
Aku mengulas senyum ketika melihat Sandra tertidur di mobil sembari melepas safety belt ku.
Aku keluar dari mobil dan membuka pintu rumah yang terkunci.
Lalu aku kembali membuka pintu mobil Sandra.
"Anak mami."Batin ku sembari menggendong Sandra ala bridal style menuju ke dalam rumah.
Aku menggendong Sandra dan merebahkan tubuh nya pelan-pelan diranjang agar tidak terbangun.
Ini adalah kali kedua nya aku menggendong dia.
Dengan posisi dia dibawah Kungkungan ku,aku benar-benar menatap nya begitu intens ketika dia tertidur.
Normal....
Aku adalah lelaki yang normal.Melihat Sandra seperti ini saja hatiku mulai jedag-jedug begitu kencang.
Bagaimana tidak bersyukur?Allah mengirimkan bidadari yang begitu cantik dengan mendadak untuk menemani hidupku dan untuk saling melengkapi.
Walau juga ku tahu sikap dan sifat nya yang bertolak belakang dengan ku.Bukan kah semua makhluk hidup itu tidak ada yang sempurna?
"Mmmmppppttt"Sandra yang menggeliat sembari membuka mata nya pelan-pelan.
"Haap...?"Sandra yang shock seketika mendorong tubuh ku hingga terjatuh disamping nya.
Ku lihat dia memundurkan tubuh nya dan menyandarkan punggung belakang di kepala ranjang dengan kedua tangan menutup dada nya.
"Jangan macam-macam loe."Kata nya dengan tatapan tajam.
"Memang nya kenapa nona?Kamu kan isteri nya Dewa😜"Jawab ku sembari menggoda dia dan merangkak ke arah nya.
"Dewa... Awas saja ka..."Ancam nya sembari menimpuk ku dengan bantal.
Aku mengulas senyum ku sekilas dan turun dari ranjang lalu menuju ke pintu keluar.
......................
Minggu pagi.
Aku yang merasa dari tadi malam tubuh ku yang kurang sehat.Lemas dan menggigil.
"Dewa... Dewa...."Panggil Sandra dari dalam kamar.
Aku mendengar suara Sandra yang terus-terusan memanggil ku.Namun apa daya aku tidak memiliki kekuatan untuk berdiri dan berjalan ke arah nya.
Aku hanya bisa meringkuk di sofa panjang dengan tubuh ku yang lemas.Aku berharap Sandra bisa melihat ku.
"Dewa... Dewa...."Panggil nya lagi dan aku hanya bisa terdiam.
Ceklek...
Akhirnya Sandra keluar kamar juga.
__ADS_1
"Ih.... Dewa loe ngeselin banget sih... Gue lapar na.."Kata nya dan berjalan menghampiri ku.
"Dewa..."Kata nya lagi yang berdiri sembari mengacak pinggang.
"CK,"Dia yang berdecih.
"Aish,Dewa....."Panggil nya lagi dan mengguncang tubuh ku.
"Dewa... ????"Kata Sandra dan mendekat ke arah ku dengan mimik khawatir nya.
Dia pun memeriksa kening ku dengan telapak tangannya dan menggugahku berulang kali.
"Dewa..?Loe sakit?"Serunya lagi dengan khawatir sembari menggugah ku lagi.
"Aduh... Gimana nih...???"Gumam nya mulai kebingungan.
Entah apa yang dilakukan nya dia sekarang aku hanya bisa diam karena aku sendiri sudah tidak bisa apa-apa.
"Hiks.... Dewa... Bangun dong...."Gugah nya lagi.
"Gue enggak mau loe kenapa-kenapa... Hiks.."
Hampir 1 Minggu dia menikah dengan ku,baru pertama kali ini aku melihat dia menangis untuk ku.
Entah apa yang dirasakan anak mami itu aku hanya bisa berdoa kelak dia bisa berubah untuk membuka pintu hati nya untuk ku.
Dia pun akhir nya menelfon keluarga nya.Mami datang bersama papi dan Ayu.Mereka bersama-sama membawa ku ke rumah sakit terdekat.
"Sini nak duduk.... "Titah mami sembari puk-puk kursi kosong yang berada disamping nya.
"Mi.... Hiks....."Ucap Sandra yang memeluk mami nya.
