Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Episode 46 # Kecemburuan Sandra


__ADS_3

Ke randoman ibu hamil memang susah untuk di tebak.Setiap waktu bisa berubah manis,bersikap sadis bersikap manja dan berubah sesuai hati sesuai dengan mood nya.


Sore hari pulang dari kantor aku mendapati Sandra yang sedang menangis tersendu-sendu di kamar.


Aku mengkerutkan kening berpikir dan menghampiri nya ke arah ranjang yang memiringkan tubuh nya membelakangi ku.


"Hiks hiks hiks"Tangis nya yang sendu.


Aku bergegas melepas sepatu dan menaruh tas kerja ku di sofa.Lalu aku masuk ke dalam selimut dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang....."


"Hiks hiks hiks"


"Kamu kenapa hm?"Tanyaku kepada Sandra sambil tangan ku melingkar kan ke pinggang nya.


Sandra pun mendudukan bokong nya dan aku juga ikut untuk mendudukan bokong ku di ranjang.


"Kamu kenapa?"Tanya ku lirih kepada Sandra sambil menangkup ke dua pipi nya.


Dengan terisak dia mencoba menghapus ke dua kelopak mata nya yang basah dengan kasar.


"Kamu cinta enggak sih mas dengan Sandra?"


"Kok tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?"Tanya ku yang menyelidik.


"Mas sayang sama kamu lah Sandra."Kata ku yang meyakinkan Sandra.


"Bohong!"Sahut nya dengan ketus sembari bersendekap dan memalingkan muka.


"Astagfirullah hal adzim... Mas memang benar-benar sangat sayang kepada kamu Sandra.Sampai kapan pun itu sampai maut memisah kan kita berdua."Jelas ku kepada Sandra.


"Mas yakin?"Tanya Sandra.


"Janji?"Tanya Sandra lagi sambil menaut kan jari kelingking nya.


"Janji tidak akan menghianati ku?"


" Insa Allah mas Janji....."Jawab ku sambil menautkan jari kelingking.


"Kalau begitu mas tolong buat kan Sandra rujak buah dong."Pinta nya sambil memohon dengan kedua kelopak mata nya yang berkedip-kedip manja.


"Tapi Sandra mau buah nya mangga dan nanas ya.Jangan lupa pakai bumbu kacang nya."


"Siiappp nona muda."Kata ku semangat dan Sandra mulai mengulas senyum simpul nya.


Aku bergegas menuju ke dapur untuk membuat kan rujak buah nya bumil.Satu per satu aku mulai mengupas buah yang diminta oleh Sandra.


Setelah selesai,aku menuju kamar dan menghampiri nya yang duduk di sofa sembari menscroll handphone nya.


"Tarrraaaaaaaaaa....."Kata ku dan meletak kan rujak buah itu ke meja.

__ADS_1


Dengan raut wajah bahagia bak anak kecil yang seperti menunggu mainannya Sandra langsung mengecup pipi ku.


"Makasih ya mas...."Ucap nya dan mengambil rujak buah itu yang berada di piring lalu menyendok kan nya.


"Enak....?"Tanya ku dan Sandra pun mengangguk kan kepala nya.


Suap demi sesuap akhir nya rujak buah itu habis di makan oleh Sandra.


"Mas mandi dulu ya..."Kata ku dan mulai beranjak berdiri.


"Sandra masih lapar mas!"Celetuk Sandra dan aku mendudukan kembali bokong ku di sofa.


"Sandra mau makan apa?"Tanya ku sembari tangan menumpu ke dagu ku.


"Mphhhhhhhhttttttt......."Sandra yang berfikir sambil bola mata nya berputar.


"Nasi goreng!"Kata nya.


"Ya udah mau beli atau mas yang buatin?"Tanya ku kepada Sandra.


"Di buatin."


"Tunggu ya mas mandi dulu."


"Sandra mau nya Panji yang buat mas."Sahut Sandra.


"Astagfirullah hal adzim!"Istigfar ku terkejut.


"Panji itu masakan nya tidak enak sayang.Mas jadi takut anak kita nanti terjadi apa-apa."Kata ku sembari mengusap perut Sandra.


