Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 37 # Butuh Sendiri


__ADS_3

Hari ini,Sandra sudah diizinkan dari pihak rumah sakit untuk pulang kerumah.Aku,papi dan mami pun sudah sampai dirumah sakit.Aku membantu mami untuk membereskan baju-baju Sandra serta perlengkapan milik Sandra yang lain nya.


"Mi.... Sandra pulang ke kontrakan ya.Sandra enggak jadi pulang ke rumah papi dan mami."Ucap Sandra dengan nada lirih nya sembari duduk di pinggiran brankar dan bersandar.


"Iya nak,enggak apa-apa.Lain waktu kalau sudah sehat kamu bisa kok tidur dirumah mami papi."Kata mami sembari menyibak anakan rambut Sandra ke samping dan mengulas senyum nya.


Aku yang sibuk memasukan baju-baju Sandra ke dalam tas pun berhenti sembari melirik ke arah Sandra dan mengulas senyum.Walau aku tau senyumanku di balas dengan raut wajah dingin nya.


Aku tetap senang sekali Sandra memilih untuk pulang ke rumah kontrakan.


"Mas gendong ya...?"Tawar ku kepada Sandra.


"Suster... Tolong ambil kan saya kursi roda."Ucap Sandra yang mengabaikan ku didepan nya.


Suster pun mengambilkan Sandra kursi roda.Sementara papi menyemangati ku dengan cara menepuk pundak ku.


"Mas bantu ya...."Tawar ku lagi kepada Sandra.


Lagi-lagi Sandra mengabaikan ku dan lebih memilih meminta tolong kepada Suster dari pada dengan ku maupun dengan papi.


Sandra memang benar-benar marah kepada ku.


Mami pun mendorong kursi roda Sandra sampai didepan lobby rumah sakit.Aku turun dari mobil Sandra dan membuka pintu mobil.


"Sandra bisa sendiri."Kata Sandra dengan wajah datar ketika aku mau memapah masuk kedalam mobil.


Aku berusaha untuk sabar dalam menghadapi dingin nya sikap Sandra karena ulah ku😞.


"Nak,yang sabar ya."Kata mami saat aku berpamitan dengan mencium punggung tangan nya dan tangan papi.


"Iya mi... "Jawab ku dengan tersenyum.


"Hati-hati dijalan kalau ada apa-apa jangan segan untuk menghubungi papi mami."Pesan papi.


"Insa Allah Pi,Dewa pamit dulu.Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam...."


Aku pun mengendarai mobil Sandra dengan kecepatan rendah.Selama dalam perjalanan tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut Sandra.


Dia hanya fokus melihat layar phonsel nya dan sibuk menscroll ke atas dan ke bawah.


Dingin,Sandra kembali dengan mode dingin nya.


Beberapa menit kemudian kami sampai di rumah kontrakan.Setelah memarkirkan mobil,aku membuka pintu dan membantu Sandra untuk memapah nya.


"Assalamualaikum.... "Salam ku ketika tiba di depan pintu.


Ceklek,

__ADS_1


Aku membuka pintu.


"Dewa!"


Aku dan Sandra menoleh ke arah sumber suara itu.


"Panji?RI....."Kata ku terpotong dan sambil melirik ke arah Sandra yang raut wajah nya berubah tambah serem.


"Assalamualaikum kak Dewa dan nona ."Salam Rika yang menyapa ku dan Sandra.


"Wa-wa Alaikum salam."Jawab ku dengan lidah kaku.


"Mmphh ini buat Nona."Kata Rika sembari menyodorkan buah tangan nya untuk Sandra.


"Untuk saya atau untuk Dewa?"Tanya Sandra dengan ketus kepada Rika.


Raut wajah Rika seketika berubah menjadi tidak enak.


"Ehm nona m-maksud ke....."Kata Panji.


"Maaf!Saya butuh waktu untuk istirahat."Ucap Sandra dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.


Aku hanya terdiam berdiri di tengah-tengah pintu dan tidak bisa menahan Sandra.Tapi memang benar apa yang di ucapkan nya kalau dia butuh waktu untuk istirahat.


Puk...


