Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 30 # Garis dua


__ADS_3

Aku memapah Sandra untuk duduk di sofa yang terlihat lemas.Mami ,papi dan Ayu pun ikut menyusul kami di sofa ruang tamu keluarga dan lebih memilih menunda makan malam nya.


"Sandra kenapa nak...?"Tanya mami yang duduk disamping Sandra sembari mengusap rambut nya.


"Sandra enggak tau mi... Perasaan mulai dari pagi waktu di kantor Sandra sudah merasa mual terus bawa an nya."Jawab Sandra sembari menyandarkan kepala di bahu mami nya.


"Mami boleh bertanya sesuatu?"Tanya mami nampak serius dan Sandra pun mengangkat kepala dan menatap wajah mami nya.


"Apa mi....?"Tanya Sandra balik.


Mami Sandra pun melai menerka-nerka dan mengulas senyum bahagia nya.


"Kapan Sandra terakhir menstruasi?"Tanya mami kepada Sandra.


Sandra nampak terdiam dan berpikir sejenak.


"Kalau enggak salah 1 seebelum menikah dengan dia mi."Jawab Sandra sembari menunjuk ku.


"Hust!Yang bagus dong kalau memanggil suami nya."Sahut papi mertua.


"Iya Pi... Maaf!Habis nya Sandra kesal kalau ingat mas Dewa memperkosa Sandra."Ucap Sandra jujur dengan bibir mengerucut kedepan.


Aku pun langsung tertunduk malu sembari pura-pura menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.


"Sandra.... Enggak boleh seperti itu nak.Itu sudah menjadi tugas kamu untuk melayani suami kamu.Dosa loh kalau menolak.Kamu mau dikutuk oleh malaikat?"Nasehat mami kepada Sandra.


Aku pun mencoba untuk menahan rasa tawa ketika mami menasehati nya.


"Lagi pula itu sah-sah saja.Karena kalian kan suami isteri."Tambah papi lagi.


"Dewa..... "Kata mami kepada ku.


"Iya mi...?"Tanya ku kepada mami mertua.


"Kamu pergi ke apotik ya nak.Beli testpeck ya."Titah mami mertua.


"Testpeck....?"Ulang ku sambil mengkerut kan kening.


"Alat untuk tes kehamilan kak Dewa."Sahut Ayu.


"Apa....?"Ulang ku dan Sandra secara bersamaan.


"A-apa Sandra hamil mi....?"Tanya Dewa dengan raut wajah nya yang girang.


"Belum tau Dewa,maka nya yukk tolong belikan testpeck di apotik."Jawab mami.

__ADS_1


"Siap mi... Alhamdulillah...Semoga ada dedek bayi disini."Ucapku beranjak berdiri menghampiri Sandra dan mengusap perut nya.


Aku berjalan menuju mobil Sandra yang tengah di parkir nya di halaman rumah dengan hati yang begitu bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang papa.


Aku mencari apotik terdekat di komplek perumahan mertua ku.


"Selamat malam kakak ada yang bisa dibantu?"Tanya seorang pegawai perempuan.


Mungkin dia tahu kalau aku dari tadi bingung mondar-mandir mencari alat testpeck.


"Ah,iya mbak.Saya sedang mencari alat testpeck."Jawab ku sembari mengulas senyum.


"Oh,kakak sedang mencari testpeck?Mari kak saya tunjukan."Kata pegawai apotik tersebut yang berjalan ke arah etalase yang menyimpan beberapa macam testpeck dan aku pun mengikuti nya .


"Ini kak.Silahkan dipilih."Kata pegawai perempuan itu dan aku pun masih bingung.


"Gini dech mbak aku ambil ke empat alat testpeck itu tapi dengan berbeda merek ya.Soal nya aku enggak sabar melihat hasil nya."Kata ku kepada pegawai apotik itu.


"Baik kak,mari silahkan menuju ke kasir."


Setelah dari kasir dan membayar nya,aku bergegas masuk kedalam mobil dan pulang.Aku sangat tidak sabar ingin mengetahui hasil akhirnya.


Jika Sandra benar-benar hamil,aku sangat bersyukur Alhamdulillah.


