kata Panji dengan ketus.
"Mulut loe itu dikondisikan."
"Sudah ahk... Gue mau juga jenguk nona Sandra."Kata Panji seraya menarik tangan ku.
"Jangan... Jangan... Nanti keadaan Sandra tambah gawat kalau loe jenguk."Tolak ku dengan melepas tangan Panji yang memegang lengan ku.
"Jahat nya loe..."Ucap Panji.
"Loe kira gue bawa virus apa?"Tambah Panji lagi.
"Bukan gitu Jul maksud gue.Loe tau sendiri Sandra kesel banget sama loe dan Rika,gue enggak mau saja dia tambah stres karena sudah melihat loe."Jawab ku kepada Panji.
"Ohhh...."
"Sorry,ya Jul."Kata ku dengan menunduk.
"It's okay Wa... Semoga lekas sembuh nona Sandra.Ya sudah gue ke ruangan Rika dulu."
"Jul,jangan bilang ke Rika soal Sandra dirawat disini.Aku enggak mau dia datang ke tempat Sandra.Dan nanti dapat mempengaruhi kesehatan nya Sandra dan bayi nya."Pesan ku kepada Panji.
Panji pun mengangguk kan kepala nya dengan paham sebelum melangkah kan kaki menuju koridor rawat inap melati.
Aku kembali berjalan menuju ruangan UGD setelah mendapat kan obat yang ku tebus dari apotik.
Ceklek,
Aku mendapati Sandra yang tengah berbaring sendiri sembari memainkan phonsel nya.Aku pun mendekat ke arah brankar.
"Lama sekali sih mas Nebus obat nya."Kata Sandra yang mengerucutkan bibir nya.
"Iya maaf antri sayang."Jawabku yang berbohong.
"Maaf ya sayang mas tadi masih ngobrol sama Panji."Batin ku.
Aku membantu Sandra untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang brankar.
"Minum obat dulu ya."Kata ku sembari mengambil minum di meja nakas yang sudah disediakan.
CUP
Aku mengecup kening Sandra setelah Sandra selesai meminum obat nya.
"Bagaimana keadaan kamu sayang?"Tanya ku sembari meraih tangan kanan nya dan ku dekat kan dipipi ku.
"Sudah enakan mas..."Jawab Sandra dengan mengulas senyum nya.
"Alhamdulillah.."
Bersambung.....
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️