Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 48 # Makan siang


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 06:00 pagi.Setelah menjalan kan sholat subuh berjamaah dengan Sandra,aku bergegas membantu Sandra dalam membersihkan rumah.


Sedangkan Sandra sendiri berkutat di dalam dapur.


"Yahhhh....???"Ucap Sandra.


Aku yang berdiri tidak jauh dari Sandra dan mendengar suara nya pun bergegas mendekat ke arah nya.


"Kenapa sayang...?"Tanya ku kepada Sandra.


"Mas...??Maaf ya telur nya gosong."Jawab Sandra dengan menunduk kan kepala nya.


"Gosong...?"Ulang ku dan Sandra tertunduk mengangguk.


Aku pun memfokuskan pandangan ku ke arah penggorengan dan benar saja telur yang di goreng Sandra dalam keadaan gosong.Aku pun mengulas senyum.


"Enggak apa-apa."Kata ku sembari tangan memegang kedua bahu Sandra.


"Hiks......."


Tak lama ke dua manik-manik Sandra mengeluarkan air mata nya dan mendongak ke atas menatap ku.


"Loh,kok nangis...?"Kata ku dengan mimik khawatir lalu memeluk Sandra.


"Sandra sampai sekarang belum bisa masak."Ucap nya terisak.


"Huaaaaaaaaaaaa"Tangis nya tambah kenceng.


"Loh... Loh... Jangan nangis dong sayang.Mas enggak apa-apa kok.Malah mas seneng kamu mau belajar memasak."


"Tap... Tap... Tapi telur nya gosong...."Jawab nya sesengguk an.


"Ayo... Kita goreng telur sama-sama."Kata ku yang mencoba menghibur Sandra.


"Mas ajarin.. "Tambah ku dan Sandra pun mengangguk.


Setelah selesai sarapan aku pun berpamitan kepada Sandra untuk pergi ke kantor.


CUP


Aku mengecup kening Sandra.


"Mas berangkat ke kantor dulu ya."Pamit ku kepada Sandra.


"Anak Abi,Abi berangkat dulu ya ke kantor.Baik-baik ya di dalam perut mami.Muach...."Kata ku sambil mencium dan mengusap perut buncit nya Sandra.


"Hati-hati ya mas."Kata Sandra sembari mencium punggung tangan ku dan aku pun mengangguk mengulas senyum.


Sementara itu,

__ADS_1


Sepasang mata yang telah memantau dari kejauhan keluarga Dewa dan Sandra merasa kesal.


Dengan mengepalkan tangan sembari menunjuk angin.Daniel,laki-laki pengangguran yang pernah menjadi mantan kekasih dari Sandra.


Dia begitu menyesal karena sudah memutuskan Sandra beberapa bulan yang lalu.


Dia beranjak berjalan ke arah rumah Sandra ketika melihat Dewa sudah pergi berangkat kerja dengan menggunakan motor butut nya.


"Sandra!"Panggil Daniel kepada Sandra saat melihat Sandra sedang memegang gagang sapu rumah.


"Daniel....?"Ucap Sandra terkejut ketika melihat Daniel yang tiba-tiba datang kerumah kontrakan nya.


"Sandra......"Ucap Daniel sembari meraih tangan Sandra namun di tepis oleh Sandra.


"Ada keperluan apa Daniel?"Tanya Sandra yang dengan raut wajah yang memalingkan muka nya.


"Aku menyesal!"Ucap Daniel tertunduk.


"Menyesal?"Ulang Sandra


"Untuk apa kamu menyesal?"Tambah Sandra dengan masih memalingkan wajah nya.


"Iya.Aku serius menyesal sudah mengakhiri hubungan kita."


"Sudahlah Daniel,tidak perlu kamu sesali perbuatan kamu itu.Maaf tolong silahkan pergi dari sini.Kamu tau kan aku sudah bersuami?Dan aku juga tidak mau ada omongan dari tetangga dengan kedatangan kamu kesini.Apalagi suami ku sedang tidak ada dirumah."Ucap Sandra kepada Daniel sembari beranjak pergi.


"Kamu enggak cinta dia kan?"Cegah Daniel seraya meraih tangan Sandra dan ditepis oleh Sandra.


"Permisi!"Kata Sandra dan berjalan menuju ke arah pintu rumah dan menutup nya.


