Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 34 # Menerima takdir


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu atas insiden yang kecelakaan yang dialami oleh Dewa.Bahkan pihak kepolisian dan team evakuasi menutup dan memberhentikan pencarian Dewa.


Dan korban Dewa dinyatakan tidak bisa ditemukan.


Sebenar nya keluarga sangat berat hati dengan keputusan team evakuasi atas pemberhentian melakukan pencarian Dewa,karena mereka masih yakin kalau Dewa masih hidup.


Tapi apalah daya?Pencarian selama satu Minggu sudah menjadikan bukti bahwa Dewa tidak di temukan di tempat terjadi nya kecelakaan.


"Kamu yakin mau ke kantor?"Tanya mami Sandra yang melihat anak nya sedang memasuk-masukan barang-barang pribadi nya ke dalam tas tenteng kerja.


Sandra mengulas senyum nya.


"Iya mi... Sandra juga jenuh begini terus dengan hidup Sandra.Sandra harus bangkit demi dia."Jawab Sandra mengusap perut datar nya.


Mami langsung memeluk putri nya itu dan mengusap punggung nya.


"Yang sabar ya nak,jangan lelah untuk terus berdoa kepada Allah SWT.Percayalah,ada skenario indah yang sudah direncanakan Allah untuk mu nak."Ucap mami Sandra yang memberi support untuk Sandra.


"Sandra tau mi.. Maka nya doa kan selalu Sandra mi."Kata Sandra dan melepas pelukan mami nya.


"Percayalah nak...Doa mami tidak akan pernah terputus untuk anak-anak mami selagi mami masih bernafas."Ucap mami kepada Sandra.


"Terimakasih mi... Sandra pergi ke kantor ya."Pamit Sandra sembari mencium punggung tangan mami.


Mami menahan tangan Sandra yang akan melangkah kan kaki nya pergi.Sansra pun mengkerutkan kening nya.


"Jangan capek-capek ya.Ingat kamu sedang hamil muda.Kalau kamu sudah merasa capek langsung pulang jangan dipaksa."Pesan mami dan Sandra pun mengangguk paham.


Tatapan mami tidak terhenti ketika kedua matanya menatap ke arah heels Sandra.


"Ganti sepatu biasa ya nak heels nya.Itu terlalu tinggi.Ingat... Kamu sedang hamil muda.Trisemester pertama sangat rentan nak."Ucap mami lagi.


"Iya mi,terimakasih sudah diingatkan.Sandra mau ganti sepatu nya dulu."Ucap Sandra sembari melepas heels nya.


Sandra sekarang sedikit berubah banyak kemajuan nya setelah kejadian kecelakaan yang menimpa suami nya dan berujung Dewa dinyatakan tidak bisa ditemukan,semenjak itulah dia berubah.


Dia bisa menerima takdir nya menjadi seorang ibu dan dia juga bisa menerima takdir nya kalau suaminya yang kecelakaan belum bisa ditemukan.


Namun,dia percaya dengan kebesaran Allah SWT.Tiada yang tidak mungkin dibumi ini Kun fayakun Dewa masih hidup.Entah itu kapan Dewa akan kembali kedalam pelukan nya beserta anak yang di kandungan nya.


Sandra mulai mual lagi setiap menjelang pukul 08:00 pagi.


Memang gejala morning sickness ini sangat mengganggu nya.


Sandra hanya meminum susu formula untuk ibu hamil selepas itu dia langsung bergegas menuju kantor dengan diantar pak supir Tejo.

__ADS_1


Pak Tejo mendapat pesan dari majikan nya yaitu mami Sandra agar pelan-pelan dalam mengendarai mobil nya.


"Astagfirullah hal adzim,pak kalau jalan nya seperti keong begini Sandra terlambat datang ke kantor."Gerutu Sandra yang duduk di belakang kemudi.


"Maaf nona sesuai perintah nyonya besar."Jawab pak Tejo sembari fokus kemudi.


"Haduch... Tambah sedikit pak Tejo untuk kecepatannya.Lagi pula mami enggak melihat juga kan?"Tambah Sandra lagi dengan raut wajah kesal dan mengerucut kedepan.


"Iya nona.. Nyonya tidak melihat,tapi Tuhan melihat kita."


