Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 19 # Sandra yang mengomel


__ADS_3

Dengan kejadian yang terjadi kemarin siang Sandra mendiam kan aku.Aku merasa bersalah karena ego ku yang memaksa dia untuk melakukan hubungan itu.


Pagi hari seperti biasa aku bangun dan membuat sarapan nasi goreng serta membawa nya untuk bekal ku dan bekal Sandra.


Aku melangkahkan kaki menuju kamar.Aku membuka pintu kamar dengan pelan dan melihat Sandra yang berjalan dengan tertatih sembari memegangi area intinya.


"Awwww... Oh my God mi... Pi... CK,"Gerutu nya sembari berpegangan ke dinding.


"Sepertinya enggak mungkin gue bekerja dengan keadaan begini."Gumam nya lagi.


Aku merasa kasihan melihat nya.Karena ulahku kemarin siang dia harus menahan rasa sakit saat berjalan.


Dengan cekatan aku langsung menggendong tubuh gitar spanyol itu.


"Eits..... Mau apa loe!"Pekik Sandra kepada ku.


"Jangan bilang loe mau memperkosa gue lagi."Tambah nya sembari kedua tangannya yang dilingkarkan di leher ku.


Aku mengulas senyum .


"Aku hanya ingin membantu mu nona."Kataku dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Enggak.Turunin gue sekarang."Tolak Sandra.


Aku tidak memperdulikan nya.Bahkan aku menurunkan nya ketika sudah sampai di depan kamar mandi.


"Silah kan masuk nona....'Kata ku sembari membuka kan pintu kamar mandi.


"Awas loe ngintip.!"Pekik nya sembari menunjukkan jari telunjuknya kearah muka ku.


Aku tersenyum smirk .


"Buat apa aku mengintip mu.Toh,aku sudah puas melihat nya dan bahkan lebih dari itu."Bisik ku ditelinga Sandra.


"Kamu juga puas ikut menikmati nya."Goda ku lagi kepada Sandra.


Dengan raut kesal nya Sandra masuk kedalam kamar mandi.


Braaakkkkkkk


Dan membanting pintu kamar mandi.


Aku pun tertawa ngikik sembari menutup mulut ku takut terdengar oleh Sandra.


"Dasar anak mami...."Gumam ku sembari menggelengkan kepala.


"Brengsek Dewa ...."Kata Sandra yang mengepalkan tangan nya dengan kesal.


Dia pun melihat dari pantulan cermin yang berada di depan nya sembari meraba tubuh nya yang dipenuhi tanda kepemilikan sang Dewa suami yang dalam diam nya mengandung kebrutalan ketika saat berada di atas ranjang.


Sandra keluar dari kamar dengan mengenakan baju kantor nya.Kali ini dia memakai rok span diatas lutut berwarna hitam dan atasan dalam mengenakan kemeja warna putih berlengan pendek dan tak lupa dengan stelan jas berwarna hitam.

__ADS_1


Dengan rambut sebahu nya yang di urai menambah nilai plus bagi dirinya sebagai seirang CEO perempuan.


Memang Dewa....


Kamu sungguh beruntung memiliki istri seperti Casandra Liem meskipun orang nya terkadang suka judes,ketus didepan karyawan aslinya dia adalah perempuan yang baik.


Aku selalu tak berkedip ketika memandangi istri cantik ku.


"Sandra sarapan dulu..."Kata ku kepada Sandra saat Sandra akan melangkah kan kaki nya menuju ke arah pintu ke luar.


Dia mengabaikan ku dan mempercepat langkah nya.Aku berdiri dan segera menarik tangan nya.


"Ihhh... Lepasin!"Kata nya sekita dan mengibas tangan ku.


"Ayo kita sarapan dulu."Kata ku yang membujuk nya.


"Kenyang!"Jawab nya.


"Loe naik motor sendiri.Dan satu lagi ingat batasan loe saat dikantor loe dan gue."Katanya yang memperingati ku.


"Iya... Sandra.Sekarang duduk kita sarapan ya."Kata ku sembari menarik tangan nya.


Dia pun lagi-lagi menepis tangan ku.


"Astagfirullah hal adzim... Kamu masih marah dengan ku Sandra?Aku minta maaf..."Ucapku kepada Sandra.


