
Pagi-pagi sekali aku sudah datang kerumah papi mami mertua untuk menjemput Sandra dan pergi ke kantor bersama-sama.
Sebenar nya tadi malam papi dan mami mertua menawari ku untuk bermalam di rumah nya tapi aku menolak dengan alibi ada kerjaan kantor yang terpending.
Aku mencoba menghubungi Sandra lewat handphone nya namun dari semalam handphone nya diluar jaringan terus.
Aku mencoba untuk chat Ayu adik Sandra dan Ayu bilang katanya Sandra sudah berangkat ke kantor tadi pagi.
Aku melihat jam tangan ku yang menunjukan pukul 07:15.Tumben Sandra sepagi ini sudah berangkat ke kantor.
Aku pun bergegas berangkat ke kantor .Aku menjalan kan motor jadul ku dengan kecepatan sedang,beruntung lalu lintas pagi ini belum begitu padat.
Akhir nya aku sampai juga dikantor.Aku tidak lupa untuk finger print dahulu sebelum naik ke lantai dua.
"Pagi mas Dewa.... "Sapa mbak Sri salah satu karyawan Office girl di kantor ini.
"Pagi mbak Sri.Tumben itu minuman untuk siapa?"Tanya ku kepada mbak Sri yang bertemu berpas-asan di lorong pantri.
"Buat nona Sandra."Jawab mbak Sri sembari membawa secangkir teh hangat nya.
"Oh....."Kata ku.
Mbak Sri pun melangkah kan kaki nya menaiki tangga.Sementara aku masih berdiri di lorong pantri menunggu mbak Sri turun dari ruangan Sandra.
Setelah aku mendapati mbak Sri turun dari ruangan Sandra,aku segera menaiki tangga menuju ke ruangan Sandra.
Ceklek,
Aku langsung masuk kedalam ruangan Sandra dan melihat dia yang menyeruput teh sembari fokus menatap layar monitor.
"Sandra......"Kata ku dan duduk dikursi yang diberi meja pembatas untuk Sandra bekerja.
"Bisa tidak kamu ketok pintu dulu?Ini kantor bukan kontrakan!"Kata Sandra ketus.
"Iya... Aku minta maaf.Aku mau bicara sama kamu."Kata ku lagi kepada Sandra.
"Aku enggak ada waktu untuk membahas yang bukan keperluan dan kepentingan pekerjaan."Jawab Sandra yang mengacuhkan dengan layar monitor laptop nya.
"Sandra tolong lah...."Kata ku yang membujuk Sandra.
"Kamu jangan seperti ini.Hanya karena masalah kemarin."
"Kamu bilang hanya?Mas......!"Pekik Sandra yang mulai menaikan nada tingginya sembari memutari meja kerja nya dan menghampiri ku.
"Siapa yang enggak kecewa dengan kamu mas.Aku isteri kamu direndahkan oleh orang lain dan orang itu adalah ibu dari pacar kamu sementara kamu sedikit pun tidak ada rasa untuk membela ku siapa yang tidak kecewa dan kesal hah?.Justru kamu malah membela mereka dan membentak ku di depan umum.Itu yang dinamakan suami?"Kata Sandra dengan raut wajah kesal nya.
Aku pun meraih tangan Sandra dan dia menepis tangan ku.
__ADS_1
"Kembali lah keruangan kamu sebelum ada orang yang melihat dan ada yang berkomentar."Ucap Sandra.
Aku pun bersi keras dan memeluk Sandra dengan paksa.
"Ihhh.... Lepas!"Pekik Sandra sembari mencoba meloloskan diri.
"Enggak!Aku enggak akan melepaskan kamu."
"Dewa.....!"Pekik Sandra yang berhasil meloloskan diri.
Plak
Plak
Plak
Sandra menampar pipi ku.
Aku pun memegangi pipiku yang terdapat gambar tangan nya.
"Jangan gila kamu mas.Ini kantor dan bukan di kontrakan."Seru Sandra dengan kesal sembari merapikan stelan jas nya yang sedikit berantakan.
