Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 35 # Curetasi


__ADS_3

Sementara itu.....


Disalah satu pusat perbelanjaan terlihat papi Sandra bersama dengan seorang pria bertopi hitam yang mengenakan Hoodie dan bercelana jeans sedang berbincang-bincang di salah satu cafe.


"Dewa,kamu jangan khawatir memikirkan Sandra.Sandra dan calon anak nya baik-baik saja.Fokuslah untuk study mu di luar negeri dan pulanglah dengan membawa kebanggaan untuk istrimu dan anak mu."Kata papi kepada Dewa.


"Walau dengan berat hati ini jalan terbaik buat kamu dan sedikit memberi pelajaran untuk Sandra agar dia bisa merubah sikap nya.Percayalah,empat tahun itu bisa kamu lalui dengan mudah."Tambah papi menekan kepada Dewa.


Papi Sandra adalah salah satu dalang dari kecelakaan Dewa di jurang.Dia melakukan itu sebab papi Sandra merasa kecewa dengan sikap Sandra yang selalu kekanak-kanakan dalam setiap menyelesaikan masalah rumah tangganya dia juga pernah mengajukan dan menggugat cerai Dewa tanpa alasan yang jelas.


Papi melakukan itu semua agar Sandra bisa mengoreksi diri dan Dewa dikirim keluar negeri untuk melanjutkan kuliah nya serta di sambil kerja untuk membantu di perusahaan papi Sandra.


Empat tahun memang lah berat berpisah dari Sandra,apa lagi saat ini sedang mengandung anak nya.


"Baiklah Pi... Dewa pamit.Terimakasih atas segala kebaikan yang papi berikan untuk Dewa."Kata Dewa yang beranjak berdiri dari kursi dan diikuti oleh papi mertua nya.


"Papi....?Mas Dewa....?"


Papi dan Dewa pun menoleh ke arah sumber suara.


"Sandra....?"Kata papi dan Dewa saling bertatapan terkejut.


"Boss....??"Kata Tiwi sekertaris


"Dewa....?"


Sandra dan sekertaris nya memergoki papi dan Dewa yang sedang ngobrol santai di cafe.


Itu pun Sandra awal nya tidak mengetahui kalau itu benar-benar papinya dan Dewa yang sedang nongkrong di cafe.


Saat itu Sandra dan Tiwi tengah sibuk dengan meeting nya bersama clien.


"Apa-apa an kalian ini?"Tanya Sandra dengan berjalan mengarah ke arah papi dan suami nya.


Tatapan tajam Sandra mengarah ke arah Dewa suaminya.


"Enggak lucu tau mas!"Ucap Sandra ke arah Dewa.


"Papi!Ternyata papi dalang di balik ini semua?Tega kalian berdua bohongin Sandra."Kata Sandra sembari menunjuk papi dan Dewa.


Dengan mata yang mulai berbinar-binar dan rasa kecewa yang tidak bisa diungkapan lagi oleh Sandra,Sandra pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Dewa dan papi nya.


"No-nona Sandra!"Panggil Tiwi sembari mengejar Sandra.


"Sandra... Sandra...."Panggil Dewa dan papi bersamaan.


Sandra melangkah kan kaki nya yang nampak buru-buru sembari menangis dan mengusap kasar air mata dengan lengan kasar nya.


Sementara dibelakang nya Tiwi nampak kerepotan mengejar Sandra yang tangan kanan nya membawa laptop dan tangan kiri nya membawa file-file nya clien.

__ADS_1


Dewa dan papi mertua nya turut mengejar Sandra hingga ke lobby pusat perbelanjaan.


Sandra melangkah kan kakinya dengan tergesa-gesa hingga dia tidak memperhatikan sign warning lantai licin.


Bugh......


"Awww.... "Rintih Sandra yang terjatuh dilantai.


Sandra berusaha untuk berdiri dan bangkit.Dia juga tidak merasa sakit saat jatuh dilantai.Dia mulai melangkah kan kaki nya lagi menuju ke arah lobby.


Hosh... Hosh..


Deru nafas Sandra yang tersengal-sengal.Sembari tangan kiri berpegangan dinding dan tangan kanan nya memegangi perut bawah nya dengan posisi sedikit menunduk.


Sandra menggigit bibir bawah nya ketika dia merasakan perut bawah nya mulai terasa sakit.


