
Villa yang direcomendasiin papi mertua memang lah sangat indah.Angin sepoi-sepoi nya sangat sejuk sekali.Saat waktu menunjukan di atas pukul 2 siang.
Aku melihat Sandra sedang membuka pintu balkon.Sandra.... Sandra.... Sampai saat ini aku benar-benar bingung apakah aku masih bermimpi hingga bisa menikahi anak mami seperti mu?.
Aku sampai menggelengkan kepala terheran-heran.
Aku melangkah kan kaki menghampiri nya yang berdiri menatap ke arah area perkebunan teh.
Dia memang sangat cantik jika terlihat dengan rambut terurai.Dia mengenakan atasan kemeja berlengan putih panjang dan panjang dari pinggang nya kebawah hingga diatas lutut.
Paha nya yang mulus putih glowing terlihat terekspos.
Aku meletak kan 2 cangkir teh yang ku bawa dari dapur di meja yang sudah tersedia di balkon.
"Mphhhhhhhhhttttttt........"Lenguh Sandra ketika aku datang menghampirinya dan memeluk dia dari belakang.
Aku memeluk nya dengan erat dengan dagu ku yang menopang di curuk leher nya dengan kepalanya yang sedikit miring.
Aku mulai menebalkan tanda di curuk leher nya yang sebelum nya sudah ku tandai.
CUP.....
"Jelas kan kepadaku apa yang sedang kamu pikirkan?"Tanyaku kepada Sandra.
"Sampai saat ini aku masih tidak percaya bisa menikah dengan mu Mas."Jawab Sandra kepada ku dengan nada lembut nya.
"Apa yang tidak mungkin di dunia ini?Bukan kah ini sudah tertulis di Lauhul mahfudz?"Jawabku kepada Sandra.
"Apa itu lauhul Mahfudz?"Tanya Sandra dan membalikkan tubuh nya menatap ku.
Aku pun mengeratkan tanganku di pinggang nya.Dan menyibak anakan rambut nya.
"Lauhul mahfudz itu adalah ketetapan Allah SWT yang bersifat mutlak. Lauhul mahfudz jodoh adalah ketetapan mutlak yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Jadi, jodoh merupakan takdir yang telah tertulis di dalam lauhul mahfudz, jauh sebelum manusia dilahirkan."Jawab ku kepada Sandra.
"Ambil contoh nya yang simple saja kamu yang 5 tahun pacaran sama Daniel tapi kamu menikah nya dengan aku.Aku orang yang baru kamu kenal."Jelas ku kepada Sandra.
"CK,kenapa harus Daniel sih yang jadi contoh nya."Gerutu Sandra dengan mulut kesal.
"Leech memang iya to?"Sahut ku.
__ADS_1
"Memang nya situ sudah lupa juga siapa itu Rika?Itu cocok juga loh untuk dijadikan contoh novel nya.Kalau dibuat kan narasi cerita author oleh Heni Indah Sari yang ber judul menjadi pengagum cinta yang tak kesampaian."Kata Sandra yang bak menyindir.
"Ehem... Cemburu?"Goda ku dengan mendekatkan wajah ku kearah Sandra.
"Cemburu....?Hello.... Casandra Liem,pantang cemburu."Jawab nya dengan sambil bersendekap.
"Tapi bucin....."Seru Dewa sembari melangkah kan kaki menuju ke arah kursi dan duduk meminum teh hangat nya.
Aku meraih pinggang Sandra yang dari tadi berdiri bersendekap disampingku.Dia pun terduduk di atas pangkutan ku dengan posisi miring.
Dia malu-malu ingin mengalungkan kedua tangannya di leherku.Aku pun menarik kedua tangan nya dan ku kalungkan dileher ku.
"Like this...."Kata ku dan Sandra mengulas senyum nya.
"Kenapa sekarang kamu semakin jinak dengan ku?"Tanyaku kepada Sandra dengan tatap intens.
"Menurut mu mas?"Tanya Sandra yang melempar pertanyaan nya kepada ku.
