
Minggu pagi terasa malas untuk melakukan aktifitas.Aku dan Sandra masih leha-leha santai di atas ranjang sambil scrolling handphone.
Hingga tiba-tiba Sandra menyibak kan selimut dan turun dari ranjang berjalan ke arah pintu luar sembari menutup mulut nya dengan berjalan terburu-buru.
Aku yang panik melihat keadaan Sandra bergegas mengikuti nya.
"Huwek... Huwek...."
Sandra memuntahkan semua isi yang ada di dalam perut nya di wastafel.
"Sandra..... "Kata ku sembari memijit tengkuk nya.
Sembari menutup hidung nya Sandra sedikit mendorong tubuhku agar aku menjauh dari nya.
"Sayang...."Kata ku dan mencoba mendekat ke arah Sandra.
"Stop mas...!"Pekik Sandra dan kembali muntah-muntah.
"Kamu kenapa...?"Tanya ku yang panik.
"Mas.Kamu bau banget!"
"Huwek.... Huwek..."
"Bau...?Masa sih..?"Kata ku membulatkan mata dan mencoba mengecek semua area tubuh ku.
"Enggak bau kok sayang."Kilah ku dan mencoba mendekat ke arah Sandra.
"Stop mas!Nanti Sandra mual lagi."Kata Sandra dan berjalan tertatih sambil menutup hidung nya.
Aku hanya terdiam di tempat sembari melihat Sandra yang berjalan ke arah sofa dan duduk.
"Apa ini faktor dari kehamilan nya ya?"Gumam ku dan berjalan ke arah sofa.
"Sayang."Kata ku.
"Agak jauh mas.Jangan dekat-dekat."Interupsi Sandra dan aku berdiri agak jauh dari Sandra.
"Sandra."Kata ku pendek.
"Hm,?"
"Mas tadi malam dapat email dari LN."Kata ku dan Sandra mengarah kan tatapan ke pada ku.
"Apa hasil nya mas?"Tanya Sandra.
"Alhamdulillah.Mas diterima untuk melanjutkan study di LN.Dan bulan depan ..."Kata ku terpotong karena melihat raut wajah Sandra yang mulai berubah.
"Mas bisa enggak mas kuliah nya disini saja?Mas tau kan Sandra saat ini sedang hamil?"Kata Sandra dengan menaik kan intonasi nya.
"Tapi mas sudah mengambil jalur beasiswa Sandra."
__ADS_1
"Sandra bisa kok mas biaya in kuliah mas tanpa jalur beasiswa.Masih bisa sandra mas."Sahut Sandra dengan ketus.
"Iya Sandra mas tau kamu mampu.Karena kamu mampu mas enggak mau.Karena mas ingin bisa membiayai kuliah mas sendiri sambil bertanggung jawab atas kamu."
"Disana mas juga sambil kerja kok."Kata ku yang memberi penjelasan.
"Baik lah terserah kamu mas.Silahkan melanjutkan study kamu tapi ingat jangan sampai kamu pulang nanti di panggil Om oleh anak mu sendiri!"Kata Sandra dengan sarkas.
"Sayang..?"Protes ku.
"Kamu itu egois mas!"Pekik Sandra.
"Kemarin kamu menginginkan anak.Sekarang Allah sudah memberikan titipan kepada kita kamu malah mau pergi kuliah jauh di luar negeri.Kamu seharus nya tau mas moment-moment saat ini lah yang Sandra butuhin.Sandra butuh sosok suami siaga.Butuh suami yang selalu nemanin Sandra saat periksa kandungan,Sandra ju...."
"Assalamualaikum....."
Sandra menghentikan ucapan nya.
"Waalaikum salam,"Jawab Ku dan Sandra secara bersamaan dan menoleh ke arah sumber suara.
"Mami... Papi?"Kata Sandra dan berjalan ke arah pintu menghampiri ke dua orang tua nya.
Sandra pun mencium punggung tangan ke dua orang tua nya dan aku pun juga melakukan hal yang sama.
Tanpa aku sadari,
"Huwek..... "
Mami yang panik pun mengikuti Sandra dari belakang.
