Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 50 # Suasana panas Rumah Sakit


__ADS_3

Minggu pagi pukul 10:00,Dewa dan Sandra sudah siap-siap untuk pergi kerumah sakit untuk menjenguk Rika.


"Sayang... Jangan lupa masker nya dibawa dan dipakai."Kata ku yang mengingatkan Sandra.


"Iya mas..."Sahut nya.


"Handsanitizer?"Tanya ku sambil memeluk Sandra dari belakang menghadap ke arah pantulan cermin.


"Sudah semua nya mas..."Jawab nya.


Aku mengurai pelukan ku dan Sandra meraih kedua tangan ku untuk dilingkarkan di pinggang nya.Aku mengulas senyum dan mendekap erat tubuh Sandra.


"Ingat ya mas sampai nya dirumah sakit jaga mati dan jaga hati."Ucap Sandra.


Terlihat dari arah pantulan cermin kening ku yang mengkerut.


"Soal nya nih mas ya Rika itu masih belum bisa move on dari kamu."Tambah Sandra lagi.


"Sudah sayang... Mau bagaimana pun Rika,aku tetap pada mu kok..."Canda ku sembari mengusap perut buncit nya.


"Harus!Aku ini isteri kamu.Jangan sampai kamu ulangi lagi kejadian yang dipasar waktu itu."Sahut Sandra dan mengendurkan pelukan ku.


"Iya.Lagi pula Panjul kan juga cinta sama dia."Tambah ku.


"Panjul cinta sama Rika.Tapi Rika mau nya sama kamu.Ngerti enggak sih mas maksudku?"Sahut Sandra dengan tatapan tajam nya.


"Ayo sudah berangkat.Sandra enggak mau juga berlama-lama dirumah sakit."Kata Sandra dengan bibir mengerucut.


"Iya nyonya Dewa...."Kata ku.


CUP


"Mas!"Pekik Sandra ketika aku mengecup bibir **** nya.


"Kiss morning."Jawab ku dan Sandra melengos pergi ke arah pintu keluar dengan pipi merah merona.


30 menit perjalanan kami tempuh untuk menuju kerumah sakit.Cuaca Minggu pagi ini sangat lah terik,jalanan juga terlihat sepi karena memang hari libur.


Setelah memarkirkan mobil,aku dan Sandra berjalan santai menuju ke arah lobby dan bertanya ke customer service dimana tempat Rika dirawat.


Setelah mendapat info dari bagian customer service,aku dan Sandra berjalan ke lantai 2 menuju ruang rawat melati no.212.


Terlihat Sandra yang berjalan santai sambil melingkarkan tangan lengan kanan nya di lengan ku dan sedikit ngedumel.


"Ingat ya mas apa yang Sandra bilang tadi."Ucap Sandra dan kami berdua sama-sama menghentikan langkah ketika sudah tiba di ruang rawat melati no.212.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk.Karena aku enggak mau memperpanjang masalah Rika.


"Ada telfon.Sandra angkat dulu dari Pak Jimmy."Ucap Sandra dan aku mengangguk.


"Mas duluan nanti Sandra menyusul."Ucap nya dan aku meng iya kan nya.


Aku membuka tuas pintu rawat inap itu yang tidak jauh dari Sandra berdiri.


Ceklek.....


"Assalamualaikum....."Salam ku.


"Kak Dewa....?"


"Nak Dewa...?"


Rika dan ibu nya kaget ketika melihat ku dan mereka pun saling mengulas senyum.


"Waalaikum salam...."Jawab Rika dan ibu nya secara bersamaan.


Aku melihat Rika yang tengah duduk di brankar sedang di suapin ibu nya makan dengan sedikit raut wajah pucat nya.


"Bu,Rika... Bagaimana keadaan mu Rika?"Tanya ku yang mengawali bicara.


"Alhamdulillah,kak... Rika sedikit sehat.Terimakasih ya kak sudah mau menjenguk Rika."Jawab Rika dengan lirih.


"Oh,kira Tante kamu lupa Dewa sama Rika dan kami."Ucap Ibu Rika dengan ketus kepada ku.


"Bu....."Sahut Rika dengan lirih dan menatap ke arah ibu nya.


