Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 20 # Nasi goreng Cinta


__ADS_3

Casandra Liem Room,


Tok.... Tok....


Ceklek,


"Masuk Tiwi....."Seru nona Sandra dan Tiwi sekertaris pun masuk ke ruangan nona Sandra.


"Silahkan duduk."Titah nya sembari fokus menatap layar monitor laptop nya.


"Terimakasih nona."Jawab Tiwi.


"Nona,ini laporan yang nona minta."Kata Tiwi sembari memberikan berkas laporan kepada nona Sandra.


"Ok.Wait ya saya cek dulu."Ujar Sandra dan membuka berkas laporan.


5.... Menit menjadi 10 menit....


"Tiwi, tolong jelaskan kenapa masih ada barang yang terpending di gudang?"Tanya Sandra.


"Itu karena surat jalan atau DO nys kurang lengkap nona."Jawab Tiwi.


"Kenapa bisa begitu?"Tanya Sandra lagi sambil berkerut.


"Karena 2 hari yang lalu Dewa procurment belum menandatangani nya."Jawab Tiwi.


"Bukan nya DO yg ini 1 hari sebelum Dewa sakit?"Tanya Sandra lagi.


"Kok nona Sandra tau kalau Dewa sakit?"Tanya Tiwi yang nampak penasaran.


"Padahal dia kan enggak ada konfirmasi sama HR."Jawab Tiwi lagi dan membuat raut wajah Sandra kini berubah terlihat panik.


Dia UN menarik nafas nya dalam-dalam.


"Tadi pagi sempat ketemu dengan dia."Jawab Sandra yang beralibi.


Tiwi pun mengangguk seperti orang yang paham.


"Coba tolong panggil dulu Dewa saya mau tau alasannya."Titah Sandra dan Tiwi un mengangguk kan kepala.


"Baik nona saya permisi dulu."Kata Tiwi yang berpamitan dan Sandra membalas nya dengan anggukan.


Tak berselang lama kemudian,,


Tok... Tok... Tok...


Ceklek,


Aku memberanikan diri untuk langsung masuk kedalam ruangan Sandra.


"Duduk!"Kata nya dengan ketus sembari fokus menatap layar monitor laptop nya.


Aku pun duduk sesuai apa yang diperintahkan nya.


Dia memberiku 1 lembar files dan aku mulai membacanya.

__ADS_1


Sandra pun mensejajarkan tubuh nya dan menatap ku yang fokus membaca file itu.


"Kenapa masih ada barang yang terpending di gudang?Hm,"Tanya Sandra dan aku mulai mengingat nya.


"Kenapa kamu belum menandatangani surat DO itu?Jangan beri jawaban kalau kamu sakit.Karena tugas itu harus nya selesai ke esokan hari nya saat kamu tidak masuk kerja."Tambah Sandra lagi.


"Aku lupa."Jawab Dewa dengan mimik pasrah nya.


"Lupa...?Kenapa kamu bisa lupa?Itu semua kan sudah menjadi tanggung jawab kamu?"Sahut Sandra dengan nada tingginya.


"Tau enggak kamu alasannya apa?Karena aku fokus dengan pindahan kontrakan.Sampai aku lalai dengan tugas di kantor."Jawab ku.


"Berarti kamu tidak bisa menempatkan diri.Itu bukan alasan."Kata Sandra.


"Kembali ke ruangan kamu dan lanjutkan laporan ini serta laporan-laporan susulan yang harus selesai sore ini."Kata Sandra.


Aku hanya mengangguk dan mengambil file laporan itu.


"Jangan lupa sarapan."Kataku sembari meletakkan bekal nasi goreng yang ku buat tadi pagi di meja kerja Sandra.


Aku melangkahkan kaki keluar dan sedikit melirik istriku yang fokus menatap layar laptop nya.


Tok.... Tok....


Ceklek,


"Pagi nona ku yang cantik...."Sapa mbak Sri selalu karyawan OB yang datang membawakan air mineral ke ruangan ku.


"Pagi mbak...."Jawab ku yang fokus menatap layar komputer.


"Iya mbak... Lagi pengen saja."Jawab Sandra lagi-lagi fokus dengan monitor laptop nya.


Mbak Sripun keluar ruangan Sandra.