"Sepuluh menit lagi sampai nona.Mohon bersabar ya nona semua demi kebaikan nona."Tambah pak Tejo.


Sandra pun akhir nya mengalah.Toh yang mami lakuin itu semua buat keselamatan dirinya dan calon bayi yang dikandung nya.


Sepuluh menit kemudian,Sandra tiba dikantor nya.


Dia melangkah kan kaki nya menuju lobby dengan langkah gontai dan mengulas senyum terhadap beberapa karyawan yang telah menyapanya.


Langkah nya terhenti ketika dia berada di depan pintu Procurment staff Only.


Dia menunduk sejenak.


"Aku kangen sama kamu mas..."Sandra yang membatin.


"Selamat pagi nona."Sapa salah satu karyawan kepada Sandra.


"Astagfirullah hal adzim...."Sandra yang beristigfar sambil mengelus dada nya.


"Selamat pagi Panji,kamu mengagetkan saya."Kata Sandra sembari menarik nafas dan mengeluarkan secara perlahan.


"Maaf nona,"Kata Panji dan Sandra pun mengangguk serta membalikan tubuh nya dan melangkah kan pergi menuju ke lantai 2 ruangan nya.


Panji yang terbengong melihat bos Sandra hingga menaiki ke lantai dua.


Puk...


Puk...


Tangan halus menepuk pundak Panji sembari mengarahkan pandangan nya menuju kearah lantai dua.


"Apa yang loe lihat Jul?"Tanya Tiwi.


"Nona Sandra Tiwi."Jawab Panjul dengan menatap lawan bicara nya yaitu Tiwi sekertaris Sandra.


"Memang kenapa dengan nona Sandra?"Tanya Tiwi lagi.

__ADS_1


"Dia kangen sama Dewa!"Celoteh nya.


"Tau dari mana loe kalau nona Sandra kangen dengan Dewa?"Tanya Tiwi yang semakin kepo.


"Tadi sebelum aku masuk ke ruang procurment nona Sandra berhenti sejenak memandangi ruangan ini.Lamaaaa sekali.Terus aku menyapanya dan aku melihat kedua mata nya yang berbinar."Jawab Panji yang menjelaskan kepada Tiwi.


"Kasihan banget pokok nya nona Sandra."Tambah Panji.


"Pastilah Jul,aku yang seorang pun akan menjadi sedih melihat suamiku yang kecelakaan ke jurang lalu raga nya menghilang atau tidak bisa ditemukan dengan kondisi hamil muda.Astahfirullah hal adzim,semoga nona Sandra diberi kemudahan dan semoga keajaiban bisa datang dikeluarkan nya"Ucap Tiwi.


"Aamiin...."Jawab Panji dan Tiwi secara bersamaan.


Seperti hari-hari biasa,Sandra memulai membuka layar monitor laptop nya.Satu per satu dia mulai memeriksa pekerjaan yang sudah satu Minggu ia tinggalkan.


Tok


Tok


Tok


Ceklek,


"Selamat pagi nona?"Sapa Tiwi sekertaris Sandra.


"Selamat pagi Tiwi."Jawab Sandra dengan mengulas senyum nya.


"Duduk lah."Titah Sandra dan Tiwi pun mengangguk dan duduk dikursi.


"Nona,ada clien yang ingin bertemu dengan nona dari Kaltim."Ucap Tiwi sembari memberi laporan keuangan.


"Siapa Tiwi?"Tanya Sandra sembari fokus memeriksa berkas Tiwi.


"Pak Wahyu!"Jawab Tiwi dan Sandra menghentikan pusat perhatian nya ke arah lembaran berkas.


"Wahyu...?"Ulang Sandra.


"Iya Wahyu Laksmana owner nya UD.CPO."Jawab Tiwi.


Wahyu Laksmana adalah pemilik dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit nomor tiga di wilayah tersebut.


"CK,Tiwi.. Sampaikan ke pak Wahyu saya sedang sibuk."Kata Sandra dan merapikan berkas yang sudah di tanda tangani nya kepada Tiwi.


"Baik nona."Ucap Tiwi dan berpamitan menuju ke arah pintu keluar.


Bersambung........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2