
Terlihat Sandra membalas pelukan mami nya dengan erat dan melepaskan pelukannya ketika melihat sosok papi nya yang datang menghampiri nya sembari melipat kedua tangan di depan dada.
"Pulang ... Akhir nya?"Sindir papi Sandra.
"Pi.....?"Sahut mami dengan lirih.
"Nikah kan Sandra dengan pilihan papi."Kata Sandra spontan.
Pak Tony,Mami serta adik Sandra terkejut mendengar apa yang diucap kan anak pertama gadis nya itu?
"Ma Sya Allah nak?Kamu serius?"Tanya mami yang terkejut sambil menutup kedua mulut nya.
"Kakak beneran mau merid?Tapi dengan siapa?"Tanya Ayu yang nge-Slow sambil mengkerut kan kening nya.
"Tu....."Jawab Sandra yang menunjuk ke arah ku.
Aku pun tertohok dengan apa yang diucapkan oleh Sandra.
"Mabok berat ini anak... Waahh parah."Batin ku.
Aku hanya masih ngebatin karena masih menghormati Pak Tony sebagai atasan ku.
Dan Ayu adik Sandra yang juga sangat kaget mendengar apa yang diucap kan kakak nya itu.
Sampai-sampai dia mendekat ke arah kakak nya dan berbisik.
"Sandra... Jangan main-main tentang apa yang kamu ucap kan."Sela Papi Sandra.
"Nak,pernikahan itu bukan untuk main-main ya sayang."Tambah Mami.
"Papi sama mami itu bagaimana sih?Bukan nya kalian kemarin yang memaksa Sandra untuk segera menikah?Giliran Sandra sudah meng iya kan mau menikah kalian malah tidak percaya."Jawab Sandra yang kesal.
"Ya sudah batalin saja."Ucap Sandra dan hendak melangkah kan kaki.
"Sandra stop!"Pekik Pak Tony dan Sandra menghentikan langkah nya.
"Dewa.... "Panggil Pak Tony kepada ku dan aku pun mendekat ke arah nya.
"Saya mau menikah kan kamu dengan putri ku Sandra."Ujar Pak Tony ke pada Ku.
Aku terkejut terdiam dengan bibir menganga dengan apa yang di ucap kan oleh Pak Tony kepadaku.
"Hah...?Ini aku yang budek atau mereka yang stress?"Batinku yang masih terdiam.
"Dewa....?"Sapa mami Sandra yang sangat lembut.
"Hah... Maaf Bu."Ucap ku yang terbengong.
"Bagaimana...?Apa kamu mau menikah dengan Sandra putri kami?"Tanya mami Sandra lagi dan menatap ku.
Aku pun masih berpikir lama sembari mengalihkan pandangan ku menatap Sandra.
"Cantik!Rambut panjang sebahu kulit putih mata sipit ditambah ber lesung pipi.Ma Sya Allah nikmat mana yang kau dustakan?"Batinku sembari menatap Sandra.
__ADS_1
Kedua mata Sandra berkedip ke arah ku dengan melotot seakan marah karena aku dari tadi tengah sibuk memperhatikan nya.
"Dewa...?Bagaimana?"Tanya Pak Tony yang menggugah lamunan ku.
"Ehmmm... Maaf pak Tony sebelum nya kenapa harus saya?"Tanya ku kepada pak Tony.
"Karena saya yakin Dewa pasti bisa membimbing Casandra Liem agar menjadi lebih baik lagi."Jawab Pak Tony.
"Bagaimana Dewa?"Tanya Pak Tony lagi.
"Pi.... Sudah lah jangan memaksakan kehendak papi!"Potong Sandra.
"Kak.... "Kata Ayu kepada kakak nya Sandra.
"Dia itu mikir nya lama.Dia enggak akan sanggup menikah dengan Sandra."Ucap Sandra dengan sombong sembari melangkah kan kaki nya.
"Siap...."Sahut ku dan Sandra menoleh ke arah ku.
"In Sya Allah saya siap.... Menjadi suami,imam dari Casandra Liem."Kata ku dengan membusung kan dada.
Sandra tersenyum smirk menatap ku.