"Roar.... Like Lion."Jawab ku dan Sandra mengulas senyum nya.
CUP
Aku mengecup bibir Sandra yang terlihat begitu fresh saat aku melihat nya.
Tanganku sudah mulai tak ramah ingin berkelana meraba keseluruh tubuh nya.
"Emmmmmpppp ahhh... Mas...."Lenguh nya Sandra dan tubuh nya mulai menggelinjang.
Aku memutar tubuh Sandra yang tadi duduk miring kini duduk diatas pangkuan ku dengan posisi kedua paha nya berada diatas paha ku.
Aku memeluk nya dengan erat dan membenamkan kepalaku di tengah-tengah dada nya.
Kedua tangan ku merogoh dari bawah kemeja sampai keatas kemeja Sandra.Dan berhasil melepas pengait kaca mata di belakang punggung Sandra.
Aku membuka 2 kancing kemeja Sandra satu persatu hingga aku berhasil membuka salah satu bongkahan yang menggelantung seperti buah pepaya itu.
Tanganku memajukan bokong Sandra yang duduk diatas pangkuanku agar aku bisa dengan leluasa menyusu.
"Dewa.... Hmppppp...."Ucap Sandra sembari menarik rambut kepala ku.
__ADS_1
Aku pun menggendong Sandra ala baby koala menuju ke arah ranjang.Dan aku merebahkan tubuh nya dengan perlahan diatas ranjang.
Aku melepas kaos oblong ku dan mulai naik di atas ranjang.
Siang hari yang panas nya itu aku dan Sandra melakukan aktivitas kamu sebagai pasangan suami isteri.
Aku pun mengusap perut datar Sandra dan aku mencium nya.
"Semoga lekas hadir..."Ucapku dan Sandra seketika bangun dan terduduk menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Hadir....?"Ulang Sandra dan aku mengangguk.
Aku melihat raut wajah Sandra yang mulai menunduk.
"Kenapa...?"Tanyaku kepada Sandra sembari mengangkat dagu nya.
"A.. A.... Ku belum siap mas!"Jawab Sandra menatap ku.
"Maksud nya....?"Tanya ku kepada Sandra.
"Aku belum siap mas hamil!"Jawab Sandra dengan mimik memelas panik.
Aku pun menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.
Aku memegang kedua bahu Sandra dan berusaha untuk meyakinkan nya.
"Sandra.Kamu enggak sendirian ada aku,papi mami dan Ayu yang akan selalu mendampingi kamu dan suport kamu.Lihat papi dan mami bagaimana betapa antusias nya mereka yang ingin segera memiliki momongan."
"Iya mas,Sandra tau..... Tapi Sandra belum siap untuk menjadi ibu!."Jawab Sandra lagi dengan menaikan nada nya.
Aku hanya mengulas senyum kepada Sandra.Aku hanya berpikir secara logis dan positif karena Sandra memang anak mami anak manja yang Notabence nya belum siap dalam segala hal termasuk mengurus rumah tangganya dan mengurus dirinya sendiri saja belum sepenuh nya bisa apa lagi ini mengurus anak.Itu menurutku apa yang diucapkan itu.
"Aku hanya berpesan sama kamu.Kalau suatu saat dia memang ada di rahim kamu,kita jaga dan kita rawat dia dengan penuh cinta."Pesan ku kepada Sandra.
"Sampai kapan pun... Setinggi apapun jabatan kamu,takdir kamu tetaplah menjadi seorang isteri dan sebagai seorang ibu.Siap maupun tidak siap kamu harus menjalani peran itu."Kata ku kepada Sandra lagi.
Aku meraih handuk yang berada diatas kepala ranjang dan ku lilitkan ditubuh ku.Aku mengambil sebungkus rokok dan korek dari laci nakas dan berjalan ke arah balkon sembari melihat Sandra yang memunggungi ku.
Aku duduk sambil menghisap rokok dan mengacak rambut ku.Aku memang bukan perokok aktif.Entah kenapa ucapan yang diucapkan Sandra sedikit menggores luka di hati ku.
__ADS_1
Bersambung...........
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️