
Setelah Panji pulang,aku pergi ke kamar menyusul Sandra.
Ceklek,
Aku membuka pintu kamar dan melihat Sandra sedang sibuk scroll handphone nya.Aku duduk di sisi ranjang.
"Mau ikut aku enggak?"Tanyaku kepada Sandra.
"Kemana...?"Tanya nya dengan jutek.
"Udah ikut saja.Selama kita menikah kan kita belum pernah jalan-jalan."Jawab ku sembari mengulas senyum.
"Pergi tanpa arah dan tujuan gue enggak mau.Lebih baik gue berebah."Ujar Sandra lagi sembari memposisikan tubuh nya rebahan.
Aku pun berpikir memikirkan cara agar bisa mengajak Sandra ketempat yang ku maksud.
"Kamu mau enggak kita ke puncak?"Tanya ku dan Sandra menggelengkan kepala nya sebagai tanda penolakan.
"Pantai....?"
"Gue bosan!"Sahut nya lagi.
"Ke villa...?"Tanya ku lagi dan melihat Sandra memutarkan dua mata nya dan berfikir.
"Villa....?"Ulang nya lagi dan aku mengangguk.
"Villa mana...?"Tanya lagi.
"Ayok... Kita siap-siap... Perjalanan nya 2 jam dari sini takut nya kesorean nanti."Kata ku dan Sandra pun bergegas berdiri untuk bersiap-siap.
Aku dan Sandra pergi menuju villa yang ku maksud dengan mengendarai mobil milik Sandra.
2 jam perjalanan kami tempuh dengan Medan jalan yang lumayan macet karena harinya bertepatan weekend.
2,5 jam kemudian sampailah kami di tempat tujuan...
Aku dan Sandra keluar dari mobil.
"Wau.... Indah banget.... Asri banget pemandangan nya."Ungkap Sandra yang nampak terlihat begitu bahagia.
"Loe tau dari mana tempat ini?"Tanya Sandra kepadaku.
"Papi...."Jawab ku berterus terang sembari mengulas senyum.
"Sudah gue duga,"Sahut Sandra.
"Ya... A... Ku minta saran dari papi,tentang apa yang kamu suka."Jawab ku.
"Gue kasih applouse buat loe karena loe sudah mau berusaha buat nyenengin gue."Kata Sandra dan berjalan ke arah villa.
Aku mengikuti Sandra dari belakang sembari membawa barang-barang yang sudah ku siapkan sebelum nya.
Tiba di depan pintu,Sandra sangat shock melihat barang-barang yang ku bawa.
__ADS_1
"Astaga.... Banyak banget loe bawa bawaan?Kita kan cuman sebentar terus pulang!"Kata Sandra.
Aku pun tersenyum smirk sembari membuka pintu villa.
"1 Minggu!"Jawab ku dan Sandra terpelongo terkejut.
"What .....?1 Minggu disini?Jangan gila loe."Kata Sandra yang kesal dengan menunjukan jari telunjuk nya ke arah ku.
"Call papi & mami.Ini adalah hadiah pernikahan untuk kita." Kata ku.
"Silahkan masuk nona....."Titah ku kepada Sandra.
Dengan kesal dan menghentak kan kaki nya Sandra akhir nya mulai mengikuti ku untuk masuk ke dalam villa.
Suasana di Villa ini memang cukup tenang di banding kan dengan di kota.Suasana masih asri.
Apalagi malam hari suara sahut-sahutan jangkrik dan katak 🐸 seakan menambah keheningan di villa ini.
Mengingatkan ku dengan masa kecil ku yang dulu di kampung☺️.
"Sandra... Sudah waktu nya untuk sholat isya.Ayo kita sholat sama-sama."Kata ku kepada Sandra yang duduk dipinggiran ranjang sembari main handphone nya.
"Loe duluan dech nanti gue nyusul."Kata nya lagi.
"Sholat berjamaah itu lebih banyak pahala nya dari pada sholat sendirian.Yuk.... "Kataku sembari mengambil handphone Sandra dan meletakkan di meja nakas.