"Insa Allah Dewa enggak lupa kok dengan kebaikan ibu dan Rika sekeluarga."Jawab ku dengan menunduk.


"Baguslah...!"Sahut Ibu Rika dengan ketus.


"Bu...."Sela Rika sambil menatap wajah ibu nya.


"Ibu enggak boleh seperti itu dong Bu.Kepada kak Dewa."Ucap Rika yang menengahi.


Ceklek,


"Assalamualaikum.." Salam Sandra dan mendekat ke arah ku sembari melingkarkan lengan nya di lengan kanan ku.


"Waalaikum salam!"Sahut ibu Rika dengan ketus dan memalingkan wajah nya ke arah lain.Saat Sandra berdiri di samping ku.


"Waalaikum salam..."Jawab lirih Rika dengan mengulas senyum tipis nya.

__ADS_1


Raut wajah Rika seketika berubah ketika melihat Sandra berdiri disamping ku.


"Rika.Bagaimana keadaan kamu?"Tanya Sandra yang mengawali bicara nya.


"Alhamdulillah,sedikit membaik.Terimakasih nona sudah mau meluangkan waktu nya untuk membesuk saya."Jawab Rika.


"Syukurlah kalau begitu kalau keadaan kamu sudah membaik.Iya sama-sama,kami memang sengaja meluangkan waktu kami untuk menjenguk kamu karena kami tau cara nya untuk berterima kasih atas segala kebaikan yang keluarga kamu berikan kepada suami saya mas Dewa."Tambah Sandra.


Deg,


Mendengar ucapan nya Sandra,seketika raut wajah Ibu Rika bersama Rika berubah tidak enak.


"Sandra......"Ujar ku lirih dengan mengusap lengan Sandra untuk memberikan ketenangan.


"Maaf tante dan Rika.Kalian pastilah paham dengan perihal tolong-menolong.Tolong-menolong kepada manusia sangat di anjurkan dalam agama dan imbalan nya pun adalah surga bagi mereka yang iklas.Tapi kalau niat kalian menolong mas Dewa kalian ungkit-ungkit kembali itu artinya kalian tidak ikhlas."Tambah Sandra.


"Maaf nona apa maksud yang nona katakan?"Tanya Rika.


"Saya bukan orang bodoh Rika.Saya tau keluarga kamu menginginkan imbal balik dari kebaikan kalian kepada mas Dewa."Jawab Sandra dengan sedikit nada tinggi nya.


"Astagfirullah hal adzim.... Nona saya dan keluarga saya ti....."


"Bukan nya ibu kamu tadi mengungkit kebaikan keluarga kalian terhadap mas Dewa?Berarti kalian meminta imbal balik dong!"


"Sayang.... Ingat kamu jangan marah-marah."Kata ku yang menenangkan Sandra.


Aku juga melihat Rika raut wajah nya mulai berubah dan mulai meneteskan air mata nya.


"Cukup-cukup.Dewa,ajak isterimu keluar dari ruangan ini.Saya enggak mau ada keributan disini.Tolong Rika sedang sakit."


"Tolong sebutkan berapa nominal yang harus suami saya bayar agar tidak memiliki hutang Budi terhadap keluarga kalian."Ucap Sandra dengan tatapan tajam menatap ibu Rika.


"Berapa...?"Ulang Sandra.


"Silahkan keluar dari ruangan anak saya."


"Keluar....."Kata Ibu Rika yang mengusir aku dan Sandra.


"Sayang.... Ayo kita keluar."Kata ku kepada Sandra.


"Ibu... Rika,terimakasih atas kebaikan dari keluarga kalian yang kalian berikan terhadap saya.Semoga bisa menjadi ladang pahala untuk ibu dan Keluarga.Saya minta maaf apabila saya tidak bisa membalas Budi tentang apa yang keluarga kalian berikan kepada saya."Ucap ku kepada ibu Rika.


"Dan Rika.Semoga segera kamu bisa menemukan lelaki yang sesuai dengan pilihan kamu.Assalamualaikum...."Aku yang pamit sembari menggandeng tangan Sandra keluar dari ruangan rawat inap melati no.212 itu.


Aku dan Sandra berjalan di koridor rumah sakit dengan pelan-pelan menuju tempat parkir mobil.

__ADS_1


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2