Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 21 # Bantuan mami


__ADS_3

Minggu pagi......


"Dewa....... "Panggil Sandra kepadaku sembari berjalan menuju ke arah dapur dengan rambut nya yang digulung ke atas serta masih menggunakan piyama tidur nya.


"Gue lapar...!"Kata nya sembari duduk di meja makan.


"Sebentar ya,tinggal satu gilingan lagi aku masakin."Jawab ku sembari memutar tombol cucu di mesin cuci.


"CK,lama ."Sahut nya.


"Sabar dong."Jawab ku sembari berjalan menuju ke arah lemari pendingin.


"Nona ku yang cantik mau sarapan apa?"Tanya ku sembari mengeluarkan bahan-bahan sayuran.


"Nasi goreng seperti kemarin."Jawab nya sembari memainkan handphone nya.


Tok.... Tok.....


"CK,siapa sih pagi-pagi buta sudah bertamu ke sini."Gumam Sandra dan aku pun hanya mengulas senyum.


"Biar aku yang membuka nya."Jawab ku.


"Eits..... Tunggu-tunggu.Awas ya kalau yang datang kerumah itu ayang bebeb loe atau pun temen loe yang enggak waras itu si Panjul 1 Minggu gue pasti in kalau gue akan tidur dirumah papi sama mami."Ancam Sandra kepada ku.


"Iya... Iya..."Jawab ku sembari mencubit pipi Sandra.


Plakkkk


Sandra yang menimpuk kepala ku dengan sayur sawi.


Aku pun bergegas berjalan menuju ke arah pintu rumah.


Ceklek,


"Assalamualaikum......."Sapa mami dan Ayu secara bersamaan.


"Waalaikum salam.... "Jawab ku dan mencium punggung tangan mami mertua.


"Tumben mami pagi-pagi sudah datang."Kataku.


"Tadi mami habis dari pasar bersama Ayu.Pas lewat daerah sini,Ayu ingin mampir."Jawab mami .


"Mami.....?"Sapa Sandra dari arah dapur dan mencium punggung tangan mami nya.


"Sini duduk dulu.Mami kok enggak memberi kabar kalau mau kesini..?"Tanya Sandra.


"Mami bawa apa?"Tanya Sandra lagi.

__ADS_1


"Sampai lupa mami.Dewa tolong dikeluarkan sembako nya nak yang berada di dalam mobil."Titah mami dan aku pun mengangguk dan melangkah kan kaki menuju ke arah pintu keluar.


"Kak,by the way sudah sembuh kah?"Tanya Ayu dengan pertanyaan aneh nya yang membuat Sandra mengkerutkan kening nya.


"Sembuh apa nya?"Jawab Sandra dengan nada ketus nya karena sudah tau apa yang dimaksud oleh adik nya Ayu itu.


Ayu pun tertawa ngikik sembari menutup mulut nya.


"Mami....."Kata ku dengan raut wajah datar nya.


"Iya nak....?"Tanya mami kepada Ku.


"Sembako nya banyak sekali mi?Ini buat kami?"Tanya ku kepada mami.


"Iya nak.. Itu buat kalian."Jawab mami.


"Sembako yang satu Minggu lalu itu belum habis loh mi."Jawab ku sembari menatap mami.


"Enggak apa-apa nak.Mami hanya khawatir kalau kalian kekurangan."Jawab mami.


"In Sya Allah mi,kami sudah bersyukur karena kecukupan.Dewa hanya merasa enggak enak saja sama mami papi karena merasa masih mengharapkan pemberian dari mami papi."Kata ku yang memberi kan penjelasan.


"Dewa... Maksud loe apa sih?"Tanya Sandra yang mulai memasang raut wajah kesal nya.


Mami pun mulai mengulas senyum nya.


"Iya nak... Mami minta maaf ya.Bukan maksud mami meragukan kemampuan kamu,tapi mami memang mami tidak maksud apa-apa kok."Kata mami dengan senyum tipis nya.


