Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab # 13 Mabok


__ADS_3

Jam kantor sudah menunjukan pukul 5 sore,aku bergegas membereskan meja kerja ku dengan cepat-cepat.


"Wech... Tumben loe pulang cepat?"Tanya Panji kepadaku sembari duduk di pinggiran kursi.


"Iya.Aku buru-buru nih.Ada keperluan."Jawab ku sembari memakai tas selempang ku dan mematikan layar komputer.


"Perasaan dari kemarin loe sibuk melulu dech."Kata Panji yang mulai kepo dengan urusan ku.


"Kepo dech..."Kata nya lagi.


"Nanti saja ya.Aku benar-benar sibuk nih."Kataku seraya menepuk pundak nya.


"Aku duluan.."Pamitku dan meninggalkan Panji di meja kerja ku.


"Aneh....?"Gumam si Panji.


Aku menyalakan mesin motor jadul ku dan menjalankan melintasi kota yang mulai padat merayap.


Suara kebisingan sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah ketika kita berkendara di jalan raya.Apalagi di jam-jam pulangan kerja,tak khayal jalanan menjadi macet total.


Aku pun menggunakan jurus jitu yaitu nyelinap di jalan-jalan tikus untuk menghindari kemacetan.


Disaat aku sudah kembali ke jalan raya ,aku melihat mobil istri ku Sandra yang berwarna merah maroon.


"Sandra.....?"Gumamku sembari fokus dengan nomor plat mobil nya.


Aku berusaha mengejar mobil merah maroon itu ketika aku meyakini kalau itu mobil nya Sandra.


20 menit aku mengejar mobil nya dan berakhir di sebuah clubs.


"Clubs....?"Gumam ku lagi sembari memantau Sandra yang belum turun dari mobil.


Beberapa menit kemudian aku melihat Sandra bersama ketiga teman perempuan nya turun dari mobil.


Mereka pun mulai memasuki club' itu.Aku merasa khawatir dengan keadaan Sandra istriku.


Aku pun mengikuti mereka yang masuk ke dalam club' itu.


"Astagfirullah hal adzim..."Aku beristigfar ketika ku dapati Sandra dan teman-teman nya sedang minum dengan minuman beralkohol.


Aku juga mendapati Daniel,sedang duduk disamping istri ku sembari mencekoki satu gelas minuman beralkohol itu.


Aku geram melihat nya sembari tangan ku yang mengepal berjalan menghampiri mereka.


Sreekkk....


Aku menarik dengan paksa tangan Sandra.


"Auuuuu...."Rintih nya.


"Hey.... Loe..."Tunjuk Daniel kepadaku dan beranjak berdiri sambil kuda-kuda mau menghajar ku.


Aku berhasil menangkis tangan nya yang mau menonjok muka ku.


Bugh....


Bugh....

__ADS_1


Bugh...


Aku berhasil melumpuhkan nya dengan menonjok perut nya secara berulang kali.


"Jangan pernah loe ganggu istri gue."Kata ku yang mengancam Daniel yang terjatuh dilantai.


Aku pun menarik paksa tangan Sandra yang sedikit tidak sadar kan diri.


Huwek.....


Sandra memuntahkan cairan di perut nya di kemeja kerja ku.


"Astagfirullah hal adzim."


Aku merangkul pundak nya berjalan menuju ke tempat parkiran mobil nya.


Aku mendudukan dia di samping kemudi sopir dan aku mulai menyalakan mesin mobil dan membawa nya pulang ke kontrakan.


Aku hanya terdiam fokus mengemudikan mobil sembari melihat Sandra yang terlelap tidur.


25 menit kemudian,kami sampai di kontrakan tepat pukul 21:00 malam.Aku menggendong dia ala bridal style kedalam rumah kontrakan.


Aku membaringkan dia di ranjang single.


"Huft......."Aku menghela nafas panjang sembari berdiri mengacak pinggang.


Aku pun menggelengkan kepala melihat kelakuan Sandra bos ku yang kini menjadi istriku.


"Huwek...."Dia terbangun dan memuntahkan lagi cairan putih di ranjang.


