Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 12 # Surat peringatan 1


__ADS_3

Hari ini aku terlambat 15 menit datang ke kantor selain macet,ojek yang sudah ku order sebelum nya mengalami pecah ban.


Alhasil aku harus menunggu 15 menit untuk menambal ban.


Hosh... Hosh...


Deru nafas ku sembari membungkuk ke depan tepat di depan gedung.


Aku mulai merapikan kemeja kerja ku.Setelah aku melihat nya sudah rapi,aku bergegas berjalan menuju ke dalam gedung.


"Loh,tumben mas Dewa terlambat?"Tanya pak security itu.


"Iya pak tadi ada kendala di jalan."Jawab ku sembari mengulas senyum.


"Ya sudah pak saya masuk dulu ya."Kata ku sembari menunjuk ke arah gedung.


"Eh... Mas Dewa!"Panggil nya dan aku menghentikan langkah ku.


"Kenapa pak?"Tanya ku lagi.


"Itu nona Sandra sedang melakukan sidak ketertiban."Jawab Pak Security itu.


"Hah...?Waduh gawat nih."Gumam ku sembari menatap ke arah pak security.


"Bismillah... Saya masuk dulu ya pak."Pamit ku kepada pak security.


"Ok mas Dewa."


Aku melangkah kan kaki menuju ke gedung perkantoran itu.


Dan benar apa yang dibilang oleh pak security sedang dilaksanakan sidak ketertiban dikantor.


Ada beberapa orang karyawan yang terlambat termasuk aku.


"Dewa.....??"Seru semua karyawan itu.


Aku pun mengulas senyum sembari menggaruk-garuk tengkuk ku yang tidak gatal dan menghampiri barisan karyawan yang terlambat.


"Kecuali Dewa semua silahkan kembali ke ruangan nya masing-masing."Seru HRD itu.


"Baik pak!"Jawab semua karyawan dan bubar menuju ke ruangan masing-masing.


"Tumben kamu terlambat?"Tanya nya.


"Iya ada trouble di jalan."Jawab ku.


"Sebelum kembali ke staff procurment loe bertemu dulu sama nona Sandra."Kata HRD itu.


"Loh,kenapa harus ketemu dia sih?"Tanya ku kepada HRD itu.


"Enggak tau Dewa,mending loe datangin dia dari pada loe kena omel nya."Jawab nya menggendikan ke dua bahu nya.


"CK,"


Sembari menghela nafas panjang ku,aku pun menaiki tangga dan menuju ke ruangan CEO itu.


Tok... Tok... Tok...


"Dewa,langsung masuk saja.Tadi nona Sandra sudah bilang."Seru Tiwi sekertaris Sandra yang ruangan kerja nya tak jauh dari ruangan CEO.


Aku pun mengangguk sembari menarik tuas pintu.

__ADS_1


Ceklek....


"Kenapa Loe terlambat?"Tanya nya sembari fokus menatap layar komputer.


"Iya,maaf tadi tiba-tiba ban motor ojek online nya pecah ban."Jawab ku.


"Kan ada alternatif lain,kenapa masih mau menunggu."Sahut Sandra yang tidak mau kalah.


"Sudah terlanjur."Jawabku polos.


"Ambil dan di baca. "Kata Sandra yang memberi ku selembar surat.


Aku pun membaca surat itu yang berjudul Surat peringatan pertama.


"Astagfirullah hal adzim... San."Kata ku terpotong.


"Nona...!"Pekik nya sembari menyenderkan punggung dan bersendekap.


"Iya nona.Enggak seharusnya seperti ini kali."Protes ku sama Sandra.


"Tolong patuhi aturan kantor ini."Jawab nya tegas.


"Aturan apa?"Sahut Pak Tony yang tiba-tiba datang.


Aku dan Sandra pun menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari pintu masuk.


Tap... Tap... Tap ...


Papi mertua yang berjalan menghampiri ku dan mengambil selembar kertas yang bertuliskan surat peringatan kerja.


"Apa maksud nya ini Sandra?"Tanya papi mertua kepada Sandra.


"Itu seperti yang papi baca."Jawab Sandra.


"Iya Pi.. Sebelum nya Dewa minta maaf,tadi Dewa naik ojek online dan diperjalanan ban motor nya pecah dan itu yang membuat Dewa terlambat."Jawab ku menceritakan kronologi nya.