Dengan raut wajah kesal Daniel pun meninggalkan rumah kontrakan Dewa dan Sandra.


Sandra pun memastikan Daniel pergi dari menengok di balik horden jendela rumah nya.


Dia pun menutup horden kembali sembari menggelengkan kepala nya.


"Ada-ada saja."Gumam Sandra sembari berjalan menuju ke arah dapur.


Suasana di kantor Sandra,tempat Dewa bekerja pagi ini sangat lah sibuk.Hingga menjelang makan siang.


"Wa.... Loe makan siang dimana?"Tanya Panji teman Dewa dengan kedua tangan melipat di depan dada dan menyandarkan badan nya di dinding dekat meja kerja Dewa.


"Aku mau makan siang di rumah pulang sebentar tadi Sandra masak di rumah."Jawab Dewa sambil berkemas merapikan meja nya.


"Kenapa?"Tanya ku sembari pandangan mengarah ke arah Panji.


"Enggak.Padahal aku mau mengajak kamu nanti untuk menjenguk Rika."Jawab Panji.


"Rika...?"Ulang ku.

__ADS_1


"Iya!Rika sedang sakit.Dan dia sedang dirawat dirumah sakit."Jelas Panji.


"Sakit apa Jul?"Tanya ku yang sedikit kepo.


"Sakit DBD kata ibu nya."Jawab Panji.


"Loe enggak ada niatan kah untuk menjenguk dia?Apalagi dia pernah baik sama loe."Tanya Panji kepada ku.


"Mmmmmm.... Bagaimana ya Jul?Aku sudah janji sama Sandra untuk makan siang dirumah."Jawab ku.


"Ah,loe.. Bilang saja loe sedang kejebak macet atau apa lah sama nona Sandra.Kita kerumah sakit nya sebentar saja.Setelah itu baru loe pulang."Saran dari Panji.


"Wah... Jul,saran dari loe kok menyesatkan sekali?Gue enggak mau bohong sama Sandra.Apalagi loe tau sendiri kalau Sandra itu tipikal orang jealous."


"Ini nih... Di real kehidupan suami-suami takut isteri.Persis seperti loe."Sahut Panji yang tidak mau mengalah.


"Bukan begitu Jul,loe kan tau siapa gue?"


"Ingat,Wa... Loe susah siapa yang nolongin loe waktu loe dibawah?Keluarga nya Rika kan?Apa berat nya sih menjenguk Rika yang sedang sakit?"Bujuk Panji kepada ku.


"Besok saja kalau begitu aku menjenguk Rika dengan Sandra."Jawab ku.


"Loe yakin nona Sandra memberi loe izin?"Tanya Panji balik.


"Kenapa tidak?"Sahut ku sembari menggendikan kedua bahu ku dan beranjak berdiri dari kursi.


"Gue gak yakin."Sahut Panji.


"Ya sudah,aku duluan ya."Kata ku berpamitan kepada Panji sambil menepuk bahu nya.


Aku pun berjalan melangkah kan kaki ku ke pintu keluar ruangan purchasing sembari membantin.


"Iya,Rika dan keluarga nya adalah orang yang baik dan banyak berkontribusinya dalam hidup ku.Tapi,kalau aku pergi diam-diam tanpa ada izin dari Sandra isteri ku,sama saja aku menghianati nya.Lebih baik aku berterus terang kepada Sandra untuk meminta izin kepada nya."


Aku pun bergegas menuju ke tempat parkir untuk mengambil sepeda motor butut ku.


Siang ini begitu terasa panas dan macet jalanan kota.Sembari mengemudikan motor sepanjang jalan ke arah rumah kontrakan aku memfokuskan pandangan untuk mencari asinan buah mangga.


Sebelum berangkat kerja tadi Sandra sudah berpesan kepada ku untuk membelikan asinan buah mangga.


"Ngiler...Kata Sandra"


Tak jauh dari arah jalan pulang,aku menemukan pak lek penjual asinan buah mangga.


Sat set,setelah membeli buah asinan mangga aku pun bergegas dengan semangat untuk menemui isteri ku yang sudah menunggu di rumah.


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Maaf ya author jarang nge up,karena author juga ada kesibukan diluar.Insa Allah author akan menuntaskan cerita nya.🤗🤗


__ADS_2