"Kamu kenapa nak?"Tanya mami Sandra yang memegang ke dua bahu nya.
"Aduhh mi,Sandra itu enggak kuat mencium bau badan nya mas Dewa.Mas Dewa itu bau banget."Kata Sandra.
"Bau...?"Papi mami saling menatap heran.
"Kak Sandra hamil ?"Seru Ayu yang tiba-tiba datang dan nyelonong masuk.
"Kamu hamil nak?"Ulang mami dan Sandra pun mengangguk sembari mengulas senyum nya.
"Alhamdulillah...."Ucap papi mami dan Ayu bersamaan.
"Dan dokter meminta Sandra untuk istirahat total Pi mi."Kata ku .
"Istirahat total maksud nya seperti apa Dewa?"Tanya papi yang penasaran.
"Kandungan Sandra lemah Pi.Karena sebelum nya Sandra pernah melakukan kuretasi dan jarak kuretasi nya belum lama ini Sandra di sarankan untuk istirahat di trisemester pertama karena kemungkinan bisa mempengaruhi kehamilan nya."Jawab ku.
"Dewa meminta izin sama papi agar Sandra bisa istirahat dulu di rumah.Kalau soal ada berkas-berkas yang harus di tandatangani nanti bisa dititip kan ke Dewa Pi."
"Mas.....?"Kata Sandra dengan kode tatapan tajam.
__ADS_1
"Sayang,mas lakukan itu untuk kamu dan untuk anak kita."Jawab ku.
"Iya sudah.Sandra lebih baik ikuti saran dari suami kamu.Mulai hari Senin depan kamu dirumah dan jangan turun kantor dulu."Kata papi.
"Soal kantor nanti papi yang mengatur."
Akhir nya papi memutus kan agar Sandra istirahat dirumah demi kebaikan calon cucu nya.
Suasana pagi itu terasa harmonis ketika papi mami dan Ayu mengunjungi rumah kontrakan Sandra dan Dewa.
Masih dengan wajah kesal nya Sandra,mami yang sedari tadi memperhatikan Sandra kini mulai kepo.
"Kenapa muka nya di tekuk terus ?"Tanya mami kepada Sandra.
"Kesal mi."Jawab Sandra sambil mengerucut kan bibir nya ke depan dengan kedua bola mata yang menatap tajam ke arah Dewa.
Mami dan papi pun saling bertatap pan dan kedua nya juga mengarah kan pandangan nya kepada ku.Aku hanya terdiam dengan memaksa untuk tersenyum.
"Kesal?Kesal kenapa?"Tanya papi.
"Bagaimana tidak kesal Pi,tadi mas Dewa dapat kabar kalau dia diterima study di LN.Dan di...."
"Bagus dong."Potong papi.
Dengan kesal Sandra pun menatap tajam mata papi.
"Pi.... Sandra enggak setuju mas Dewa melanjutkan kuliah nya di LN.Sandra sedang hamil anak nya dia."
"Terus salah nya Dewa di mana nak?Papi setuju kalau Dewa melanjutkan kuliah nya di LN."
"CK,papi enggak peka sama Sandra."Kata Sandra dengan kesal dan beranjak berdiri lalu pergi menuju ke arah kamar nya.
"Sandra...."Panggil papi.
"Maksud nya kak Sandra itu Pi,kak Sandra enggak mau jauh-jauh dari kak Dewa apa lagi kondisi saat ini kak Sandra sedang hamil."Jawab Ayu yang memberikan papi nya penjelasan.
"Sandra kan bisa tinggal dirumah kita selama Dewa kuliah."
"Ya beda lah Pi rasa nya.Lagian kasian Sandra kalau harus jauh dari Dewa."
"Ayu!Coba tanya in kakak kamu di kamar nya mau makan apa biar mama yang masakin."
"Kan ada kak Dewa mi."Protes Ayu sambil memegang phonsel nya.
"Kakak kamu sedang sensitif dengan Dewa.Nanti tambah mual muntah dan enggak mau makan."Jelas mami.
"CK,"Ayu yang bergeming dan berdiri beranjak dari sofa dengan bibir yang mengerucutkan depan.
Bersambung............
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1