"Alhamdulillah... "Ucap mami Sandra yang bahagia sembari memeluk Ayu anak kedua nya.
Sandra pun dengan cuek dan acuh pergi melangkah kan diri nya untuk masuk ke dalam rumah.
Dan Ayu bergegas menyusul kakak nya ke dalam rumah.
"Rejeki nomplok "Aku yang nge batin.
Dilantai Dua tepat di kamar Sandra.
"Kak... Please dech loe cerita sama gue.Kenapa loe tiba-tiba mau nikah dengan orang pilihan papi?Bukan nya loe udah lama pacaran dengan Daniel?"Tanya Ayu yang kepo sembari duduk dipinggiran ranjang dan memangku boneka Teddy bear ku yang besar.
Sandra hanya terdiam duduk di meja rias sembari menatap ke arah cermin.
Tidak lama kemudian manik-manik mata bening nya keluar dan membasahi pipi nya.
"Kak....?"Kata Ayu lirih dan menghampiri Sandra.
"Hiks... Hiks..."Sandra mulai menangis.
"Cerita kak sama gue.Loe kenapa?"Tanya Ayu lagi sembari mengusap punggung Sandra.
"Daniel itu brengsek tau enggak loe.Dia brengsek .Dia selama ini cuman jadiin gue sapi perah nya.Dia juga selingkuhin gue.. Hiks...."Ucap Sandra yang menangis dan memeluk Ayu adik nya.
"Loe... Loe... Tau dari mana kak?"Tanya Ayu penasaran tingkat dewa.
"Gue tadi memergoki dia dengan perempuan lain di guest house nya.Parah nya lagi mereka mau melakukan hubungan suami istri.Hiks...Hiks..."Cerita Sandra yang sendu.
"Memang brengsek Daniel..."Umpat Sandra.
"Terus kenapa tiba-tiba kakak mau minta dinikahkan oleh pilihan papi?"Tanya Ayu yang kepo.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau kakak cuman jadiin kak Dewa sebagai pelampiasan hah?"Selidik Ayu dengan tatapan penuh interogasi.
Sandra hanya terdiam dengan apa yang diucap kan oleh Ayu adik nya.
"Kak... Hati-hati loh.Kak Dewa itu baik orang nya.Kakak jangan sampai memainkan perasaan orang seperti kak Dewa loh.Entar kakak bakalan bucin sama dia." Nasehat Ayu yang lembut.
"Kamu masih 20 tahun,ngerti apa kamu sama bucin!"Sahut nya yang ketus.
Ayu pun tertawa ngikik sembari menutup mulut nya.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk...."Sahut Ayu dari seberang pintu kamar.
Ceklek,
"Permisi ndoro ratu ndok Sandra."Kata Asisten rumah tangga.
"Opo mbak Jah??"Canda Sandra kepada mbak Ijah, Asisten rumah tangga.
"Itu,bilang tuan besar calon suami nya mau pulang."
"Terus non disuruh turun."Tambah mbak Ijah
"Mbak Jah,bilang kalau saya tidur."Kata Sandra ketus.
"Loch,"Kata mbak Jah sambil garuk rambut nya.
"Kak... Temuin dulu kak Dewa nya.Kakak kan yang bawa dia tadi?"Sela Ayu sembari membujuk
"Ih... Malas ahk."Jawab Sandra melepas sendal naik ke atas ranjang dan narik selimut.
"Kakak.....?"Seru Ayu yang melihat kakak nya memunggungi nya.
"Jangan ketus-ketus loh ndoro putri.Nanti bucin."Goda mbak Ijah.
"Mbak Jah....."Teriak Sandra.
Ayu dan mbak Ijah pun pergi melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar.
"Pi.... Mi...Kakak tidur."Kata Ayu yang menuruni anak tangga.
"Kalau begitu saya ke kantor dulu Pak Tony dan Ibu."Pamitku kepada calon mertua.
Setelah menyalami Pak Tony dan ibu Tony aku bergegas menuju ke kantor dengan menggunakan taxi online.
Didalam mobil,aku berkali-kali mencubit lengan tangan ku.Dan menepuk jidat ku.
"Enggak mimpi?"Kata ku yang plonga-plongo.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1