"Loch-loch... Kenapa Sandra?"Tanya mami sembari mengusap punggung belakang Sandra sembari melepas pelukannya.
"Mi.. Semua ini salah Sandra."Jelas Sandra mami,Ayu dan papi saling memandang mengkerutkan kening nya.
"Memang nya Dewa kamu apa in?"Tanya papi.
"Dia kelelahan Pi... Karena seharian dia sibuk kesana kemari mencari rumah kontrakan dan mengangkut barang-barang Pindahan sendirian."Sesal Sandra yang menunduk kan kepala.
Papi Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Papi enggak menyangka,Sandra kamu memiliki sifat jahat seperti itu.Kurang apa suami kamu Dewa itu?Sampai-sampai kamu mengabaikannya?Hm,"Kata papi dengan sorotan tatapan tajam nya kepada Sandra.
"Iya Pi... Sandra salah.Karena Sandra kemarin kesal dengan Dewa."Ucap nya yang menunduk sembari meremas jari-jemarinya.
"Kesal kenapa?"Sahut papi dengan nada tinggi nya.
"Pi...... Sabar dong..."Sela mami yang mengusap dada papi Sandra.
"Sebenar nya kak Sandra itu jealous Pi sama anak nya yang punya kontrakan.Maka nya dia nuntut kak Dewa untuk pindah kontrakan!"Sahut Ayu tiba-tiba.
"Diem loe..."Pekik Sandra ke Ayu.Ayu pun diem tutup mulut.
__ADS_1
"Jealous....???"Ulang papi terkejut mendengar nya.
Sandra pun menggelengkan kepala nya.
"Ah,enggak-enggak Pi..."Sahut Sandra dengan kedua tangannya menolak.
"Ha.... Ha... Ha..."Papi ketawa ngikik.
"Nah,jadi sekarang kamu sudah jatuh Cinta beneran sama Dewa?"Kata papi melempar pertanyaan nya kepada Sandra.
Sandra pun terduduk terdiam sambil mengerucutkan bibir nya ke depan.Karena percuma kalau dia ingin membela diri dan menjelaskan nya.
Tak lama dokter keluar dari ruangan Dewa.
"Dengan keluarga bapak Dewa?"Tanya dokter paruh baya itu yang bernama dokter Tio di name tag nya.
"Dengan saya Sandra dokter isterinya."Jawab Sandra berdiri dari kursi diikuti oleh anggota keluarga nya yang mendekat ke arah dokter Tio.
"Nona Sandra!Setelah dilakukan pemeriksaan kepada bapak Dewa,kami menyarankan bapak Dewa untuk beberapa hari untuk dirawat dirumah sakit."Jelas dokter Tio.
"Iya dokter lakukan yang terbaik untuk suami saya.Sakit apa ya dok suami saya?"Tanya Sandra.
"Tifus nona Sandra serta kelelahan.Disarankan untuk dirawat dirumah sakit."Jawab dokter Tio.
"Boleh dok kami menjenguk menantu kami?"Tanya Pak Tony papi Sandra kepada dokter Tio.
"2 jam setelah observasi dianjurkan nya pak.Biar pasien istirahat dulu."Jawab dokter Tio.
"Oh,baik lah kalau begitu dok.Terimakasih banyak."Kata pak Tony papi Sandra.
"Baik,kalau begitu saya permisi dulu."Ucap dokter Tio sambil melangkah kan kaki nya.
"Terimakasih dok...."Ucap Sandra dan dokter Tio mengangguk mengulas senyumnya.
Sandra melihat jam tangan nya dan waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi.
" Pi... Mi... Sandra mau pulang dulu ya,Sandra sudah telat ke kantor."Ucap Sandra tanpa berdosa.
"Kantor....?"Seru papi mami saling menatap.
"Why....?"Sahut Sandra ketika melihat ekspresi papi mami nya.
"Aduh... Kak,loe itu bego atau pura-pura bego sih?Loe lihat suami loe sedang dirawat malah loe ninggalin dia dirumah sakit sendirian.Jahat banget sih Loe."Sahut Ayu tegas.
"CK,diem loe huru-hara!"Sahut Sandra dengan Decih kesal nya.
"Tunggu in Dewa.Urusan kantor cabang biar papi yang handle..."Sela papi Sandra.
Sandra pun terdiam tidak bisa berkutik dengan apa yang sudah diucapkan oleh papinya.
Bersambung.......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1