"Iya nak... Alhamdulillah mami sangat bahagia Sandra memiliki suami yang bertanggung jawab seperti kamu."Kata mami.


Setelah selesai sarapan pagi,mami dan Ayu berpamitan untuk pulang kerumah.


Aku dan Sandra mengantar mami sampai ke depan rumah.Setelah mobil mami menjauh tiba-tiba Sandra menarik tangan ku dengan kencang untuk masuk ke dalam rumah.


Brakkkkkk


Sandra yang membanting pintu dengan cukup kencang.


"Astagfirullah hal adzim Sandra."Kata ku kepada Sandra.


"Apa maksud loe menolak semua pemberian dari mami hm?"Seru Sandra dengan tatapan yang tajam menghunus.


"Astagfirullah hal adzim,enggak ada maksud apa-apa Sandra.Aku hanya enggak ingin merepotkan mami kamu saja."Jelas ku kepada Sandra.


"Alah,gak usah sombong seperti itu.Loe tau enggak dengan apa yang loe bilang ke pada mami itu bisa membuat dia tersinggung.Masih mending mami mau membantu kita."Kata Sandra sembari tangan bersendekap.


"Astagfirullah hal adzim Sandra!Aku masih mampu kok memberi nafkah untuk kamu.Kamu jangan ngomong seperti itu."

__ADS_1


"Jangan ngomong seperti itu?Terus apa yang loe bilang ke mami itu tadi apa tidak menyinggung perasaan nya dia?"Sahut Sandra dengan kesal tidak mau mengalah.


"Iya.... Aku salah.Aku minta maaf.Ok,"Ucap ku yang pasrah dan lebih baik mengalah kepada Sandra.


"Aku hanya minta tolong sama aku.Mami boleh memberikan kita bantuan sembako tapi jangan terlalu sering.Aku enggak mau ada anggapan dari orang lain bahwa aku menikahi kamu hanya ingin menumpang karena hidup enak."Jelasku kepada Sandra.


"CK,"Sandra hanya bisa berdecih dan menepis tangan ku ketika aku menggenggam tangan nya.


Tok..... Tok.... Tok....


"Dewa..... Dewa....."Teriak seorang laki-laki dari luar pintu rumah.


Aku pun fokus ke arah pintu luar dan Sandra pun mulai memberi tatapan tajam nya ke arah ku.


"Loe beritahu alamat rumah ini ke dia...?"Tanya Sandra dengan nada tinggi nya.


"Enggak Sandra.Sumpah suerrr...."Kataku sembari mengangkat tangan dengan simbol angka dua.


"Terus dari mana dia tau alamat rumah ini kalau bukan dari mulut ember loe,hah?"Kata Sandra dengan raut wajah kesal nya.


"Dewa.... Dewa...."


Tok.... Tok...


"Sumpah ya!Gue nyesel sudah nikah sama loe "Pekik Sandra dan berjalan ke arah kamar.


"Astagfirullah hal adzim ....."Aku yang beristigfar sambil mengelus dada.


Aku pun menarik nafas dalam-dalam mengatur tempo sebelum aku menemui si Panjul.


Ceklek,


Aku membuka pintu dan menutup nya kembali.


"Lama banget sih Loe."Kata Panji.


"Baru bangun tidur.Kamu tau dari mana kalau aku tinggal disini?"Tanyaku ceplos ke Panji.


"Kemarin gue ngikutin loe diem-diem..."Jawab nya dengan mimik polos.


"Ya Allah... Pantesan.By the way ada apa kamu kesini?"Tanya ku kepada panji to the point.


"Biasa lah Dewa... Gue mau pinjam duit Loe dulu.Entar kalau udah gajian gue ganti."Kata Panji dengan wajah yang cengar-cengir.


Memang suka heran dengan Panji.Setiap akhir bulan ada aja tingkah nya untuk meminjam uang.Dasar bujang,dia belum tau saja kehidupan setelah menikah semakin ribet.


Aku pun memberikan pinjaman uang kepada dia sesuai dengan yang diperlukan.

__ADS_1


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2