Kluruk..... Kluruk.... Kluruk.....


"CK,aish... kenapa kamu datang disaat yang tidak tepat."Gumam Sandra yang mengusap perut nya karena lapar.


Alih-alih pandangannya tertuju ke bekal yang sudah disiapkan oleh Dewa sang suami.


"Seperti nya nikmat.."Ucap Sandra dan mulai membuka bekal nya.


Nasi goreng yang dibuat oleh Dewa berisikan sosis sayur mayur dan suwiran ayam serta telor ceplok yang berbentuk hati.


"Enak juga buatannya... Si brutal"Gumam Sandra sembari menyendokkan nasi goreng ke mulut nya.


"Brutal diranjang jago juga didapur.Anjritt... Gue aja enggak bisa masak seenak ini."Beo Sandra lagi sembari mengunyah.


Sebelum jam kantor pulang Sandra sudah bersiap-siap berkemas.Dia berdiri dari kursi kebesaran nya.


"Awww.... CK,"Rintih nya sembari memegangi area sensitif nya.


"Sakit nya... "Keluh Sandra lagi.


Dengan sembari menahan rasa sakit nya,Sandra bergegas melangkahkan kaki menuju pintu keluar.

__ADS_1


Dengan hati-hati dia mulai menuruni anakan tangga menuju lorong ke arah lobby melewati Procurment staff Only.


Dia berpas-pasan dengan suami nya Dewa saat Dewa keluar dari pantry sembari membawa secangkir kopi.


"Sandra...?Mau kemana?"


"Bukan urusan loe."Jawab nya dengan nada ketus.


"Iya.. Tapi kan aku suami kamu.Aku berhak tau kamu mau pergi kemana."Kata ku lagi.


"CK,kerumah mami."Jawab nya dan ngibrit begitu saja.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala saat Sandra melangkah pergi.


Sandra pun mengendarai mobil nya disore hari menuju ke perumahan orang tua nya.Jarak rumah dengan kantor memang tidak cukuplah jauh butuh waktu 30 menit untuk menempuh nya.


Mobil nya terpampang terparkir rapi tepat didepan rumah nya.


Ceklek,


"Mi........."Kata Sandra yang berjalan sembari masuk kedalam rumah.


"Cep.... Cep..."Kata mami Sandra sembari menggelengkan kepala nya.


"Kamu kenapa nak...?Kok cara jalan mu seperti itu kayak bebek.Xixixi"Goda mami tertawa ngikik sembari menutup mulut.


"CK,jangan mulai mi.."Gerutu Sandra sembari minum jus mangga milik mami di meja makan.


"Pasti ini karena nak Dewa kan?"Tebak mami.


Dan Sandra pun mengulas senyum malu-malu sembari menunduk kan kepalanya.


"Anak mami sudah dewasa.Itu adalah kewajiban dari seorang istri nak."


"Sakit mi... Hiks sampai sekarang."Kata Sandra.


"Besok sudah sembuh itu nak.Sudah minum obat belum untuk meredakan nyeri nya."Tanya mami dan Sandra pun menggelengkan kepala.


"Atau mami antar kerumah sakit untuk periksa kedokter?"Tanya mami lagi .


"Kedokter?Ah... Enggak-enggak nanti ditanyain macam-macam lagi sama dokternya.Sandra kan jadi malu."Jawab Sandra dengan wajah malu yang menunduk kan kepala nya.


"Ya sudah.Mami ambil kan obat pereda nyeri nya dulu."Kata mami dan Sandra hanya mengulas senyum tipis nya.


"Alhamdulillah... Mami sudah enggak sabar."Kata mami kepada Sandra.


"Enggak sabar apa mi?"Tanya Sandra dan mami pun mengusap perut datar Sandra.


"Cucu nak...."Jawab nya sembari mengulas senyum dan melangkah kan kaki nya ke arah lantai 2.


"Cuca... Cucu... Memang nya enggak tau apa mi.. Mami proses nya sakit begini."Gerutu Sandra lagi.


Mami pun kembali dengan membawakan obat pereda nyeri nya.Sandra yang tak sanggup menahan rasa sakit nya bergegas meraih obat itu dan meminum nya.


Bersambung..........

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2