"Huwek..... Huwek.... "


"Sudah enakan belum?"Kata ku.


Dia pun hanya bisa mengangguk kan kepala sembari memijit kepala nya yang nampak pusing.


"Tunggu sebentar aku buatkan jahe anget buat kamu."Kata ku sembari mendudukkan dia di kursi karena ranjang dalam keadaan sprei.


Aku membuat kan Sandra jahe anget sambil membantu dia menyeduh nya.


Dan mengganti sprei yang tadi sudah kotor oleh muntahan nya Sandra.


Setelah beres-beres dan aku selesai mandi,aku kembali masuk ke dalam kamar dan kulihat dia tidur dengan lelap.


Aku menutup pintu kamar kembali setelah mengambil satu bantal dari ranjang dan memposisikan lagi tidur diluar kamar tepat nya di depan tv.


Untung saja masih ada bed single yang masih kusimpan.Jadi bisa ku gelar untuk tidur.


"Alhamdulillah...."


Aku merebahkan tubuh ku dibed singgle sembari menatap langit-langit kontrakan kecil ku sembari mengulas senyum .


"Pengantin baru?Bobok nya terpisah."Gumamku.


"Kira-kira ada kah yang nasib nya seperti aku disini?"Gumam ku lagi.


Lambat laun kedua mata ku terasa susah untuk terbuka hingga akhir nya mata ku terpejam.

__ADS_1


Perasaan baru aku memejam kan mata kenapa tubuh ku susah untuk bergerak ya.


Aku bergumam sembari dengan mata terpejam.


Aku mulai membuka mata pelan-pelan.


"Astagfirullah hal adzim... "Ucap ku kaget dan terjungkit untuk terduduk.


"Ada apa...?"Tanya Sandra yang terkaget juga dan terduduk.


Aku menelan Saliva ku dengan kasar.


"Apa aku mimpi ya tidur dipeluk Sandra istri ku?"Batin ku sembari menatap Sandra.


Sandra pun mentoyor kepalaku.


"Enggak usah berotak mesum.Gue pindah kesini karena 2 jam yang lalu mati listrik.Gue enggak bisa gelap-gelapan."Kata Sandra.


Aku pun menempel kan telapak tanganku di keningnya.


"Ih,apaan sih.."Kata Sandra sembari mengibas tangan ku.


"Ku kira kamu masih mabok.Ternyata sudah waras.Pantesan kamu tidur nya enak betul meluk nya."Aku yang menggoda Sandra.


"Jangan ngacau loe ya kalau ngomong."Kata Sandra kesal sembari nimpuk bantal ke muka ku.


Aku pun tertawa ngikik dan teringat dengan kata-kata Ayu adik nya Sandra kalau Sandra orang nya tidak bisa di ajak untuk bercanda dan bergurau.


"Mau kemana?Hm...."Tanya ku sembari meraih tangan nya.


Plessss


"Aduh...."Rintih ku ketika Sandra memukul tangan ku dengan telapak tangan nya.


"Jangan sentuh aku paham!"Pekik Sandra.


"Aku suami kamu.Aku berhak atas kamu."Jawab ku.


"Bukan Daniel yang berhak atas kamu."


Plakkkk....


Plakkk....


"Loe memang suami gue tapi itu atas kemauan bokap gue.Dan gue enggak ada perasaan sama loe jadi jangan berharap lebih sama gue paham."Ucap Sandra dengan lirih.


"Soal Daniel,gue memang perempuan brengsek di mata semua orang termasuk loe dan keluarga gue.Tapi gue bukan tipe perempuan murahan seperti pelacur yang loe bayangin.Yang enggak bisa menjaga kehormatannya loe salah."Kata Sandra sembari menekankan jari telunjuk nya ke dada bidang ku.


"So.... Intinya jangan loe menilai seseorang dari casing nya paham loe."Ucap Sandra lagi dan beranjak berdiri menuju kamar.


Brakkkkkkk


Sandra membanting pintu dengan sekuat-kuat nya.


Aku tau dan sadar dia pasti marah besar kepadaku.


Bersambung..........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2