Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Episode 7 # Tantangan dari mantan


__ADS_3

Entah mengapa aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia di hatiku sejak dari tadi pagi pulang dari rumah Pak Tony,bos besar di perusahaan ku.


Bagaimana tidak bahagia?Beliau menginginkan aku untuk menjadi pendamping hidup putri pertama nya dan juga yang menjabat sebagai CEO ditempat kerja ku.


Casandra Liem,


Siapa sih yang enggak tau dia?Perempuan cantik berkulit putih mata sipit yang Notabence nya adalah cewek mahal yang mau kunikahi dan memilih ku untuk menjadi pasangan nya.


Cinta....?


Apa aku sudah jatuh cinta dengan nya?Entah lah... Pada intinya witing tresno jalaran Soko kulino.


In Sya Allah aku telah memantapkan hatiku untuk dia.


Dan aku juga sudah berumur 25 tahun,sudah waktu nya untuk ku untuk berkeluarga.


Aku sudah tiba di depan kontrakan rumah ku.


Aku juga memarkirkan motor jadul ku didepan rumah seperti biasa.


"Assalamualaikum...."


"Sore kak... "Sapa Rika yang datang menghampiri ku.


"Waalaikum salam.Rika?"Sapaku kepada nya.


"Emmmm... Ada apa?"Tanya ku kepada nya.


"Ini kak ada nasi kotak untuk kakak.Tadi dirumah ada acara pengajian ibu-ibu."Jawab nya sembari memberikan nasi kotak itu kepadaku.


"Alhamdulillah,terimakasih Rika ya."Kata ku.


"Kakak baru pulang dari kerja?"Tanya nya yang malu-malu.


"Iya nih.Saya habis pulang dari kerja.Kalau begitu saya masuk dulu ya?Mau bersih-bersih."Pamit ku kepada nya.


"Oh.. Iya kak silahkan."


Langkah ku terhenti di tengah-tengah pintu karena si Panji tiba-tiba datang kerumah.


"Ehem .. Ada neng Rika."Kata Panji yang baru turun dari motor jadul nya.


"Assalamualaikum kak Panji."Sapa Rika dengan menggunakan salam nya dan mengulas senyum.


"Waalaikum salam.. Neng .."Panji yang mengulas senyum nya.


Aku pun bergegas meninggalkan obrolan Rika dan Panji menuju ke dalam rumah.


Beberapa menit kemudian setelah aku selesai mandi tiba-tiba Panji sudah terduduk di ruang tamu sembari main handphone nya.


"Loch,kok didalam?Rika dimana?"Tanya ku sembari duduk di ruang tamu kecil sederhana .


"Pulang.."Jawab nya ketus.


"Kenapa loe??"Tanya ku kepada panji yang terlihat ketus.

__ADS_1


"Enggak papa."


"Dari dulu sudah gue bilang kalau loe suka sama dia tembak aja sudah.Jangan lama-lama entar di caplok orang nyahooo loe."Sindir ku .


"Loe kan yang nyaplokk..."Sindir Panji kepadaku dengan bibir mengerucut kedepan dengan menjitak kepalaku.


pletak..


"Sakit Panjul!"Rintih ku sembari mengacak rambut.


"Habis nya kesel gue.. Sudah tau loe kalau dia adalah gebetan gue.Masih saja loe deketin."Katanya lagi.


"Loe kok enggak percaya sama gue?Tembak sudah makanya."Saran ku ke Panji.


"Tembak... Tembak loe kira burung apa?"Katanya ketus lagi.


Panji hanya mengerucut kan bibir nya kedepan tanpa berkomentar apapun.


...****************...


Hari menjelang pagi....


Seperti biasa rutinitas pekerja kantoran harus datang secara ontime.


Ketika aku memarkirkan motor jadul ku si blue.


Aku melihat Casandra dengan seorang laki-laki lain di tempat parkir yang sedang adu mulut.


"Nona....?"Panggil ku kepada Sandra.


Tiba-tiba tangan nya mengeratkan di lengan ku.


"Siapa dia Sandra?"Tanya laki-laki yang beradu mulut itu sembari menunjuk wajahku.