"Awwwww...."Rintih Sandra sembari meremas perut bawah nya yang terasa sakit.


"Aduh.... Perut ku sakit sekali."Rintih Sandra lagi.


Sandra pun menyandarkan punggung nya di dinding dengan kepala mendongak ke atas merintih kesakitan.


"Nona.....??"Tiwi yang baru datang dan menghampiri Sandra dengan panik.


"Nona kenapa?"Tanya Tiwi dengan khawatir.


"Perut ku sakit sekali Tiwi."Ucap Sandra yang merintih kesakitan.


"Astagfirullah hal adzim.Nona ada darah mengalir di betis nona."Seru Tiwi kaget.


"Sandra..."Seru Dewa yang datang.


"Sandra kamu kenapa?"Tanya Dewa yang panik melihat Sandra merintih kesakitan.


"Dewa,nona Sandra mengalami pendarahan.Ayok cepat kita bawa dia kerumah sakit."Saran Tiwi yang nampak khawatir.


Dengan gesit,Dewa menggendong Sandra ala bridal style menuju mobil nya papi.Baju Dewa kini penuh dengan darah segar milik Sandra.


"Awww sakit...."Rintih Sandra berulang-ulang kali sambil menangis.


"Sayang....Sabar sebentar lagi kita sampai di rumah sakit."Ucap Dewa sembari mengusap kening Sandra yang berkeringat dingin.


Sandra hanya terdiam menahan rasa sakit yang di derita nya sembari memegangi perut bawah nya.Bahkan dia mengabaikan Dewa yang berulang kali meminta maaf pada nya.


25 menit kemudian mobil papi sudah sampai di depan lobby rumah sakit.Dengan gerakan cepat papi langsung mengambil brankar dan didekatkan ke arah mobil nya.


Dewa bergegas membawa Sandra ke arah brankar dan mendorong brankar ke arah ruang IGD sesuai dengan interuksi perawat.


Tiwi menyibuk kan diri untuk mengurus ke administrasi dan menelfon mami Sandra

__ADS_1


Terlihat papi mertua Dewa dan Dewa sedang mondar-mandir di depan ruangan IGD.Baju Dewa terlihat berlumuran darah.


Tidak lama kemudian mami dan Ayu datang.


"D-Dewa.....?"


"Kak Dewa....?"Ulang Ayu dengan mulut ternganga.


"Alhamdulillah... Nak ka..."


"Mi.... Cerita nya panjang.Saat ini Sandra sedang mengalami pendarahan!"Kata papi yang memotong pembicaraan mami dengan Dewa.


"Innalilahi wainailahi rojiun.Terus keadaan nya bagaimana Pi?"Tanya mami yang khawatir dengan keadaan Sandra.


"Masih di dalam mi,dokter masih memeriksa nya."Jawab Dewa dengan raut wajah sedih.


Papi pun menepuk pundak Dewa.


Ceklek,


"Dengan suami nona Casandra Liem?"Kata suster.


"Saya sus!"Jawab Dewa.


"Tuan mari ikut saya untuk menemui dokter Wulan."Kata Suster itu.


"Baik Sus."Ucap Dewa dan mengekor di belakang suster menuju ruangan Obgyn yang tidak jauh dari ruang IGD.


Tok


Tok


Ceklek,


"Dokter,ini dengan suami dari nona Casandra Liem."Kata suster itu kepada dokter Wulan.


"Terimakasih sus."Ucap dokter Wulan dan suster itu pun meninggalkan ruangan dokter Wulan.


"Silahkan duduk tuan."Titah dokter Wulan dan Dewa pun mulai duduk di kursi.


"Tuan,setelah kami memeriksa keadaan nona Sandra dengan berat hati kami harus melakukan curetasi calon bayi tuan."Ucap dokter Wulan.


"Curetasi dok?"Tanya Dewa yang berkerut.


"Perut nona Sandra mengalami benturan atau guncangan yang sangat kuat dan itu menyebabkan calon bayi nya tidak terselamat kan.Maka dari itu kami harus melakukan tindak curetasi."Jelas dokter Wulan.


"Dalam arti keguguran."Tambah dokter Wulan.


Mendengar ucapan dari dokter Wulan,raut wajah Dewa kini tambah terlihat sedih.Kedua mata nya mulai berusaha menahan buliran air mata yang akan membasahi pipi nya.

__ADS_1


Bersambung.........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2