"Sandra...?Kenapa kamu tinggalin suami kamu?"Tanya Papi mertua kepada Sandra istri ku.


"Mpppphhh...."Sandra yang bingung mau menjawab apa sembari meremas jari-jemarinya.


"Sandra...?"Ulang Papi mertua.


"Mm.. Pi.Jangan dimarahin Sandra.Enggak apa-apa.Mungkin dia belum bisa menerima keadaan."Kata ku dan Papi mertua menoleh ke arah ku sembari mengusap punggung belakang ku.


"Dewa,tegurlah didik lah Sandra ingat kanlah dia apa bila dia sedang khilaf."Tutur Papi mertua.


"Iya Pi.."Jawab ku sembari mengangguk.


"Kembali lah keruang kerja kamu."Kata papi mertua dan aku menganggukan kepala.


Aku berjalan menuju pintu keluar ruangan Sandra.


Sementara itu....


Pak Tony menggelengkan kepala nya.


"Keterlaluan kamu Sandra.Dewa itu suami kamu,bisa-bisa nya kamu berbuat seperti itu."Ujar Pak Tony yang marah kepada Sandra.


"Kemasin barang-barang kamu dimeja itu dan pulang ke kontrakan Dewa."Titah Papi Sandra.


"Apa....?Pi... Sebentar lagi Sandra mau meeting."Protes Sandra kepada papi.

__ADS_1


"Meeting papi yang handle!Baju-baju kamu semua sudah papi kirim di kontrakan Dewa."Tambah nya lagi.


"CK,"Sandra yang berdecih.


"Papi itu jahat tau!Papi seenak nya mengatur hidup Sandra."Ucap Sandra dengan kedua mata nya yang berkaca-kaca.


"Karena kamu susah diatur Sandra.Kamu lebih memilih mendengarkan omongan bajingan tengil Daniel daripada mendengar omongan papi kamu Sendiri."


"Sandra sudah putus Pi dari dia.Bahkan Sandra sudah mengikuti kemauan papi untuk menikah dengan pria pilihan papi yang sama sekali Sandra enggak cinta."Pekik Sandra sembari menatap tajam kedua mata papi nya.


"Seperti ini lah sikap dan atitude kamu terhadap orang tua?Benar-benar kamu Sandra.Kemasin barang-barang kamu dan pergi pulang ke kontrakan Dewa."Ujar Pak Tony yang menunjuk ke arah pintu keluar ruangan.


Dengan mata nya yang mulai berkaca-kaca Sandra bergegas membersihkan barang-barang nya dari meja.


Dia pun melangkah kan kaki menuju pintu keluar ruangan tanpa berpamitan dengan papi nya.


Pak Tony hanya bisa berucap istigfar sembari mengelus dada dan menggelengkan kepalanya.


Brakkkkkk


Sandra yang membanting pintu membuat Tiwi sekertaris nya terkejut.


"Nona sebentar la...."


"Cancel Tiwi.Ada papi yang handle!"Sahut nya sembari mengusap kedua manik mata nya dan meninggalkan Tiwi yang berdiri didepan pintu CEO.


Tap... Tap... Tap...


Suara high hells nya yang menuruni tangga.


Dan...


Brakkkkkk


"Arkkkkkkk...."


"Aduhhhhh...."


Aku melihat istriku nona Sandra terjatuh ketika berpas-pasan jalan dengan ku.


"Nona....."Kata ku membantu Sandra berdiri dan merapikan file-file nya yang tececer di lantai.


"****!Punya mata enggak loe."Umpat Sandra yang marah kepadaku.


"Astagfirullah hal adzim maaf kan saya nona."Ucapku kepada Sandra.


"Minggir!"Kata Sansra sembari mendorong tubuh ku kesamping untuk memberikan jalan.


Aku melihat kedua mata Sandra yang enuh dengan air mata putih nya.Dan aku pun meraih tangannya.


"Mau kemana?Dan kamu kenapa?"Tanya ku kepada Sandra.


"Enggak usah loe perduliin gue."Jawab Sandra lagi ketus.


"Kamu isteri ku."Kata ku.


"Kalau kamu mau pergi harus dengan seizin ku."Ucap ku lagi.


"Persetan.!"Kata Sandra dan mendorong tubuh ku hingga ke dinding dan berlalu pergi meninggalkan ku di koridor tangga.


Bersambung......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2