"Maaf dari mu tidak akan merubah segalanya!"Sahut Sandra.


"Aku belum siap!"Pekik Sandra lagi dengan menatap tajam ke arah ku.


"Siap ataupun belum siap kamu sudah menjadi isteri ku.Dan aku adalah kepala rumah tangga disini.Yang bertanggung jawab semua atas dirimu."Kata ku yang mulai kesal dengan Sandra.


"Satu hal yang perlu kamu tau.Aku mau menikah dengan mu hanya ingin menjadikan mu sebagai pelampiasanku dan tidak lebih dari itu."Ucap Sandra lagi.


"Kamu mempermainkan perasaan ku Sandra?."Tanya ku dan menatap Sandra sembari memegang kedua lengan nya.


"Selama ini apa pernah aku menyakiti mu?Menggores luka dihati mu?Bahkan semua apa yang kulakukan semua ini tidak ada artinya sama sekali buat kamu?Sa...."


"Enggak ada Dewa!"Pekik Sandra yang memotong kalimat ku.


Dia pun meninggalkanku dan berjalan menuju ke arah mobil nya.


"Astagfirullah hal adzim..."Aku beristigfar dan mengelus dada.


Aku kembali menuju meja makan untuk melanjutkan sarapan.Serta menata dua bekal yang sudah ku siapkan untuk ku dan untuk Sandra.


Setelah selesai sarapan,aku mengambil kunci motor jadul ku dan memanasi nya.


Pukul 08:00 tet....


Aku sudah sampai dikantor dan finger print untuk absen.

__ADS_1


Aku berjalan menuju lorong ruangan Procurment.Dan seorang menepuk pundak ku.


"Heh....."Sapa nya.


"Hmmmmm...."Jawab ku ketika ku tau dengan siapa yang menepuk pundak ku itu.


"Loe kemana saja beberapa hari ini enggak ngantor dan enggak ada kabar?Handphone juga susah gue hubungin.Gue datang ke kontrakan loe katanya tetangga loe pindah.Emang loe pindah kemana lagi?"Tanya Panji yang kepo.


Aku mengulas senyum.


"Gue ke......"


"Ehem...."Aku dan Panji menoleh ke arah belakang ketika mendengar suara deheman itu yang sangat ku kenal.


"Selamat pagi nona...."Sapa Panji sambil menunduk dan mengulas senyum nya.


Panji pun menyikut lengan ku untuk memberi sapaan kepada Sandra.


"Selamat pagi...."Sapa ku.


Sandra berdiri menatap ke arah ku dan arah Panji sembari bersendekap.


"Kenapa kalian masih keliaran disini?Ini waktu nya jam kerja."Beo Sandra.


"Maaf nona tadi ka...."


"Panji!Nama kamu Panji kan?"Kata Sandra dengan nada tingginya.


"Saya selalu memantau gerak gerik kamu dalam CCTV kalau kamu sering berkeliaran disaat jam kerja.Bisa kah kamu untuk disiplin di kantor ini?Kalau tidak bisa kamu boleh mengundurkan diri."Kata Sandra yang memberi peringatan.


Aku dan Panji terkejut mendengar apa yang diucap kan oleh Casandra Liem.


"Nona.... Ma.."


"Dan teruntuk kamu.Jangan kebiasan untuk menanggapi hal yang tidak penting saat jam bekerja gunakan waktu sebaik mungkin.Susun laporan-laporan yang sudah terbengkalai karena sudah 2 hari kamu absen dalam bekerja."Tambah Sandra lagi yang mengomeli ku.


Sandra pun melangkah kan kaki nya menuju ke arah lantai 2 ruangan nya.


"Busyeeeeettt.... Galak bener tu Bu bos hari ini."Kata Panji.


"Tapi enggak apa-apa sih.Itu tandanya dia sayang kan."Kata Panji dan aku menatap nya dengan tatapan tajam.


"Kenapa loe menatap gue begitu?"Tanya Panji dengan kepo.


"Kamu nanyak?Kamu bertanya-tanya?"Jawabku dan melangkahkan kaki ke arah ruangan procurment.


"Sinting...."Sahut Panjul.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2