Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 39 # Di kantor


__ADS_3

Aku dan Sandra tiba di kantor pukul 07:45.Tak lupa aku sebelum masuk ruangan harus finger print terdahulu.


Beda dengan Sandra,karena dia adalah seorang bos yang tidak perlu menggunakan finger print.


Beberapa karyawan pun menyapa Sandra dan menyapa ku.


Aku dan Sandra berjalan ber iringan di koridor.


Langkah ku dan langkah Sandra terhenti ketika aku dan Sandra mendengar obrolan beberapa karyawan yang sedang berdiri ber kumpul di depan pantry.


"Gila ya,Dewa bisa menggaet nona Sandra."Ucap salah satu karyawan.


Sluruppp...


Salah satu karyawan sembari meminum kopi.


"Pakai pelet apa ya Dewa?"Sahut salah satu karyawan lagi.


"Betul tuhhh.. Pakai pelet apa ya sampai nona Sandra kepincut begitu."Kata karyawan lagi.


"Kaya mendadak tuh Dewa.Bagaimana tidak?Secara nona Sandra juga memiliki saham di perusahaan ini."Tambah nya lagi.


Aku melihat Sandra mulai tersulut emosi atas ucapan beberapa karyawan yang sedang menjadi bahan omongan dari belakang.


Aku pun menarik lengan nya.Agar Sandra tidak menghampiri mereka.


"Jangan..."Kata ku lirih kepada Sandra.


"Terus aku harus diam saja kamu di hina begitu?"Jawab Sandra kesal.


Aku hanya mengedipkan ke dua mata ku agar Sandra mengerti.


Dengan kesal Sandra pun menepis tangan ku.Dia pun memilih pergi memutar arah dan menaiki tangga menuju ruangan nya.


CEO Rooms


Casandra Liem,


"Huft.... "


"Sabar Sandra... Sabar..."


"Astagfirullah hal adzim... "Kata Sandra yang beristigfar dan duduk di kursi kebesaran nya.


"Rasa nya ingin sekali gue robek tuh mulut nya satu per satu.Kesel banget gue bisa-bisa nya mereka ngomongin Dewa."Gerutu Sandra sembari menyalakan layar monitor laptop nya.


Tok... Tok...


"Di saat sedang kesal-kesal nya kenapa ada pula yang ketuk pintu.Huft....."Gerutu Sandra sambil mengatur nafas nya.


"Masuk...."


Ceklek,


"Pagi nona,"


"Pagi Tiwi... Duduk."Kata Sandra dan menyuruh Tiwi duduk.

__ADS_1


"Nona,sekedar mengingatkan kalau hari ini ada meeting di luar."


"Meeting...?"Ulang Sandra sambil mengerutkan kening.


"Itu loh nona dengan Pak Wahyu."Jelas Tiwi.


"Ihh... Males nya Tiwi,meeting,meeting sama dia enggak ada ujung nya.Apa yang di bahas selalu tidak menyambung."Kata Sandra sambil mengerucut kan bibir nya ke depan.


"Xi...Xi...Xi...."Tiwi yang ketawa ngikik sembari menutup mulut nya.


"Itu nama nya modus nona."Jawab Tiwi ceplos dan Sandra pun melempar tatapan tajam ke arah Tiwi.


"M-maaf nona."Ucap Tiwi yang menunduk.


"Batalin!"Seru Sandra.


"Tap... "


"Kalau begitu kamu saja yang meeting dengan dia.Saya enggak punya waktu untuk meladeni orang aneh seperti Wahyu!"Kata Sandra dengan sarkas.


"B-baik nona.Saya akan menghubungi sekertaris nya untuk membatalkan meeting hari ini."


"Hmmm!"


"Kalau begitu saya permisi nona."Pamit Tiwi dan dibalas Sandra dengan anggukan kepala nya.


"Tiwi....."Panggil Sandra kepada Tiwi yang melangkah kaki ke arah pintu.


"Iya nona."Jawab Tiwi dan menoleh.


"Minta tolong panggil kan....."Kata Sandra terpotong sembari berfikir.


"Mas Dewa...."Jawab Sandra dengan malu-malu.


"Oh....??Baru aja 30 menit berpisah sudah ka...."