"Sakit Jul."Kataku sembari menggosok punggung ku.


"Bini loe sensi banget."Bisik Panji kepada ku.


"Sebelum nya aku minta maaf ya atas sikap Sandra.Aku rasa kalian paham dan mengerti lah tanpa aku men jelaskan.Sandra baru saja mengalami keguguran dan dia sangat sedih merasa kehilangan calon bayi nya."


"Sabar ya kak."Sahut Rika.


"Ya sudah kalau begitu kamu pamit dulu ya kak."Kata Rika.


"Loh,Rik.Kok pamitan?Kita baru saja sampai lohhhh..."Protes Panji.


"Kapan-kapan kesini lagi kak Panji.Kak Panji enggak lihat apa nona Sandra masih sakit dan butuh waktu untuk istirahat?"Jawab Rika sembari melangkah kan kaki.


"Sudah pulang sono."Sahut ku sembari mendorong Panji dengan pelan.


"Sialun loe.. Dasar geblek."Gerutu Panji sambil ngekor dibelakang Rika.


"Wleeeee....."Aku yang mengolok Panji.


Aku pun menutup pintu rumah setelah memastikan Panji dan Rika benar-benar pulang.


Aku berjalan menuju kamar dan menarik tuas pintu nya dengan pelan.

__ADS_1


Ceklek,


Aku mendapati Sandra yang berbaring memiringkan badan nya dan memunggungi.Aku pun mendengar Isak kan tangis nya.


Dengan rasa khawatir aku bergegas menghampiri nya.


"Sandra...."Kata ku tepat didepan nya dengan berlutut.


Sandra pun mengusap air mata nya dan mendudukan tubuh nya dengan bersandar.Aku bergegas berdiri dan duduk dipinggiran ranjang dengan menatap Sandra.


"Kamu kenapa?"Tanya ku sembari meraih tangan Sandra.


Sandra pun menepis tangan ku dan memalingkan pandangannya.


"Aku mau sendiri.Tolong tinggalin aku."Kata Sandra kepadaku.


"Sandra mau sampai kapan kamu seperti ini terus?Mas minta maaf!"Ucap ku memohon kepada Sandra.


"Kamu enggak dengar kah mas aku tadi bilang apa sama kamu?Aku mau sendiri mas."Ucap Sandra lagi.


"Tolong dong Sandra kamu jangan bersikap seperti anak kecil.Ki...."


"Anak kecil?"Sahut Sandra dan menatap ku dengan tatapan tajam sambil bersendekap.


Aku pun langsung mengunci mulut ku.


"Kamu tau mas?Aku kecewa sama kamu.Aku benar-benar kecewa mas!"Kata Sandra.


"Iya Sandra mas minta maaf."


"Dengan kata maaf tidak akan membuat anak ku kembali mas."


"Aku harus melakukan apa lagi Sandra agar kamu mau memaafkan aku?"Tanyaku dengan pasrah.


"Enggak ada mas.Aku sangat kecewa dengan kamu.Kamu tega mempermainkan perasaanku dan kamu juga tega bohongin aku."


"Kamu tau enggak mas selama satu Minggu dalam keadaan hamil dan hujan aku mencari kamu di tepi jurang.Aku menyebar foto kamu di lokasi kejadian berharap aku bisa menemukan kamu.Dalam sholatku dan di dalam pertiga malam ku enggak pernah ada satu malam pun yang terlewat untuk mendoakan mu.Agar kita bisa bertemu dan kamu dalam keadaan sehat-sehat.Akhirnya Alhamdulillah Allah menjawab doa-doa ku selama ini.Akhirnya kita dipertemukan.Dipertemukan dalam keadaan kamu membodohi ku.Disitu aku kecewa dengan mu mas!"


"Aku kecewa!"Teriak Sandra dan menangis.


"Hiks.... Hiks... Hiks.."


Aku berusaha memeluk Sandra namun lagi-lagi Sandra mendorong ku.


"Aku butuh waktu sendiri.Please tinggalin aku sendiri."Ucap Sandra sembari memiringkan tubuh nya dan menarik selimut dan menyelimutkan tubuh nya hingga batas leher.


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2