Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 42 # Agar pasti


__ADS_3

Tanpa di temani Dewa,Sandra memberanikan diri untuk pergi memeriksakan diri nya ke rumah sakit.Rumah sakit yang di tuju adalah rumah sakit yang pernah menangani nya saat dia mengalami kuretasi.


Sandra terbelalak ketika melihat antrian ibu-ibu dan ibu-ibu muda yang sedang mengantri di temani suami nya masing-masing.


Semua tatapan para pengunjung dokter Wulan tertuju ke arah nya.Hingga Sandra pun memutuskan untuk duduk di ujung dekat dengan pintu masuk ruang dokter Wulan.


"Apa karena aku tidak mengajak mas Dewa suami ku tatapan mereka begitu tajam kepada ku?"Batin Sandra.


Tidak berapa lama kemudian datang lah sepasang suami isteri yang duduk di samping ku.Mereka mengulas senyum kepada Sandra dan sebalik nya Sandra juga membalas dengan mengulas senyum nya.


Antrian sangat lah panjang dan membuat Sandra sangat lah bosan.Menunggu adalah hal yang menyebalkan bagi Sandra.Biasanya clien yang ingin bertemu dia harus rela menunggu 1 hingga 2 jam.


Sekarang giliran Sandra yang harus sabar menunggu dan rela mengantri demi ingin mencari tahu semua tentang keadaan diri nya ke pada dokter kandungan yaitu dokter Wulan.


Seharus nya Sandra membuat janji dulu dengan dokter Wulan agar dia tidak ikut antrian yang menumpuk.


Hingga akhir nya Sandra berhasil masuk ke ruangan dokter Wulan.


"Silahkan duduk!Apa kabar nona Sandra...?"Sapa dokter Wulan kepada Sandra sembari mempersilahkan Sandra untuk duduk.


"Alhamdulillah dok,saya baik dan sehat."


"Alhamdulillah.Ada yang bisa saya bantu nona Sandra?"Tanya dokter Wulan kepada Sandra.


"Iya dok.Jadi begini,saya sudah telat 2 Minggu.Saya ingin tau apakah saya hamil?Karena beberapa hari yang lalu saya mengalami flek."


"Baik lah kalau begitu.Kita melakukan pemeriksaan dulu ya nona."Kata dokter Wulan dan Sandra pun mengangguk kan kepala.


Seorang perawat pun memberikan sebuah alat tespect.Dan sambil menunggu hasil nya Sandra di sarankan untuk berebag di brankar dan akan dilakukan pemeriksaan melalui USG.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan lewat USG,Sandra kembali duduk di kursi di depan dokter Wulan.


"Nona Sandra dari hasil tespect dan di USG nona Sandra di nyatakan positif hamil.Dan usia kehamilan nya saat ini berusia 3 Minggu."Jelas dokter Wulan sembari melihat hasil diagnosa Sandra.


Raut wajah Sandra berubah menjadi bahagia setelah mendengar penjelasan dari dokter Wulan,dokter kandungan.


"Namun......."Dokter Wulan yang sedikit menekan kan kalimat.


"Na-namun apa dok?"Tanya Sandra dengan terbata dan penasaran sambil mengkerutkan kening.


"Kandungan nona Sandra sangat lah lemah.Mengingat masa kuretasi nona Sandra yang belum lama ini."


"Apa itu tanda nya saya akan mengalami ke guguran lagi dok?"Tanya Sandra.

__ADS_1


"Bisa di pastikan.Menginjak di tri semester pertama nona Sandra harus benar-benar istirahat,tidak boleh stres dan tidak boleh ke capek an karena itu bisa mempengaruhi nya."Jelas dokter Wulan.


"Untuk soal ngeflek yang dialami nona itu karena faktor kelelahan maka dari itu saya menyarankan kepada nona Sandra untuk benar-benar istirahat."Saran dari dokter Wulan.


"Saya beri resep serta vitamin untuk nona Sandra tolong diminum secara teratur ya nona."Kata dokter Wulan sembari menuliskan resep.


"Baik dok."