"Sudah jangan ngolok.Bulan depan saya potong gaji kamu."Sahut Sandra yang memotong pembicaraan sambil bola mata fokus ke layar monitor.


"Dan suruh bawa laporan purchase order nya."Tambah Sandra lagi.


"Baik nona..!"Jawab Tiwi sembari berbalik badan dan berjalan ke arah pintu ke luar.


Tiwi pun menuruni anakan tangga sesuai interuksi dari atasan yaitu Sandra.Dia menuju ke ruangan procurment.


"Duch... Mana Dewa ya?"Kata nya sembari menelisik ruang procurment.


"Nah... Itu dia."Gumam Tiwi dan berjalan ke arah mesin fotocopy dimana Dewa sedang berdiri sibuk dengan file-file yang di foto copy nya.


"Wa.... "


"Kenapa yuuu....?"Jawab ku yang sibuk merapikan kertas-kertas yang di foto copy .


"Di panggil nona tuh."


"Hah....?"Ulang ku mengkerut kan kening.


"Dih,malah loading nih."Olok Tiwi.

__ADS_1


"Loe di panggil isteri loe nona Casandra Liem."Jelas Tiwi yang sambil menaikan salah satu alis nya.


"Oh... Ya bentar."


"Bawa laporan purchase order."Tambah nya.


"Hah....?Serius loe?"Tanyaku dengan terkejut.


"Serius... Pasti belum loe kerjain kan.Mampus loe...."Kata Tiwi yang mengolok.


"Awas kena omel... Xi... Xi..."Kata Tiwi dan pergi.


"CK,"Aku yang mencebik kan bibir.


Aku mulai menyiap kan beberapa file yang baru sebagian ku kerjakan sebelum pergi ke ruangan Sandra.


"Semoga saja dia enggak mengamuk lagi."Gumam ku sembari menaiki anakan tangga menuju ke lantai dua.


Tok... Tok....


Ceklek,


Aku masuk ke dalam ruangan Sandra sembari menutup kembali pintu ruangan CEO itu.


"Duduk...."Titah nya dan aku pun duduk tepat di depan nya.


"Cantik..."Gumam ku yang tanpa berkedip menatap wajah bos ku sekaligus isteri ku.


"Kamu ngomong apa...?"Tanya Sandra sembari sibuk membuka file yang ada di meja.


"Enggak ada!"Jawab ku sembari memberikan laporan yang di minta nya.


Satu persatu dengan teliti Sandra mulai mengoreksi file-file yang sebagian sudah ku kerjakan.


"Lampiran dari adminstrasi berikut nya mana kok belum di selesaikan?"Tanya Sandra sambil menatap ku dengan kedua tangan nya dilipat diatas meja.


"Hm... Sebagian belum saya lampirkan karena belum selesai masih nunggu Panji."Jawab ku yang menunduk.


"Kenapa bagitu?"Tanya Sandra yang menyelidik.


"Ya... Ya.. Laporan dari administrasi memang belum selesai."Jawab ku gugup.


"Itu tugas beberapa hari yang lalu loh mas.Kenapa masih terpending lagi?"Kata Sandra dengan raut kecewa.


"Tau enggak mas.Kinerja Panji teman kamu itu akhir-akhir ini sangat buruk.Dan itu juga mempengaruhi kinerja kamu.Bisa enggak kamu mulai fokus dengan kerjaan kamu sendiri?Enggak usah pedulikan pekerjaan orang lain seperti Panji?Kalau Panji terus-terusan seperti ini team HR akan mencari pengganti Panji loh."Kata Sandra.


"Sandra...."


"Aku memang isteri mu mas.Tapi disini aku atasan kamu.Dan kantor ini juga bukan kantor pribadi aku.Ini milik papa mas.Jangan sampai papa yang bertindak kepada karyawan yang membandel karena dia mendengar laporan dari team HR.Tolong kamu juga harus fokus."


"I..Iya.. Sandra.Aku minta maaf.Dan aku akan menyampaikan kepada Panji."Jawab ku terbata.


"Sandra minta mas revisi semua nya.Jam setelah makan siang tolong bawa ke sini lagi."Kata Sandra dengan memberikan file yang ku kerjakan tadi ke pada ku.


"Kalau begitu mas turun dulu."Kata ku kepada Sandra dan Sandra pun mengangguk.


Bersambung.....

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2