"CK,"Sambil berdecih kesal dia pun menyibak selimut nya dan mulai turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Sedikit juga aku menasehati dan mengingat kan nya tentang kehidupan berumah tangga.
Karena Alhamdulillah moment seperti ini lah aku bisa lebih dekat lagi dengan Sandra.
"Kenapa loe menatap gue seperti itu?"Tanya Sandra dengan ketus sembari melepas mukena nya.
"Cantik."Jawab ku kepada Sandra dan Sandra pun merasa salah tingkah.
"Alahhh sudah hafal gue dengan gombalan buaya."Jawab nya sembari mengibas kan rambut panjang nya.
"Awwwww......"Rintih Sandra dan memegangi helai rambut nya yang tersangkut di kancing kemeja Koko Dewa.
"Kamu diem dulu biar aku lepasin."Kata Dewa sembari mencoba melepas rambut Sandra yang nyangkut di kancing kemeja nya.
"Awwww... Jangan di tarik Dewa sakit."Rintih Sandra.
Sandra yang tidak sabar akhir nya memutar tubuh nya untuk mencoba melepas sendiri rambut nya yang tersangkut di kancing kemeja Dewa.
Kesempatan tidak datang kedua kali....
Sreeeekkkk
Dewa meraih pinggang Sandra yang seperti gitar spanyol itu dan mengeratkan nya sembari mengulas senyum nya.
Sandra yang berhasil melepas helaian rambut nya yang tersangkut di kemeja Koko milik Dewa seketika terdiam ketika mata Dewa menatap nya dengan intens.
__ADS_1
Mereka berdua saling mendekat kan wajah nya hingga hidung mereka saling bersentuhan.
Dewa memiringkan kepalanya dan Sandra dengan perlahan mulai menutup mata nya dengan perlahan.
CUP
Suara kecupan bibir dari Dewa mulai terdengar.
Dewa mengecup bibir Sandra penuh dengan gairah cinta.Sementara Sandra pun tidak menolak dia juga memberi akses kepada Dewa yang menjulurkan lidah nya untuk bertukar Saliva dan mengabsen deretan gigi-gigi nya.
Tangan Dewa mendorong tengkuk Sandra agar tidak ada jarak ciuman diantara mereka.
Bibir Dewa mulai turun di jenjang leher putih glowing milik Sandra.Setiap inci nya dan tidak ada jarak Dewa memberikan tanda ke pemilikan nya.
"Mphhhhhhhtt....."Suara lenguhan Sandra mulai terdengar ketika Dewa memberikan kecupan dileher nya.
Perlahan Dewa merebah kan tubuh Sandra di atas ranjang.
Malam itu terasa indah.Cahaya bulan tampak mengulas kan senyum dengan sinar nya yang masuk menembus jendela kamar villa Dewa dan Sandra yang lampunya temarang.
Bintang bertaburan menambah pemandangan indah di malam hari sebagai saksi bisu dua insan yang sedang memadu kasih.
CUP
"I Love You... Sandra."
Ucap ku dengan nafas tersengal-sengal.
Hosh.... Hosh.... Hosh...
"Ahhh....... Ouh "Lenguh Sandra
Aku dan Sandra bercumbu di kamar villa itu.Seluruh tubuh ku dan tubuh nya di banjiri peluh keringat yang berjatuhan.
Tempo AC yang sudah di setel sedingin mungkin tak mampu memberikan kesejukan untuk ku maupun Sandra.
Antusias ku dan Sandra dalam bercinta malam ini memang lah sangat berbeda dari malam pertama yang beberapa hari kita lakukan.
Benar kata Sandra,aku memang sangat lah brutal ketika di atas ranjang.Entah kenapa setiap melihat Sandra gairah ku selalu memuncak.
Hingga di malam pertama waktu itu aku terpaksa memperkosa nya.
5 kali permainan kita rasa sudah cukup.
CUP
Aku mengecup bibir Sandra yang mulai terlihat lemas.Aku mulai menarik selimut putih nya untuk menutupi semua bagian tubuh nya.
Aku berjalan ke arah kamar mandi dan membersih kan diri.
Bersambung...........
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1