Setelah selesai Sandra memeriksakan diri nya ke dokter kandungan dia kembali mengemudikan mobil nya dan menuju ke kantor.


Tepat pukul 12:00 jam makan siang Sandra tiba dikantor.


CEO Rooms,


Ceklek,


Sandra memutar kursi kebesaran nya ketika suara pintu ruangan nya terbuka.


"Dari mana saja kamu hm?"Tanya ku kepada Sandra sambil duduk di kursi dan meletak kan 2 kotak lounch box di meja kerja isterinya.


"Sandra punya sesuatu buat kamu mas."Ucap Sandra sembari mengeluarkan amplop berwarna putih.


Sandra pun berjalan ke arah kursi dimana aku duduk dan menggandeng tangan ku berjalan menuju ke arah sofa.


"Mas buka dong."Ucap Sandra sambil mengulas senyum nya.


Karena sangat penasaran dengan isi amplop putih itu,aku bergegas membuka nya.Aku begitu terkejut hingga mulut ku terbuka ternganga setelah membaca isi dari amplop itu.


"Kamu hamil...?"Tanya ku kepada Sandra dan Sandra mengangguk mengulas senyum nya.


Aku langsung memeluk Sandra dengan erat dan mencium kening nya.


"Alhamdulillah...."Ucap ku.


"Ta-pi mas...."Kata Sandra yang terbata dan aku pun melepas pelukan ku dan menatap Sandra.


"Tapi apa sayang?"Tanya ku.


"Tri semester awal ini kandungan Sandra sangat lemah karena jarak kuretasi nya belum lama.Sandra di minta untuk istirahat tidak boleh stres maupun kecapek an,karena itu adalah faktor yang bisa membahayakan."Jelas Sandra kepada ku.


"Ya udah,mas minta sama kamu untuk sementara ini kamu bisa kan istirahat total dulu dirumah?"Tanya ku kepada Sandra.


"Istirahat total?Maksud mas Dewa Sandra enggak boleh ke kantor begitu?"Jawab Sandra sembari melempar pertanyaan kepada ku.

__ADS_1


"I-iya... Kenapa?"Tanya ku terbata.


"Pokok nya mas ingin kamu total istirahat di rumah.Demi anak kita."Kata ku sembari mengusap perut Sandra.


"Ya enggak bisa begitu dong mas.Terus kalau Sandra di rumah kantor siapa yang memantau?"Kilah ku.


"Kan ada papi.Ayolah demi anak kita mas ingin kamu istirahat dirumah."Bujuk ku.


"Aku belum bisa menjawab mas maaf."Ucap Sandra dan aku pun memaksa kan untuk mengulas senyum ku.


"Ya udah.Yang penting mas sudah mengingatkan kamu."Jawab ku.


"Kita kabari mami papi ya...?"


"No... No... No... Jangan dulu mas.Aku ingin merahasiakan ini dulu."Ujar Sandra yang menunduk sembari mengusap perut datar nya.


Aku pun meraih tangan Sandra dan Sandra menatap ku.Aku mencium punggung tangan nya.Serta mencium dan mengusap perut nya.


"Anak papa....Cepat besar ya di sana."Ucap ku sembari mencium lagi perut Sandra.


"Terimakasih ya.Kamu sudah memberikan mas harta yang spesial."Kata ku dan Sandra hanya mengangguk senyum tipis.


CUP


Aku mengecup bibir Sandra dan ******* nya dalam beberapa detik.


Sandra yang awal nya duduk di sampingku kini berpindah diatas pangkuan ku dengan posisi miring dan ke dua tangan nya dikalungkan dileher ku.


Tangan ku mulai membuka kancing kemeja putih yang di kenakan Sandra.


"Mas....."Kata Sandra lirih sembari mencoba menutup kembali baju kemeja nya.


"Ini kantor mas."


"Pintu nya sudah mas kunci."Ucap nya sembari membuka kembali kancing baju Sandra.


Hingga terpampang lah pemandangan buah bergelantung yang terbungkus itu.


Aku mencoba membuka pembungkus itu,namun.....


Tok... Tok... Tok....


Bersambung.........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2