"Tapi Sandra mau nya Panji mas yang masak."Ucap nya sembari menatap ku dengan manik-manik yang ber air.


"Hufttttt......"Aku yang menghela nafas.


"Sebentar ya,mas hubungin Panjul dulu."Ucap ku sembari merogoh benda pipih di kantong saku celana.


30 menit kemudian setelah aku menelfon, Panji datang bersama Tiwi sekertaris Sandra.


"Biar Tiwi yang memasak ya nona."Tawar Panji sambil nyengir sembari memotong sosis.


"Ish,kok gue sih?"Celetuk Tiwi sembari menyenggol lengan Panji.


"Saya mau nya kamu yang masak Panji.Bukan Tiwi."Jawab Sandra yang duduk manis di meja makan memperhatikan Panji.


"Tuhhhhh,denger."Sahut Tiwi.


"CK,"Panji yang berdecih.


"Sudah kerjain aja jangan mengeluh!"Sungut Tiwi yang membantu memotong-motong sayur sawi.


Panji pun mulai memasak nasi goreng pesanan Sandra.Setelah selesai menghias Panji menyajikan nasi goreng nya di meja makan.

__ADS_1


Sandra pun mulai menyendok kan nasi goreng yang sudah di sajikan oleh Panji.


"Bagaimana nona Sandra rasa nasi goreng saya?"Tanya Panji yang harap-harap cemas sambil melihat Sandra yang menyendokkan nasi goreng nya.


"Nice....."Jawab Sandra sambil mengunyah.


"Ah masak sih sayang?"Tanya ku penasaran.


"Iya mas cobain dech."Titah Sandra dan Aku pun mencoba untuk menyendokkan nasi goreng yang di buat Panji.


"Tumben nasi goreng loe nikmat.Ber guru sama siapa loe?"Tanya ku kepada Panji.


"Biasa sama siapa lagi kalau bukan dengan Rika."Jawab Panji ceplos dan langsung menutup mulut dengan ke dua tangan nya dengan panik.


"Uhuk uhuk uhuk"Sandra yang terbatuk.


"Sayang minum dulu."Kata ku dan meraih air putih yang berada di samping ku dan memberikan nya kepada Sandra.


"Pelan-pelan."Kata ku dan melihat Sandra minum air putih itu hingga tandas.


"Tiwi,saya ke kamar dulu.Kalian lanjut kan makan nya ya."Ucap Sandra dengan tiba-tiba.


"Sayang,dihabis kan dulu makan nya."Kata ku dengan meraih lengan Sandra yang mau beranjak pergi dari meja makan.


"Sudah kenyang mas."Jawab Sandra sambil melepas tangan ku.


"Baru dua suap kamu makan sayang."Kata ku.


"Kasian lohhh Panji nya."


"Sudah kenyang mas."Pekik Sandra dan berjalan menuju ke arah kamar dengan tatapan kesal.


"Sorry... Wa,gue keceplosan tadi."Sesal Panji dan Dewa hanya mengangguk.


"Memang ada apa sih?"Tanya Tiwi yang kepo.


"Nona Sandra itu sedang jealous Tiwi.Dia mengira kalau Rika itu adalah mantan nya Dewa.Padahal Rika itu hanyalah temen."


"Ouh begitu.Samperin deh nona Sandra Wa,kalau begitu gue mau izin pulang sama Panji."Kata Tiwi dan Panji langsung menoleh ke arah Tiwi dengan tatapan tajam nya.


"Kok pulang?Belum juga gue dapat bonus dari nona Sandra."Sahut nya.


"Kan gara-gara mulut loe nona Sandra enggak jadi makan dan enggak berselera makan."


"Sudah yuuk... Pulang."Ucap Tiwi dan menggeret lengan Panji yang sedang duduk sambil mulut mengunyah makana nya.


"Wa... Kita pamit dulu ya.Next time kita sambung lagi."Ucap Tiwi dan aku pun mengangguk kan kepala.


Setelah Panji dan Tiwi pulang aku bergegas melangkah kan kaki menuju kamar dan melihat Sandra yang duduk di sofa dengan raut wajah kesal sambil menscroll handphone nya


Bersambung.......

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2