Dan jika hasil akhir nya dia tidak hamil,aku dan dia akan terus berusaha☺️😜😜


Ayu yang menemani Sandra di dalam kamar mandi.Kalau aku yang disuruh menemani Sandra nanti beda cerita😁


Aku berdiri mondar-mandir seperti seterikaan baju.Sementara mami dan papi hanya duduk terlihat Santai tapi juga terlihat sangat berharap.


Ceklek,


Suara pintu kamar mandi di lantai bawah pun terbuka.


Sandra dan Ayu keluar secara bersamaan.


Aku yang tidak sabar pun menghampiri Sandra sedangkan mami papi beranjak berdiri menunggu hasil dari testpeck itu.


"Sandra,bagaimana hasil nya?"Tanyaku sembari meraih pinggang nya dan melihat Sandra tertunduk.


"Sandra.... Nak bagaimana hasil nya?"Tanya mami mertua.


Sandra pun meraih tanganku.Dan membalik telapak tangan ku dengan kasar serta memberiku ketiga alat testpeck itu.


"Sandra......"Panggil ku kepada Sandra yang terlihat bermuka datar yang pergi menuju ke lantai dua ke kamar nya.

__ADS_1


Aku mau mengejar Sandra,namun mami meraih pundak ku.


"Apa hasil nya....?"Tanya mami mertua.


"Garis dua mi."Sahut Ayu dan mami pun terlihat terkejut dengan mulut menganga begitu bahagia nya mendengar Sandra bahagia.


"Kakak kamu hamil Ayu?Dan aku akan jadi papa....??"Kata ku yang begitu sangat bahagia begitu pula dengan mami papi mertua yang sangat bahagia mendengar ini.


"Yeeeee.... Enggak sabar untuk dipanggil Aunty."Sahut Ayu bahagia.


"Mami... Papi... Izin mau ke atas dulu."Pamitku kepada mami papi mertua.


"Iya nak,susul lah Sandra.Pesan mami mood nya orang hamil itu naik turun jadi tolong bersabar ya nak untuk membimbing Sandra."


"Insa Allah mi... Dewa akan menjaga nya dengan baik."Ujar Ku.


Aku pun berjalan menuju kamar Sandra yang berada dilantai 2.


"Assalamualaikum....."Sapaku sembari membuka pintu kamar nya.


Aku melihat Sandra yang merebahkan tubuh nya miring membelakangi ku.Dan aku duduk di sisi ranjang nya yang membelakangi ku.


"Sayang... Kamu kenapa?hm,"tanya ku kepada Sandra.


"Ini semua gara-gara kamu mas!"Kata Sandra yang mata nya menyeringai dan duduk bersandar di kepala ranjang.


"Loch,salah mas apa?"


"Coba waktu itu mas tidak memperkosa ku.Aku enggak akan hamil mas.Berapa kali sih aku menekankan kepada kamu.Aku belum siap mas.Aku belum siap!"Ucap Sandra dengan emosionalnya.


"Astagfirullah hal adzim Sandra.... Istigfar."Ucapku sembari menyingkap anakan rambut nya.


"Jadi benar kamu mau menikah dengan ku hanya sebatas pelarian kamu yang sakit hati dengan Daniel?"Tanya ku kepada Sandra.


Sandra hanya bisa terdiam dan menyeka pipinya yang mulai basah.


"Kenapa kamu sejahat itu dengan ku Sandra?Kenapa kamu begitu tega mempermainkan pernikahan kita yang sakral ini?"Kataku yang tiada habis nya sembari mengusap dada ku.


Aku beranjak berdiri dari ranjang itu.


"Aku akan menceraikan mu setelah anak itu lahir sesuai dengan apa yang kamu inginkan.Bayi itu tidak berdosa sama sekali,biar aku yang merawat dan membesarkan dia.Setelah itu aku dan dia akan pergi jauh sejauh nya agar suatu saat kamu tidak bisa mengambil nya."Ancam ku kepada Sandra yang masih duduk terdiam.


Aku pun pergi dari kamar Sandra dengan kekecewaan yang berat.Tanpa aku sadari ternyata Ayu dan mami mertua melihat ku dan Sandra bertengkar.


Bersambung..........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2