"Calon suami gue!"Jawab Sandra dan aku hanya terdiam memperhatikan orang yang sedang berdebat dengan Sandra.


"Calon suami?"Ulang laki-laki itu sembari tertawa ngikik.


Ha... Ha... Ha...


"Calon suami?Loe enggak salah pilih kan?"Tanya nya dengan menyindir ku.


"Gue enggak yakin kalau itu calon suami loe.Apalagi penampilan nya seperti itu."Tambah nya yang menghina ku.


"Loe itu bucin nya cuman sama gue Daniel.Dan gue yakin laki-laki itu cuman pelampiasan loe."


"Diam loe,"Sentak Sandra kepada Daniel.


"Jangan sok tau tentang hidup gue"


"Bener kan apa yang gue bilang tadi?"Kata Daniel lagi sembari mendekat ke arah Sandra.


Sandra pun mengeratkan tangannya dilengan ku sembari menarik dengan kuat sebagai tanda kalau dia sudah tidak nyaman berada di tempat itu.


Daniel menarik tangan Sandra dengan kuat ketika kami akan melangkah kan kaki pergi.

__ADS_1


"Hey...."Kata ku sambil menepis tangan Daniel.


"Kalau dia sudah tidak mau dengan kamu,jangan dipaksa."Ujar ku.


"Gue peringatin ke loe.Loe itu anak kemaren sore yang baru kenal Sandra."


"Terus apa hubungan nya dengan loe?"Tanyaku dengan sinis kepada Daniel.


"Loe itu bodoh apa pura-pura bodoh?Sih,?Sandra itu bekas gue.Masak loe mau sama dia?"Kata Daniel yang berusaha menghasut ku.


Aku Tersenyum smirk😏


"Aku tau siapa dia.Jadi enggak perlu kamu repot-repot untuk narik gas.Baik buruk nya dia bukan kamu yang menilai."Kata ku sembari menggenggam jari jemari Sandra.


Slurupppp...


Dag ...Dig... Dug...


Jantungku mulai tidak aman ketika menggenggam jari jemari Sandra.


Sandra pun fokus menatap ku dengan penuh tanda tanya.


Kesal,


Dengan kesal Daniel melepas paksa tanganku yang menggenggam tangan Sandra.


"Sandra!Loe jawab dengan jujur.Loe masih cinta sama gue kan."Kata Daniel kepada Sandra.


"Jawab Sandra."Ulang Daniel kepada Sandra yang tertunduk diam.


"Heh,loe enggak bisa jawab berarti loe masih cinta sama gue."Jawab Daniel dengan rasa percaya diri nya.


Sandra pun mendongakkan kepala nya.


"Siapa bilang kalau gue cinta sama loe.Gue sudah bilang ke loe kan kalau gue sudah punya calon suami.Jadi mulai sekarang loe jangan ganggu hidup gue lagi."Peringat Sandra.


"Ingat ,loe udah mutusin gue waktu itu dan loe juga sudah berselingkuh dibelakang gue dengan berkali-kali,sejak saat itu gue sudah bersumpah pada diri gue sendiri.Kalau gue mau menikah serta gue juga mau membuang ingin membuang semua kesialan gue terhadap loe."Tunjuk Sandra ke dada bidang Daniel sembari menekan.


Daniel pun tertawa smirk sambil mengacak pinggang nya.


"Ok.Kalau dia bener-bener calon suami loe,gue tunggu cara main loe."Ucap Daniel ke Sandra dan Sandra pun mengerutkan kening nya.


"Gue tunggu tanggal pernikahan loe saat itu juga."Tambah nya sambil menekan kan kalimat.


Aku pun menarik kaos Daniel ketika dia menekan kan kalimatnya dengan menatap mata amarah kepada Sandra.


"Dewa... "Ujar Sandra kepada ku.


"Lepaskan dia.Enggak ada waktu buat kita meladenin orang gila seperti dia."Kata Sandra kepadaku sembari melepas tangan ku yang menarik kerah Daniel.


Sandra menarik tanganku dan berjalan pergi meninggalkan Daniel di area parkir.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2