"Keluar dari ruangan ku...."Kata Sandra yang mulai mengusirku sembari jari telunjuk nya mengarah ke pintu luar.
"Enggak!Aku enggak mau keluar sebelum kamu maafin aku dan pulang ke kontrakan."Kata ku yang membujuk Sandra.
Dengan raut wajah kesal nya Sandra berjalan memutari meja kerja nya dan menarik laci meja kerja nya.
"Dari kemarin kamu ingin menyelesaikan masalah ini semua kan?"Kata Sandra menatap ku dan aku mengangguk.
"Ok kita selesaikan hari ini juga.Aku enggak habis pikir dengan kamu yang tidak bisa menempatkan diri.Baca dan tanda tangani ini."Tambah Sandra dan menaruh selembar kertas itu di meja.
Aku pun mengambil kertas itu dan membaca nya.
Aku terkejut dan begitu shock setelah membaca isi dari kertas itu.
"M-mak sud kamu apa?Cerai?"Tanya ku kepada Sandra dengan geram.
"Sandra.Mempermainkan pernikahan itu dosa!"Kata ku yang geram kepada Sandra.
"Kamu sendiri yang meminta semua ini harus diselesaikan."Sahut Sandra yang tidak mau mengalah.
"Tapi bukan dengan cara seperti ini.Sandra kamu sudah dewasa dan kamu bukan anak kecil lagi.Coba lah berpikir secara sehat."
"Bagus kalau kamu tau aku sakit!"Sahut Sandra lagi.
Dengan geram nya,
__ADS_1
Aku pun merobek kertas putih itu di depan Sandra dan melemparkan ke arah nya sobekan-sobekan kertas itu.
"Kamu jahat Sandra."Kataku kepada Sandra dan menatap nya dengan tatapan menghunus.
"Hanya karena masalah kecil dan salah paham seperti ini kamu mau meminta cerai dari ku hah?Karena kamu merasa punya jabatan disini?Karena kamu anak nya orang kaya?Dengan seenak nya kamu mempermainkan perasaanku dan pernikahan ini?"Ucapku kepada Sandra.
"Tidak segampang itu!"Kata ku sarkas.
"Jahat kamu Sandra.Aku sangatlah cinta dengan mu.Tapi kamu jahat."
Aku pun berjalan menuju ke arah pintu keluar dan membuka nya.
Braaaaakkkkk
Aku banting pintu ruangan CEO itu.Aku begitu kesal dengan apa yang dilakukan Sandra kepada ku.
"Dewa....."Kata Tiwi dan beberapa karyawan yang berada di ruangan lantai dua itu.
"Loe kenapa banting pintu nona Sandra?Cari perkara saja loe."Tanya Tiwi yang datang menghampiri ku.
Aku pun baru tersadar dan mengibas kepalaku sebentar.
"Astagfirullah hal adzim...."Aku yang beristigfar.
"Loe kenapa Dewa?"Ulang Tiwi lagi.
"Loe habis kerasukan setan apa sampai loe banting pintu nona Sandra.Mau cari penyakit loe."Tanya Tiwi lagi.
"Aku refleks Wi.... Hufttt...."Jawab ku sembari mengeluarkan nafas dengan pelan.
"Loe kenapa?"Tanya Tiwi yang kepo lagi.
"Enggak ada apa-apa kok."Jawab ku.
Ceklek,
Sandra membuka pintu ruangan.
"Kalian berdua berdiri di depan ruanga saya ada apa ya?"Tanya Sandra yang tiba-tiba muncul.
"Tiwi,sejak kapan kamu jadi tukang gosip di sini?"Tanya Sandra kepada Tiwi dan Tiwi pun mulai salah tingkah.
"Iya nona ma-af...."Ucap Tiwi dan kembali duduk di meja kerja nya.
"Dan kamu, selesaikan semua laporan yang sudah pak Jimmy berikan kepada kamu."Kata Sandra kepada ku.
Aku hanya bisa diam ketika Sandra sedang bersandiwara kepada semua karyawan untuk menutupi pernikahan nya.
__ADS_1
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️